Alur Bamboo, Sulap Bambu Jadi 1001 Karya Seni

Urbaners, material bambu sering banget dijumpai di hunian-hunian Indonesia. Selain memberikan kesan yang adem, bambu juga ringan, fleksibel, dan memberikan kesan budaya tersendiri. Dari situlah, Alur Bamboo, mencetuskan ide untuk mengkreasikan berbagai kerajinan tangan dari material bambu.

Dengan bahan tradisional, Alur Bamboo memproduksi art work dengan desain yang inovatif dan lebih modern. Seperti apa awal mula rintisan usaha Alur Bamboo, bagaimana proses pembuatannya, dan apa saja karya yang sudah dihasilkan? Yuk, kupas tuntas ceritanya di sini, Urbaners!

Material Tradisional Dengan Sentuhan Design Modern

Pemilihan material bambu yang tepat menentukan kualitas produk

Inspirasi bisa datang kapan saja dan di mana saja. Setuju nggak, Urbaners? Kata-kata tersebut juga bisa menggambarkan cikal bakal berdirinya Alur Bamboo. Rintisan bisnis ini mulai beroperasi sejak awal tahun 2016. Karena nggak sengaja bertemu dengan seorang pengrajin bambu dan membahas material bambu secara detail, Arif Rachman akhirnya memiliki ide untuk mengembangkan usaha kerajinan tangan bambu.

"Saya sih melihatnya di era masyarakat modern saat ini, material bambu lekat dengan hal-hal yang tradisional. Saya ingin merubah stigma itu dengan cara membuat desain produk kerajinan tangan bambu yang inovatif dan modern," ujar Arif sebagai founder dan owner. Selain ingin mengubah citra bambu, Arif juga sering merasa miris melihat pembabatan kayu di hutan Indonesia yang semakin liar dan menyebabkan kerusakan ekosistem lingkungan hidup.

Setelah berupaya mencari alternatif material yang lebih ramah lingkungan, akhirnya pilihan tersebut jatuh pada material bambu. Arif yang tinggal di Jawa Barat juga melihat potensi bambu yang berlimpah dan mudah didapat, tapi kurang dimanfaatkan dengan maksimal.

“Nama Alur Bamboo sendiri diambil dari motif serat yang terdapat pada daging bambu, yang menjadi ciri khas material ini. Arti kata alur kemudian dianalogikan sebagai sebuah sistem dan struktur yang harus dijalankan dalam bisnis perusahaan atau manajemen kami,” kata Arif.

 

Kelebihan dan Kekurangan Material Bamboo

Proses pengerjaan instalasi bambu untuk Starbucks Indonesia

Urbaners, walaupun batangan bambu terlihat kurus dan lemas, nyatanya kekuatan bambu bisa menggantikan besi atau beton sebagai struktur atau konstruksi bangunan. Material ini punya sifat yang elastis dan fleksibel untuk menahan goncangan. “Alasan lain adalah karena jumlah persediaan bambu di Indonesia sangat melimpah. Begitu dipotong, kayu bambu bisa tumbuh kembali dengan cepat. Material ini juga tergolong nggak polutif pada lingkungan,” jelas Arif.

Hadir dengan segudang kelebihan, bukan berarti bambu nggak punya kekurangan. Material ini rentan terkena jamur dan nggak bisa tahan selama kayu atau besi pada umumnya. Sambungan bambu cenderung lemah karena hingga saat ini, sambungannya hanya bisa menggunakan tali ijuk, paku, dan lem. Oleh karena itu, nggak heran kalau bambu sering dijadikan kerajinan dan furnitur ringan semata.

 

Pengerjaan Karya yang Penuh Totalitas

Salah satu karya Alur Bamboo yang dipajang di Bali

Untuk menghasilkan sebuah mahakarya kerajinan bambu, semuanya dimulai dari proses pemilihan bahan baku. Idealnya, bambu yang digunakan harus cukup tua, kurang lebih sekitar tiga tahun. Jika umur bambu kurang dari itu, maka kualitas produk yang dihasilkan juga nggak bakal maksimal, Urbaners.

Setelah memilih bambu yang cukup umur, proses selanjutnya adalah pengeringan selama 3-4 hari dengan cara menjemur bambu di bawah sinar matahari. Langkah ini penting untuk menghilangkan kadar air di dalamnya. Jika sudah kering, maka dimulailah proses pengukuran dan pemotongan bilahan bambu sesuai skema desain karya.

Dari situ, para pengrajin bambu baru bisa memulai proses bending (teknik membengkokkan bilah bambu), assembly, dan membentuk bilah bambu dengan menggunakan lem dan pasak. “Tahap yang cukup sulit adalah ketika membentuk atau membengkokkan bilah bambu secara presisi. Jika salah, maka bisa-bisa bambu akan patah,” ungkap Arif.

Arif menambahkan, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu karya tergantung pada kebutuhan, jumlah material, serta teknik pembentukan yang diperlukan. Waktu pengerjaan bisa semakin panjang ketika musim hujan tiba. Soalnya, materi bambu rentan terhadap perubahan suhu, sehingga ada kesulitan teknis ekstra dibandingkan dengan material lain.

Alur Bamboo selalu mencoba menghasilkan bentuk kerajinan baru dari waktu ke waktu. Hingga saat ini, kreasi yang sudah dijual antara lain berupa lampu, nampan, tatakan gelas, tempat stationary, keranjang, artwork atau instalasi seni. Nggak cuma di Indonesia, mereka juga udah memasarkan produknya ke negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Urbaners, untuk menjaga kerajinan bambu yang lo miliki, ada beberapa tips penting nih. Supaya nggak terserang jamur, sebaiknya karya bambu disimpan di tempat kering dan nggak lembab. Usahakan juga jangan terkena paparan sinar matahari langsung, karena bambu bisa memuai dan berubah bentuk.

Penasaran pingin tahu kreasi bambu lain yang lebih inovatif? Lo bisa lihat langsung Instagram-nya di @alurbamboo!