Hal Menarik dari ASEAN Literary Festival 2017 - MLDSPOT
  • Hobby
  • Hal Menarik dari ASEAN Literary Festival 2017

Hal Menarik dari ASEAN Literary Festival 2017

Fri, 11 August 2017

Belakangan ini, dunia sastra memang sedang banyak digandrungi oleh anak muda tanah air. Entah karena memang benar mencintai sastra atau ingin terlihat keren dan misterius seperti Rangga di film AADC yang juga mencintai sastra dan puisi.

Daripada lo ngimpi jadi Rangga, lo tau nggak kalau akhir pekan lalu merupakan hari terakhir dari ASEAN Literary Festival 2017? Atau mungkin Lo juga hadir dan berpartisipasi ke dalam acara itu? Nah, buat lo yang belum berkesempatan hadir, berikut beberapa hal yang udah lo lewatin.

 

ALF 2017 merupakan Penyelenggaraan Keempat

Mengusung tema “Beyond Imagination”, ASEAN Literary Festival ini merupakan acara festival yang sudah berjalan selama 4 tahun. Tidak hanya itu, ALF juga merupakan acara yang dilaksanakan sebagai salah satu cara untuk memeriahkan ulang tahun ASEAN yang ke-50 tahun.  Hari ulang tahun ASEAN jatuh pada tanggal 08 Agustus 1967, ketentuan ini hadir setelah Persetujuan Bangkok yang berlangsung pada 50 tahun lalu.

Melalui tema tersebut, event yang diadakan sejak tanggal 6-8 Agustus 2017 ini berharap kalau acara ini bisa menjadi refleksi pada fokus dan harapan ASEAN untuk masyarakat dan bukan sekedar slogan. ALF juga memiliki peran penting untuk memperkenalkan pencapaian dan produk sastra penulis-penulis di ASEAN ke tingkat global.

 

Kota Tua Dipilih sebagai Lokasi ke-4 ASEAN Literary Festival 2017          

Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah untuk merasakan langsung keseruan ALF 2017. Kawasan Kota Tua Jakarta dipilih secara khusus untuk merayakan festival sastra dan budaya ini. Selain memilih lokasi yang punya nilai historis tinggi, Kota Tua dipilih sekaligus untuk memperkenalkan potensi objek wisata Jakarta ke kancah internasional.

 

Dihadiri oleh Pelaku Literatur Internasional

Acara ini dihadiri oleh para pelaku literatur di kawasan ASEAN dan juga Non ASEAN yang saling berkumpul dan membagikan pengalaman serta ilmu. Bahkan acara ini pun dihadiri oleh Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta. Tidak hanya fokus pada sastra, tapi festival ini juga menyuguhkan beragam model sastra dan budaya seperti pameran buku penulis dan jurnalis kawasan ASEAN, workshop sastra, diskusi, festival makanan, dan Festival Budaya Panji.

Para penulis lokal yang hadir dalam ALF2017 seperti Goenawan Muhammad, Dwitasari, Hikmat Darmawan, M. Aan Mansyur, kartunis kondang seperti Muhammad ‘Mice’ Misrad, dan masih banyak lagi.

 

ALF 2017 menjadi Wadah Peluncuran Program Jambore Nasional Sastra

Selain menjadi ajang silahturahmi para penulis ASEAN, di dalam ALF 2017 ini juga menjadi peluncuran program baru dalam dunia sastra, yakni Program Jambore Nasional Sastra. Program ini resmi diluncurkan ketika festival berlangsung. Program ini khusus dibuat untuk anak-anak mulai dari bangku SD-SMA. Rangkaian kegiatan dalam program ini seperti poetry slam, musikalisasi puisi, pelatihan menulis, pelatihan reportase, dan cerdas cermat sastra dan buku.

Nah, Urbaners, itulah ulasan singkat dari acara ASEAN Literary Festival 2017. Kalau lo masih bermimpi untuk bisa jadi Rangga, jangan sampai lo nggak tahu acara keren ini.

 

Source: Goodnewsfromindonesia

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience