Inspiring Products
Rabu, 13 April 2016

Membuat Suatu Mahakarya dari Bahan yang Terbuang

  • Share

Cara pembuatan jam Matoa juga terbilang sangat detail, pertama mentahan kayu yang masih berbentuk kotak dibentuk menjadi jam tangan dan juga talinya dengan menggunakan digital modelling, kemudidan lanjut ke sanding process yang masih manual dilakukan oleh para pekerjanya, ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu masuk ke drilling process dan pelapisan agar kayu lebih kuat lagi dan warnanya lebih keluar. Terakhir barulah masuk ke proses finishing yang juga dilakukan secara manual. Jadi, terjawab dong segala keraguan lo, Urbaners. Memang produksi jam tangan satu begitu eksklusif dan sangat terbatas, karena Matoa ingin menyuguhkan produk yang tidak hanya keren tetapi juga berkualitas tinggi.

Matoa juga tidak hanya memikirkan soal produksi saja, Urbaners, tetapi dengan adanya produk jam tangan ini, Matoa juga membuktikan bahwa dari bahan yang bisa dibilang tidak mungkin atau bahan yang terbuang, mereka bisa memanfaatkannya kembali menjadi suatu mahakarya yang bermanfaat dan keren tentunya.

Meskipun sempat diragukan saat Lucky membuat produk ini, ia tetap yakin akan usaha tersebut. Baginya, yang terpenting dalam keberhasilan suatu usaha adalah kedisiplinan mulai dari disiplin ilmu sampai waktu. Dan terbukti, usaha dan kedisiplinan Lucky membuahkan hasil, sekarang produk jam tangan Matoa tidak hanya dicari oleh anak-anak muda Indonesia, tetapi juga telah merambah ke luar negeri dan bahkan mendapatkan banyak penghargaan.

Comments

Ide brilian
Cakep benerr ini