Jurassic World's New Concept - MLDSPOT
  • Movie
  • Jurassic World's New Concept

Jurassic World's New Concept

Mon, 11 May 2015

Kalau lo merindukan sensasi mencekam dari film Jurassic Park, maka tahun 2015 ini adalah tahun yang lo tunggu. Selang 14 tahun sejak dirilisnya film Jurassic Park III, akhirnya seri terbaru dari Jurassic Park kembali hadir di layar lebar. Mengangkat judul “Jurassic World”, seri keempat ini menawarkan konsep cerita yang baru, mulai dari alur cerita, teknik pembuatan, sampai jenis dinosaurus yang muncul.

Film Jurassic World mengambil setting cerita di Isla Nublar, sebuah pulau yang terletak di Central America’s Pacific Coast dekat Costa Rica. Dalam pulau ini, terdapat dinosaur theme park baru, bernama “Jurassic World”, yang dimiliki oleh Masrani Global Corporation. Adapun salah satu pemeran utama dalam film ini, Chris Pratt, berperan sebagai Owen Grady, salah satu staff Jurassic World yang bertugas untuk meneliti perilaku dari sekelompok Velociraptors. Sementara, Bryce Dallas Howard berperan sebagai Claire Dearing, operations manager Jurassic World.

Suatu hari, kedua keponakan Claire, Zack (Nick Robinson) dan Gray (Ty Simpkins), datang untuk berwisata di Jurassic World. Awalnya, Zack, Gray, dan pengunjung lainnya tampak menikmati seluruh hiburan yang ada di dinosaur theme park tersebut. Keadaan baru berbalik saat para ahli genetika Jurassic World menciptakan sebuah hybrid dinosaur yang bernama Indominus rex untuk meningkatkan kehadiran pengunjung. Dinosaurus hasil kolaborasi DNA dari Giganotosaurus, Rugops, Majungasaurus, dan Carnotaurus itu berhasil melarikan diri dan mulai menebar teror. Owen dan timnya pun berusaha untuk menangkap dinosaurus tersebut, menciptakan petualangan antara hidup atau mati.

Kalau dibandingkan dengan seri film Jurassic Park I sampai III, Jurassic World terlihat lebih futuristik dengan kehadiran berbagai macam teknologi baru dalam film, seperti hybrid dinosaur dan kendaraan berbentuk bulat yang digunakan untuk melihat dinosaurus secara lebih dekat. Terlebih, film Jurassic World menggunakan “computer-generated imagery” (CGI), berbeda jauh dari seri film Jurassic Park sebelumnya yang menggunakan animatronics. Dengan kata lain, film Jurassic World sedikit lebih memainkan unsur fantasi dibanding ketiga seri film Jurassic Park yang terdahulu.

Rentang waktu belasan tahun memang menuntut Jurassic World untuk tampil lebih fresh. Bertaruh dengan konsep baru, Jurassic World optimis untuk bisa mendapatkan hari para penggemar seri film Jurassic Park.

Source : jurassicworldnews.com, entertainthis.usatoday.com, buzzhub.files.wordpress.com

 

 

Tanggal Rilis
Film yang diproduseri oleh Frank Marshall dan Patrick Crowley ini akan dirilis oleh Universal Pictures pada tanggal 12 Juni 2015 di Amerika Utara. Menurut kabar yang beredar, film ini hanya berdurasi 117 menit.

Satu-satunya Aktor yang Bertahan
Bradley Darryl “B. D.” Wong adalah satu-satunya aktor yang tampil di seluruh seri film Jurassic Park. Dalam film Jurassic World, Wong berperan sebagai Dr. Henry Wu, kepala tim genetika yang menciptakan hybrid dinosaur.

Panen Kritik
Meski baru trailer-nya saja yang keluar, namun film Jurassic World udah memanen kritik dari berbagai kalangan. Salah satu penyebab kritik terbesar adalah hasil CGI dalam film Jurassic World yang dinilai sangat buruk.

Gambaran Tahun Lalu Lewat Film Death To 2020: Emangnya Se-mengerikan Itu, Bro?

Wed, 06 January 2021
Kilas Balik tahun 2020 lewat film Death To 2020!

Sepertinya lo akan sepakat kalau mengatakan bahwa 2020 adalah tahun paling membosankan sepanjang tahun lo hidup. Karena keadaan yang memkasa lo untuk terus berada dirumah pastinya lo udah kehabisan aktivitas – iya nggak, bro?

Pastinya lo berharap 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik. Tapi kalau dipikir-pikir dibalik itu semua pasti ada hal di 2020 yang berkesan untuk lo – dengan kebiasaan baru, pasti hal ini melekat di dalam hidup lo.

Untuk mengenang tahun yang membosankan itu, Netflix merilis sebuah film yang merekap semua kejadian yang sekiranya kita semua alami di 2020. Film dengan judul Death To 2020 ini diproduksi oleh kreator dari series Black Mirror. Seperti apa ya tahun 2020 dikemas dalam film ini?

Universe Yang Sama, Jalan Cerita Yang Beda

Kalau lo mengharapkan film ini akan sama dengan series Black Mirror, sayangnya lo nggak akan menemukan hal itu dalam film ini, bro.

Banyak perbedaan yang mencolok dari film ini dibandingkan dengan series Black Mirror – dengan kritis yang sama, film ini disajikan dengan lebih ringan dan mudah dimengerti oleh semua kalangan. Dibalut dengan konsep yang berbeda, film ini tetap menuai antusiasme masyarakat kok, bro!

Bukan Film Dokumenter, Tetapi Mokumenter

Kalau lo biasa dengar film dengan format dokumenter, di Death To 2020 lo akan melihat film dengan format mokumenter. Secara umum, film ini menggambarkan 2020 dalam sebuah dokumenter namun dikemas secara fiksi – alias nggak semuanya yang ada di film ini itu nyata adanya, bro.

Cerita yang mengangkat kisah selama pandemi ini dikemas dengan sangat menarik. Dengan adanya scene wawancara, film ini semakin terasa nyata. Karakter-karakter yang ada didalam film ini pun seakan menceritakan kejadian yang benar dialaminya dalam kehidupan nyata.

Rewind 2020 Dalam Bentuk Film

Kilas Balik tahun 2020 lewat film Death To 2020!

Credit image – netflix UK

Kalau Indonesia kemarin diramaikan dengan video Rewind Indonesia di Youtube, film ini kurang lebih menceritakan kehidupan lo di tahun 2020 secara runtut. Mulai dari ramainya sosial media dengan topik-topik yang aneh, tren TikTok, kampanye Black Lives Matter, dan lain-lainnya.

Dengan durasi 70 menit, film ini berhasil mengemas tahun 2020 ke dalam dokumenter fiksi dengan baik. Dimulai dari bencana kebakaran hutan di Australia di awal tahun sampai masuknya virus COVID-19. Pokoknya, kalau nonton ini lo berasa melihat hidup lo di 2020 dalam bentuk film deh!

Film Sebagai Bentuk Kritik Terhadap Apa Yang Terjadi

Kilas Balik tahun 2020 lewat film Death To 2020!

Credit image - NME

Setelah menonton film ini, pasti lo akan sadar bahwa film ini sebenernya bentuk kritik terhadap apa yang sudah di 2020 – mulai dari arogannya orang-orang terhadap pandemi, kebijakan pemerintah, sampai hal-hal nggak penting yang terjadi di media sosial.

Namun ada hal juga yang akan menyadarkan lo – bahwa film ini juga akan memberikan efek lega kalau lo menjalani tahun yang berat kemarin nggak sendirian, bro.

Mungkin sebenarnya 2020 juga nggak seburuk itu ya, bro – tapi dengan menerapkan kebiasaan baru dan menjalankan hidup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lo merasa kalau tahun ini membosankan dan buruk.

Setelah memasuki tahun 2021, apa yang bisa lo syukuri di tahun 2020 lalu, bro?

 

Feature image - letterboxd