3 Plat Nomor Paling Mahal yang Pernah Dijual di Inggris - MLDSPOT
  • Hobby
  • 3 Plat Nomor Paling Mahal yang Pernah Dijual di Inggris

3 Plat Nomor Paling Mahal yang Pernah Dijual di Inggris

Tue, 06 September 2016

Di Indonesia sendiri, harga plat nomor custom sekitar 1-2 juta rupiah untuk mobil dan sekitar 500 ribu sampai 1 juta rupiah untuk sepeda motor. Itupun masih standar, jika lo ingin mempunyai custom 3 hingga 1 digit, lo harus merogoh kocek sampai 5 juta rupiah. Nah jika di Indonesia harga plat nomor masih dalam taraf “wajar” ternyata di luar negeri ada yang lebih gila lagi Urbaners. Tepatnya di Inggris, ada orang yang rela membeli plat nomor dengan harga 9 miliar rupiah!

 

25 O (9 Miliar rupiah)

Ada dua tipe orang mengincar plat nomor unik, pertama karena nomornya benar-benar unik dan yang kedua adalah plat nomor yang diincar ini adalah bekas orang terkenal. Kejadiannya di Inggris, Eric Clapton salah satu dewa musik Inggris tersebut pernah mempunyai Ferrari 250 GT dengan plat nomor 25 O. Ketika dijual dan dilelang oleh pemerintah Inggris, John Collins salah satu pemilik dealer Ferrari membeli plat nomor tersebut dengan harga 518 ribu pounds atau sekitar 9 miliar rupiah.

 

F 1 (7 Mililar rupiah)

Plat nomor paling mahal di Inggris nomor dua adalah F 1 yang dijual kepada pebisnis Afzal Khan pada tahun 2008 seharga 440 ribu pounds atau sekitar 7 miliar rupiah. Afzal Khan memang mengincari plat nomor tersebut dari awal untuk ditempel di mobil McLaren-Mercedez SLR. Konon, tahun 2014 kemarin Afzal Khan menolak tawaran 6 juta pounds untuk plat nomor F1.

 

S 1 (6 Miliar rupiah)

Memang plat nomor ini terlihat biasa. Tetapi plat nomor S 1 yang terjual 404 ribu atau sekitar 6 miliar rupiah adalah plat nomor pertama di Skotlandia. Plat nomor ini pertama kali muncul dan digunakan tahun 1903. Salah satu keluarga yang beruntung mendapatkan uang segitu banyak adalah John MacDonald yang nggak mengetahui bahwa plat nomornya ini adalah plat nomor pertama yang dikeluarkan di Skotlandia.

Masih ada sekitar 10an plat nomor di Inggris yang dijual dengan harga diatas 100 ribu pounds. Dan konon semakin lama harga tersebut akan semakin mahal. Apa plat nomor idaman lo?

 

Source: arnoldclark.com

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience