• Hobby
  • Muay Thai for Lifestyle

Muay Thai for Lifestyle

Thu, 11 February 2016

Banyaknya jenis olahraga yang kini beredar seharusnya membuat lo makin semangat untuk membakar lemak dalam tubuh. Salah satu yang sedang digandrungi adalah muay thai. Olahraga asal Thailand tersebut banyak digandrungi oleh penduduk di kota-kota besar, salah satunya adalah Jakarta. Pada tahun 2014, tercatat ada sekitar 50 sanggar muay thai yang telah berdiri di ibu kota. Dan bukan nggak mungkin bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan. Tertarik untuk bergabung, Urbaners?

 

Olahraga Bela Diri untuk Perempuan?

Lebih dari sekadar olahraga, muay thai juga dapat disebut sebagai seni bela diri. Konsepnya mirip dengan kickboxing, dengan fokus teknik yang terletak pada pukulan, tendangan, gerakan siku, dan serangan lutut. Menariknya, di Jakarta, muay thai justru banyak digandrungi oleh kaum wanita. Banyak pusat kebugaran di Jakarta yang menyediakan kelas untuk muay thai. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan kelas khusus untuk kaum wanita.

 

Muay Thai for Lifestyle

 

Meski begitu, tujuan utama menjalani olahraga muay thai adalah untuk membakar kalori dalam tubuh. Cukup dengan mengikuti latihan selama satu jam, lo bisa membakar hingga 700 kalori. Sebelumnya, lo harus melakukan stretching terlebih dahulu untuk menghindari adanya cidera. Biasanya, stretching dilakukan dengan cara skipping, latihan fisik, dan latihan drill teknik secara perlahan. Tenang aja, lo pasti bakal dibimbing oleh pelatih yang udah berpengalaman, kok.

 

Muay Thai sebagai Gaya Hidup

Di Jakarta, muay thai udah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya pusat kebugaran dan sanggar-sanggar muay thai yang udah berdiri. Beberapa orang bahkan tergabung dalam komunitas khusus muay thai untuk saling berbagi cerita dan pengalaman mereka terkait dengan olahraga tersebut. Kini, muay thai udah terdaftar secara resmi di bawah naungan KONI melalui Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI) yang diketuai oleh Hary Tanoesoedibjo.

 

Muay Thai for Lifestyle

 

Masih nggak tertarik untuk mencoba olahraga muay thai? Santai aja, Urbaners. Meskipun termasuk sebagai salah satu olahraga high impact, lo nggak perlu takut mencoba karena sesi latihan muay thai bakal disesuaikan dengan tingkat kemampuan lo. Mungkin seluruh tubuh lo bakal terasa sakit saat pertama kali mencoba muay thai, tetapi lama-lama lo pasti bakal terbiasa. Atau sekarang Urbaners lebih penasaran untuk mencoba kickboxing?

 

Source:

99.co

olahraga.kompas.com

Sadar Atau Nggak: Game FIFA Membentuk Selera Musik Anak Muda!

Thu, 10 September 2020
Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Siapa yang nggak candu kalau sudah main FIFA? Game sepakbola yang ada di konsol seperti Playstation dan lainnya ini memang jadi game yang disenangi banyak kalangan. Wajar, sepak bola sudah jadi bahasan tersendiri bagi banyak kalangan di seluruh belahan dunia ini.

Buat lo yang bahkan sampai membanting controller karena kalah, tenang – lo tidak sendirian, mungkin banyak yang seperti lo ini. Tapi itu jadi cerita menarik tersendiri saat main game FIFA. Sedari dulu, mungkin sudah ada tipe yang menyalahkan controller kalau sedang kalah.

Selain game atau permainannya menarik, sebenarnya ada hal yang terbaca sederhana, tapi ini cukup menjadi hal yang berpengaruh terhadap diri lo, khususnya di selera musik. Percaya atau tidak, FIFA jadi salah satu game yang menentukan selera musik lo.

 

FIFA Jadi Penentu Selera Musik Lo

Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Credit Image: ea.com

Kalau dilihat dari sejarah, nih – jika mundur kurang lebih 20 tahun ke belakang, lo bisa melihat bagaimana FIFA bisa membangkitkan semangat bermain dari soundtrack yang ada. Beberapa lagu bergenre grunge dan riff gitar yang bisa buat Joe Satriani minder – berhasil membuat lo semakin pede buat menang pertandingan, walau kadang nggak menang juga, sih.

Nah, maju setahun ketika seri atau edisi FIFA 98, beberapa soundtrack berganti sehingga mungkin pada saat itu lo jadi suka Blur karena lagu ‘woo-hoos’ yang terputar saat momen loading di FIFA 98 itu. Bentar-bentar, di sini ada yang pernah main sampai FIFA 98?

Mau satu tahun lagi ketika FIFA 99 rilis dengan cover Christian Vieri sebagai pahlawan timnas Italia, pada seri ini, genre trance-elektronika sedang oke-okenya di berbagai belahan dunia. Jadilah lo bisa dengar remix Dub Pistols Sick Junkie dari ‘Gotta Learn’ oleh Danmass.

Diikuti oleh ‘Naked and Ashamed’ dari Dyan Rhymes sampai akhirnya ke ‘The Rockafeller Skank’ dari Fatboy Slim yang super nge-beat. Deretan lagu tersebut menemani lo saat gameplay memilih pergantian kesebelasan.

Terus maju ke tahun millennial, FIFA 2000 mempertahankan sentuhan musik elektronik dari versi sebelumnya dengan adanya tambahan sentuhan pop di tahun-tahun berikutnya. Pas MTV masih jadi tontonan anak muda saat itu, lagu-lagi di chart Top of the Pops ikut mewarnai gameplay FIFA.

Seiring munculnya digital sharing platforms – lagu-lagu di FIFA terasa perubahannya. Pilihan lagu seperti ‘It’s Only Us’ dari Robbie Williams atau ‘Sell Out’ dari Reel Big Fish jadi warna tersendiri di game FIFA.

Gradasi ke musik pop ini bukan tanpa alasan dilakukan oleh developer FIFA. Hal ini terkait pesaing utama mereka, Konami yang mengeluarkan Winning Eleven untuk konsol Playstation. Tahun ke tahun, gradasi musik di FIFA semakin berwarna.

Pasalnya, di FIFA 2002, DJ Tiesto ikut andil dalam pengisian musik di game sepakbola ini. Mengagetkannya lagi ketika FIFA 2004, The Dandy Warhols, DJ Sensei, Termasuk Kings of Leon sampai Radiohead dengan lagunya ‘Myxomatosis’ ikut terisi di FIFA.

Sampai pada FIFA 2005 – perkembangan musik di dalam game tersebut cukup signifikan. Dari berbagai jenis lagu yang ada – akhirnya pilihan musik FIFA mengarah ke pop-rock, dan secara tegas meninggalkan genre elektronika yang bertahun-tahun menemani para pemainnya.

Wah bagaimana nih bro? Dari deretan perkembangan lagu yang sudah disebutkan di atas dan masuk ke dalam game FIFA, apakah lo berniat buat nostalgia lagi? Kalau iya, lo mesti berburu game dengan edisi tahun-tahun seperti itu lagi, nih!

 

Feature Image – tempo.co