• Hobby
  • Tanggal Rilis Cyberpunk 2077 Ditunda Hingga September

Tanggal Rilis Cyberpunk 2077 Ditunda Hingga September

Fri, 24 January 2020
Game yang melibatkan Keanu Reeves, Cyberpunk 2077 perilisannya harus ditunda.

Buat penggemar game dan sedang menunggu perilisan Cyberpunk 2077, ada kabar buruk buat lo. Game ambisius dari developer CD Projekt Red ini memang sangat ditunggu oleh banyak penggemar game di seluruh dunia. Sebelumnya mereka menjadwalkan akan merilis Cyberpunk 2077 pada 16 April 2020 mendatang, tapi sayangnya perilisannya harus ditunda hingga 17 September 2020 nanti.

CD Projekt Red mengaku jika sebenarnya game yang paling ditunggu itu sudah selesai, tapi mereka masih harus memberikan beberapa sentuhan lagi agar lebih sempurna. Jadi, dengan berat hati mereka memutuskan untuk menunda perilisannya demi penggemar yang bisa merasakan pengalaman bermain yang lebih sempurna.

 

Umumkan Penundaan Perilisan Cyberpunk 2077 Lewat Twitter

Game dengan cerita futuristik ini ditunda perilisannya karena pihak developer ingin memolesnya hingga lebih sempurna.

Lewat pernyataannya di Twitter, pihak CD Projekt Red mengaku bahwa sebenarnya Cyberpunk 2077 telah selesai dibuat dan sudah bisa dimainkan. Namun, mereka merasa ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Game ini akan memiliki cerita, konten, dan banyak tempat sehingga proses pembuatannya sangat rumit. Jadi developer tersebut pun ingin mengundur perilisan demi game yang lebih sempurna.

“Saat ini kami telah berada di tahap di mana game ini telah selesai dan bisa dimainkan, tapi masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,” tulis CD Projekt Red.

“Night City sangat besar dan memiliki banyak cerita, konten dan tempat untuk dikunjungi, tapi karena skalanya yang besar dan tingkat kerumitan dari semuanya maka kami membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pengujian, perbaikan dan pemolesan. Kami ingin Cyberpunk 2077 menjadi pencapaian puncak kami untuk generasi ini. Jadi dengan menunda peluncuran bisa memberikan kami beberapa bulan yang berharga agar bisa membuat game ini sempurna,” tambahnya.

 

Game Ini Sangat Ditunggu karena Ikut Melibatkan Aktor Terkenal Keanu Reeves

Keanu Reeves ikut terlibat dan memerankan karakter bernama Johnny Silverhand.

Selain menjadi proyek ambisius dari CD Projekt Red, game ini juga ditunggu karena juga ikut terlibatnya aktor papan atas Keanu Reeves. Keanu Reeves tidak hanya mengisi suara saja karena sosoknya juga akan ikut bergabung dalam game tersebut dan akan memainkan karakter bernama Johnny Silverhand.

Karakter Johnny Silverhand rupanya cukup unik karena diceritakan sebagai bukan manusia biasa. Karakter itu merupakan sosok yang tidak nyata karena di versi game sebelumnya di Tabletop karakter Johnny Silverhand sudah terbunuh tapi mayatnya belum ditemukan. Meskipun karakternya bukan sosok manusia, tapi dalam game ini Johnny Silverhand ialah seorang pahlawan yang berjuang mencari kebebasan. Karakter ini ini juga sangat menentang sistem yang membelenggu dan ingin membantu mereka yang tertindas. Wah, keren banget ya Urbaners karakternya!

Meskipun lo harus kecewa karena perilisan Cyberpunk 2077 harus ditunda, tapi sepertinya game ini memang akan menyuguhkan keseruan dan pengalaman bermain game yang berbeda, ya Urbaners. Game dengan cerita yang futuristik ini akan bisa dimainkan lewat PS4, PC, Xbox One, dan Stadia lho!

 

 

Sources: cnetcom, gamebrott.com

Sadar Atau Nggak: Game FIFA Membentuk Selera Musik Anak Muda!

Thu, 10 September 2020
Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Siapa yang nggak candu kalau sudah main FIFA? Game sepakbola yang ada di konsol seperti Playstation dan lainnya ini memang jadi game yang disenangi banyak kalangan. Wajar, sepak bola sudah jadi bahasan tersendiri bagi banyak kalangan di seluruh belahan dunia ini.

Buat lo yang bahkan sampai membanting controller karena kalah, tenang – lo tidak sendirian, mungkin banyak yang seperti lo ini. Tapi itu jadi cerita menarik tersendiri saat main game FIFA. Sedari dulu, mungkin sudah ada tipe yang menyalahkan controller kalau sedang kalah.

Selain game atau permainannya menarik, sebenarnya ada hal yang terbaca sederhana, tapi ini cukup menjadi hal yang berpengaruh terhadap diri lo, khususnya di selera musik. Percaya atau tidak, FIFA jadi salah satu game yang menentukan selera musik lo.

 

FIFA Jadi Penentu Selera Musik Lo

Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Credit Image: ea.com

Kalau dilihat dari sejarah, nih – jika mundur kurang lebih 20 tahun ke belakang, lo bisa melihat bagaimana FIFA bisa membangkitkan semangat bermain dari soundtrack yang ada. Beberapa lagu bergenre grunge dan riff gitar yang bisa buat Joe Satriani minder – berhasil membuat lo semakin pede buat menang pertandingan, walau kadang nggak menang juga, sih.

Nah, maju setahun ketika seri atau edisi FIFA 98, beberapa soundtrack berganti sehingga mungkin pada saat itu lo jadi suka Blur karena lagu ‘woo-hoos’ yang terputar saat momen loading di FIFA 98 itu. Bentar-bentar, di sini ada yang pernah main sampai FIFA 98?

Mau satu tahun lagi ketika FIFA 99 rilis dengan cover Christian Vieri sebagai pahlawan timnas Italia, pada seri ini, genre trance-elektronika sedang oke-okenya di berbagai belahan dunia. Jadilah lo bisa dengar remix Dub Pistols Sick Junkie dari ‘Gotta Learn’ oleh Danmass.

Diikuti oleh ‘Naked and Ashamed’ dari Dyan Rhymes sampai akhirnya ke ‘The Rockafeller Skank’ dari Fatboy Slim yang super nge-beat. Deretan lagu tersebut menemani lo saat gameplay memilih pergantian kesebelasan.

Terus maju ke tahun millennial, FIFA 2000 mempertahankan sentuhan musik elektronik dari versi sebelumnya dengan adanya tambahan sentuhan pop di tahun-tahun berikutnya. Pas MTV masih jadi tontonan anak muda saat itu, lagu-lagi di chart Top of the Pops ikut mewarnai gameplay FIFA.

Seiring munculnya digital sharing platforms – lagu-lagu di FIFA terasa perubahannya. Pilihan lagu seperti ‘It’s Only Us’ dari Robbie Williams atau ‘Sell Out’ dari Reel Big Fish jadi warna tersendiri di game FIFA.

Gradasi ke musik pop ini bukan tanpa alasan dilakukan oleh developer FIFA. Hal ini terkait pesaing utama mereka, Konami yang mengeluarkan Winning Eleven untuk konsol Playstation. Tahun ke tahun, gradasi musik di FIFA semakin berwarna.

Pasalnya, di FIFA 2002, DJ Tiesto ikut andil dalam pengisian musik di game sepakbola ini. Mengagetkannya lagi ketika FIFA 2004, The Dandy Warhols, DJ Sensei, Termasuk Kings of Leon sampai Radiohead dengan lagunya ‘Myxomatosis’ ikut terisi di FIFA.

Sampai pada FIFA 2005 – perkembangan musik di dalam game tersebut cukup signifikan. Dari berbagai jenis lagu yang ada – akhirnya pilihan musik FIFA mengarah ke pop-rock, dan secara tegas meninggalkan genre elektronika yang bertahun-tahun menemani para pemainnya.

Wah bagaimana nih bro? Dari deretan perkembangan lagu yang sudah disebutkan di atas dan masuk ke dalam game FIFA, apakah lo berniat buat nostalgia lagi? Kalau iya, lo mesti berburu game dengan edisi tahun-tahun seperti itu lagi, nih!

 

Feature Image – tempo.co