Aji Styawan, Bicara Lingkungan dengan Karya Foto yang Mendunia

Tiap orang pasti pengen bisa punya karir yang sejalan sama passion. Setuju nggak, Bro? Kali ini ada Aji Styawan, seorang jurnalis foto sekaligus fotografer dokumenter asal Jawa Tengah yang menggunakan passion-nya di bidang fotografi untuk memperjuangkan isu-isu lingkungan di Indonesia. Proyek foto dokumenter “Drowning Land” berhasil bikin Aji mendapatkan Getty Images Climate Visuals Grant tahun ini. Membanggakan banget!

Bagaimana sih cara seorang foto jurnalis merangkai ide-ide kritis menjadi visual yang menarik? Bagaimana juga cara Aji mengabadikan isu lingkungan melalui jepretan kamera? Yuk, ngobrol lebih dalam dengan Aji Styawan!

 

Perjalanan Menemukan Passion dan Karir

Aji Styawan ketika memotret di Kec. Sayung, Demak
(Foto oleh: Cynthia Van Elk)

Aji Styawan mulai menyukai dunia fotografi sejak memegang kamera film tustel di bangku SMP. Ia sangat tertarik pada human interest ketika muncul perasaan ingin berinteraksi dan ingin tahu bagaimana kehidupan manusia atau lingkungan yang menjadi objek potretnya. Dari situ ia merasakan passion pada aliran foto jurnalistik yang kelak akan menjadi medium visual storytelling Aji.

Pada tahun 2013, Aji memulai karirnya sebagai jurnalis foto freelance untuk berbagai agensi, termasuk agensi internasional. Agar kemampuannya semakin mumpuni meski tanpa pendidikan formal di bidang fotografi maupun jurnalistik, Aji membekali diri dengan mengikuti Foundry Photojournalism Workshop di Bali pada tahun 2015. Di situ, Aji mendapatkan mentoring dari Maggie Steber, fotografer dokumenter asal Amerika yang sampai saat ini juga masih membimbing Aji untuk mengembangkan proyek-proyek fotografi dokumenternya.

Setelah mendulang banyak ilmu dan pengalaman, Aji berani unjuk karya melalui berbagai kompetisi, di mana ia juga mendapatkan banyak penghargaan. Hingga pada tahun 2016, Aji menemukan tempat yang tepat untuk menghidupi passion dan karirnya dengan berprofesi sebagai pewarta foto di Antara Foto (LKBN ANTARA).

 

Tanah yang Tenggelam

Foto liputan Aji Styawan di perairan Karimunjawa bersama Greenpeace

Aji Styawan mengaku sangat menikmati profesi yang digelutinya saat ini. Dalam tugas peliputan, Aji dituntut untuk menguasai semua isu, mulai dari liputan foto olahraga, politik, hukum sampai HAM. Salah satu pengalaman liputan yang paling berkesan untuk Aji adalah ketika meliput kapal legendaris Greenpeace Rainbow Warrior’ bersama kapten kapal Peter Willcox dalam misi mengusir kapal tongkang pengangkut batu bara yang merusak terumbu karang di wilayah perairan konservasi Kepulauan Karimunjawa pada tahun 2018 lalu.

Di tahun yang sama, Aji sudah sering memotret tentang abrasi dan kenaikan air laut di pesisir Demak dan mengirimkannya untuk kebutuhan editorial di Kantor Berita Antara Foto. “Seiring berkembangnya waktu, saya merasa tergugah untuk membuat proyek foto dokumenter jangka panjang yang lebih dalam (in-depth reporting) tentang kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Demak yang hidup bersahabat dengan naiknya permukaan air laut,” ujar Aji yang bertempat tinggal di Mranggen, Kabupaten Demak.

Aji menilai, hingga saat ini, masih belum ada solusi efektif yang dilakukan untuk menanggulangi kenaikan permukaan air laut di sana. Berbagai upaya seperti penanaman mangrove dan sejumlah upaya konstruksi dilakukan oleh pemerintah serta sejumlah organisasi lingkungan hidup, namun belum membuahkan hasil yang maksimal. Perubahan iklim akibat pemanasan global terus terjadi, penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi air tanah terus berlangsung di wilayah pesisir, sementara itu kehidupan masyarakat pesisir semakin memprihatinkan ketika kehidupan mereka terancam oleh kenaikan air laut.

“Saya sendiri berasal dari Demak, dan mereka masyarakat pesisir adalah tetangga saya. Cerita mereka perlu diangkat di tingkat yang lebih tinggi, agar bisa mendapatkan perhatian di skala yang lebih luas,” harap Aji. Aji yakin bahwa media memegang peran penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan, ke arah mana kehidupan Bumi ini akan dibawa.

 

Grant Kelas Internasional untuk Dua Tahun Pengabdian

Aji Styawan menerima penghargaan Wartawan Energi 2019 dari Kementerian ESDM

Seorang teman dari Belanda yang mengetahui proyek foto dokumenter Aji menyarankannya untuk mengirim karya dan proposal ke ajang Getty Images Climate Visuals Grant. Di tahun 2020, Getty Images bekerjasama dengan Climate Visual (NGO yang bergerak dalam bidang perubahan iklim) mengadakan sebuah grant terbuka bagi fotografer di seluruh dunia yang memiliki proyek foto dokumenter dengan isu perubahan iklim yang masih berjalan.

“Alhamdulillah, proyek foto dokumenter saya yang berjudul “Drowning Land” menjadi salah satu yang berhak mendapatkan dana hibah (grant) sebesar Rp140 juta atau $10.000. Proyek dokumenter ini masih terus berjalan, di mana saya mengangkat tentang isu kenaikan permukaan air laut di Pesisir Demak,” ucap Aji yang sempat nggak percaya karyanya dipilih dari sekian banyak peserta lain.

Awalnya Aji berpikir bahwa akan ada banyak sekali isu-isu lingkungan menarik yang berkaitan dengan perubahan iklim di seluruh dunia. Namun, karya Aji memiliki nilai kekuatan tersendiri. Juri dan Peneliti Climate Visuals, Susie Wang, menyampaikan bahwa kisah masyarakat Demak yang kuat dan tangguh dalam beradaptasi dengan perubahan iklim sangatlah mengharukan. Ini sekaligus pembuktian bahwa hasil jepretan tangan Aji memiliki makna yang begitu mendalam hingga mampu menyentuh para juri.

Aji pun mengungkapkan bahwa memotret dengan hati adalah salah satu kunci mendapatkan sebuah foto yang bisa bercerita. Jadi, sebelum minta penilaian orang lain, seorang fotografer harus menyukai dengan sepenuh hati apa yang dikerjakannya. Selain itu, akan lebih baik juga kalau lo bisa menemukan mentor yang tepat untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan visi.

Sebagai karya terpilih, Aji mendapatkan dana hibah serta mentoring dari para ahli di bidang fotografi maupun lingkungan untuk mendukung keberlanjutan proyek foto dokumenter Aji di wilayah Kabupaten Demak, dan mungkin juga di wilayah-wilayah lain yang terdampak. Aji berharap, jika nanti proyeknya sudah selesai dan dipublikasikan, ada dampak positif yang didapat masyarakat pesisir maupun masyarakat secara global terkait perubahan iklim. “Semoga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat lebih luas tentang cara hidup kita yang harus bijak bersanding dengan alam,” pungkas Aji.

Dari cerita Aji, lo bisa mendapatkan pesan bahwa apa pun passion lo, kalau ditekuni dengan sepenuh hati, pasti akan membawa hasil yang maksimal, Bro! Buat lo yang punya passion yang sama di dunia fotografi, mampir aja ke website Aji buat nemuin inspirasi seputar fotografi human interest dan lingkungan!