Kandura Studio: Bangkitkan Seni Pottery dengan Sentuhan Desain Modern - MLDSPOT
  • Hobby
  • Kandura Studio: Bangkitkan Seni Pottery dengan Sentuhan Desain Modern

Kandura Studio: Bangkitkan Seni Pottery dengan Sentuhan Desain Modern

Wed, 15 May 2019
Kandura Studio: Bangkitkan Seni Pottery dengan Sentuhan Desain Modern

Kalau bicara tentang seni pottery alias pembuatan keramik, Urbaners mungkin terbayang sama kegiatan yang rumit dan identik dengan old school. Tapi, Kandura Studio mau mengubah persepsi tersebut, nih. Dengan produk-produknya yang berdesain modern dan unik, Kandura Studio kini berkembang menjadi salah satu industri keramik modern yang membanggakan!

 

Awal Cerita Kandura Studio

Awal Cerita Kandura Studio

Kandura Studio didirikan pada tahun 2005 oleh tiga orang, yakni Fauzy Kamal Prasetya, Batsebha Satyaalangghya, dan Tisa Granicia. Fauzy mengisahkan bahwa saat itu, ia yang memiliki latar belakang pendidikan Desain Produk dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung mengajak Ghya dan Tisa yang menempuh pendidikan Seni Keramik dari universitas yang sama. Kemudian Nuri Fatimah bergabung pada 2010. Bersama-sama, keempatnya berkreasi dengan bahan tanah liat yang dibentuk menjadi berbagai macam peralatan makan dan minum.

Kandura Studio berniat menjadi bagian dari tradisi kuliner dan pesta makan yang ada di setiap kebudayaan asli Indonesia. Mereka percaya kalau peralatan makan bukan hanya menjadi wadah dan alat, namun juga akan memperkaya budaya. Oleh sebab itu, tableware menjadi jiwa Kandura Studio. Nama Kandura sendiri konon diambil dari kata kenduri yang berarti perjamuan makan untuk memperingati peristiwa tertentu atau sebagai ritual.

Meskipun menggemari dan memfokuskan usahanya pada pembuatan produk-produk tableware, Kandura Studio juga pernah mengerjakan project pembuatan keramik yang berbeda dari biasanya.

“Kami pernah diminta untuk membuat replika wall tiles untuk dipasang di Museum Bank Indonesia. Tantangannya, sih karena itu proyek konservasi, ya. Jadi kami harus membuat replika semirip mungkin dengan keramik zaman penjajahan Belanda yang terpasang di dinding museum tersebut.”

 

Inspirasi dari Alam

Inspirasi dari Alam

Semua produk Kandura Studio menampilkan bentuk yang modern, dinamis, dan juga fungsional. Sedangkan pemilihan warna pada poduk-produknya cenderung menggunakan earthy tone. Hal ini rupanya tak lepas dari sumber inspirasi pembuatan produk dari Kandura Studio. Fauzy mengaku kalau alam adalah penyumbang ide terbesar untuk karya mereka.

Sebut saja salah satu koleksi bernama Teribi yang ternyata pembuatannya terinspirasi dari pengalaman pribadi Fauzy saat menikmati alam. “ Waktu traveling ke San Pedro de Atamaca di Chile, Amerika Selatan, kan ngambil foto, tuh. Yang paling berkesan adalah sunset-nya . Pemandangan desert dengan cahaya matahari terbenam, sangat menginspirasi pembuatan Teribi.”

Visualisasi warna dan suasana dari gurun dan sunset , serta rumah dari tanah liat dan danau yang dipenuhi flamingo yang dilihat Fauzy selama berada di Amerika Selatan, menghasilkan koleksi Teribi yang didominasi warna pink, abu-abu, biru, dan hijau yang lembut. Tangkapan mata dari pemandangan yang berkesan selama perjalanan tersebut juga diwujudkan dalam tekstur produk yang tidak rata dan motif random yang unik.

 

Koleksi Terbaru yang Istimewa

Koleksi Terbaru yang Istimewa

Masih dengan inspirasi dari alam, pada tahun 2019 ini Kandura Studio kembali meluncurkan koleksi terbarunya yang diberi nama Meno. “Pembuatan tableware series ini berkolaborasi dengan desa pembuat keramik tradisional di Lombok. Proses pembakaran dengan minyak dan pembuatan elemen dekorasi menggunakan air asam jawa, menjadi ciri khas koleksi Meno,” ujar Fauzy.

Koleksinya terdiri dari perpaduan gelas berukuran 300ml dengan tray kecil yang bukan hanya sebagai tatakan gelas, namun juga bisa digunakan untuk meletakkan camilan pendamping teh atau kopi favorit lo, Urbaners.

Latar belakang pembuatan Meno ternyata nggak kalah menarik dari penampilan produknya. Menurut Fauzy, Kandura Studio rupanya ingin menggiatkan kembali produksi tembikar trasional Lombok. Produk tembikar tradisional tersebut menjadi kurang diminati karena karakternya yang berpori. Oleh karenanya, Kandura Studio mengangkat kembali keunikan tableware berbahan tanah liat dari Lombok tersebut dengan cara memadukannya bersama produk khas Kandura Studio yang modern.

 

Misi Kandura Studio untuk Mempopulerkan Seni Pottery

Misi Kandura Studio untuk Mempopulerkan Seni Pottery

Kandura Studio nggak mau hanya menjadi produsen. Mereka juga ingin menularkan kecintaannya pada keramik kepada orang lain. Caranya adalah dengan mengadakan workshop pembuatan aneka keramik di studio mereka. Pada waktu tertentu, Kandura Studio mengadakan ClayDay yang didedikasikan untuk mengajak orang-orang yang tertarik dengan seni pottery belajar membuat barang-barang dari tanah liat dari awal.

ClayDay bisa diikuti oleh siapapun. Menurut Fauzy, mereka yang pernah mengikuti acara tersebut cukup beragam, mulai dari anak muda hingga pekerja profesional di bidang seni maupun product designers. Pengumuman tentang waktu dan tempat pelaksanaan ClayDay yang kerap disebut pop up lab, biasanya diunggah melalui akun Instagram @kandurastudio. Jadi kalau lo mau ikutan kelasnya, pantengin aja terus Instagramnya!

Kalau lo tertarik mengoleksi produk unik dari Kandura Studio, Urbaners bisa menemukannya di e-commerce yang bekerja sama dengan mereka, datang ke merchant atau bazaar yang sering diikuti Kandura Studio. Lo juga bisa langsung datang ke rumah mereka di Jalan Bangka IX nomor 64 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

 

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience