Inspiring People
Rabu, 17 Juli 2019

Geliat Streetwear dari Mata Yung of Untold

  • Share
  • fb-share
Geliat Streetwear dari Mata Yung of Untold

Siapa sih yang nggak antusias kalau membicarakan streetwear saat ini, Urbaners? Kultur fesyen yang lahir di jalanan New York dan Los Angeles ini menjelma menjadi industri miliaran dollar yang digandrungi banyak kaum urban, atau sering disebut kaum ‘hypebeast’. Mulai dari fashionista kelas kakap sampai Gen Z, semua berlomba-lomba mau mengoleksinya di lemari. Uniknya, genre fesyen yang sejatinya tumbuh dari skena surf & skate di jalanan Amerika ini sekarang malah bisa kita temukan di dalam mall. Berbicara tentang streetwear, Yung, pelaku dan pemerhati industri streetwear sejak era 90-an serta owner dari brand streetwear premium lokal, Untold juga angkat suara nih, Urbaners!

 

Streetwear is All About True to Yourself

Pria bernama lengkap Sugianto ini lebih suka jika dipanggil Yung. “Come in. Welcome to Untold home ground,” sambut Yung dengan potongan rambut jarhead yang menjadi ciri khasnya. Yung langsung mengajak ke ruang kerja. Sewaktu memandu jalan, melihat desain di belakang t-shirt hitamnya yang bertuliskan ‘Grounded in Loyalty’.

“Ya, setiap desain dan koleksi yang dirilis Untold itu punya message-nya. Untold itu DNA gue dan gue mau memberikan inspirasi ke semua customer dari pengalaman yang pernah gue dapat,” jawab Yung ketika ditanya maksud dari tulisan tersebut.

Streetwear is All About True to Yourself

Sesampainya di ruang kerja, apa yang baru saja diucapkan Yung semakin terjawab nih, Urbaners. Setiap sisi tembok ruang kerjanya penuh dengan mural yang penuh arti. Satu gambar yang paling mencolok adalah gambar telapak tangan yang tertancap banyak anak panah. Pas ditanya, gambar itu punya makna no matter how hard you are, you have to stand strong. “Lo harus tetap kokoh and true to yourself,” tambah Yung.

Lo pasti sudah bertanya-tanya kan, sejak kapan sih Yung sudah mendalami dunia streetwear? Ketika ditanya hal yang sama, Yung menjawab bahwa awal ketertarikannya terhadap dunia streetwear itu tumbuh saat dia menempuh pendidikan di Australia pada tahun 1991 silam. Yung mulai berkenalan dengan brand Cross Colours dan Reebok Pump yang saat itu jadi incaran banyak anak muda. “Tahun 92-93 itu zaman-zaman Cross Colours. Pokoknya kalo nggak lebar gila, itu nggak keren jaman dulu,” tutur Yung yang saat itu juga mengidolakan Will Smith, Vanilla Ice dan Milli Vanilli.

Memang sepanjang kurun waktu 80 sampai 90-an skena streetwear baru saja lahir. Buat lo yang belum tau, skena streetwear sendiri muncul sebagai suatu gerakan yang berada di luar industri fashion, jauh dari pakaian retail yang diproduksi secara masal maupun pakaian yang diproduksi oleh desainer papan atas. Menurut David Fischer, penggagas situs streetwear Highsnobiety, streetwear berarti membawa semangat DIY (Do It Yourself).

Streetwear is All About True to Yourself

Sekarang, streetwear bertumbuh besar dan seakan sulit buat dikendalikan. Label fesyen raksasa mulai panik. Bahkan, pada tahun 2017 dunia fesyen sempat tertegun melihat brand Supreme yang dulunya diisukan Ceast and Desist Order oleh LV akibat menggunakan print logo mereka, akhirnya malah berkolaborasi di peragaan menswear Louis Vuitton fall/winter 17 di Paris. “Streetwear itu milik community. Dari mereka yang support dan menginspirasi masyarakat luas," papar Yung. Menurutnya, era kemewahan streetwear saat ini masih terus berlanjut. Tapi dia percaya akan datang masa di mana hype-nya perlahan berhenti dan streetwear kembali ke akarnya.

 

Untold Believe Action Speaks Louder Than Words

Sebagai pelaku dan pemerhati skena streetwear, pada tahun 2016 lalu akhirnya Yung mendirikan Untold buat mewujudkan mimpi-mimpinya. Brand lokal yang berfokus pada casual wear ini mendapat respon hangat dari masyarakat luas. Tak main-main, Untold pun sudah berkolaborasi dengan berbagai brand besar seperti Misfits, Hublot, Watchanis dan Street Photographer Azcha Tobing.

"Waktu awal bikin, sebenarnya kita mau ngasih nama Unknown. Tapi karena namanya kurang pas, kita decide Untold," terang Yung. Nama Untold sendiri menurutnya bisa merepresentasikan masa lalu Yung saat struggle dan bangkit dari keterpurukan. "Tahun 2014 gue mengalami kegagalan bisnis, backstabbing dan hutang yang banyak. It’s a hardful time for me. Dari sana gue coba buat bangkit, tapi less talk, more action. Itu kenapa namanya Untold," sambungnya.

Sampai saat ini, Untold sudah merilis 12 koleksi. Sayangnya, beberapa diantaranya dirilis secara eksklusif dan nggak mungkin diproduksi lagi, Urbaners. Tapi, kalo lo mau mengintip koleksi Untold yang lain, lo bisa langsung mengunjungi The Goods Dept, Sogo Dept Store, Central Dept Store dan SEIBU Dept Store. Well, masih penasaran obrolan apa yang terjalin sama Inspiring People ini? Tonton video lengkapnya di YouTube channel MLDSPOT TV and get yourself inspired!

Comments
Kamto mun
Good information
Agus Sungkawa
Geliat Streetwear dari Mata Yung of Untold