• Movie
  • Fighting Scene Paling Legendaris

Fighting Scene Paling Legendaris

Mon, 22 June 2015

Apa salah satu adegan paling seru yang ada dalam film action? Tentu adegan pertarungan langsung menjadi jawaban mutlak. Apalagi kalau adegan pertarungannya melibatkan martial arts yang mengharuskan kedua petarung untuk berlaga secara dekat. Kontak fisik di antara mereka membuat adegan pertarungan dalam film terasa benar-benar nyata. Nah, di antara sekian film action yang melibatkan martial arts, berikut adalah lima adegan pertarungan martial arts yang paling spektakuler dalam film:

The Matrix: Neo vs Agent Smith

Kalau berbicara tentang martial arts epic dust-ups, maka film The Matrix bisa jadi salah satu alternatif terbaik. Dalam film ini, terdapat adegan di mana Neo berkelahi dengan Agent Smith di stasiun kereta bawah tanah. Serangan di antara mereka tampak begitu dramatis dengan adanya efek kerusakan parah pada stasiun.

The Legend of Drunken Master: Wong Fei-hung vs John dan Henry

Drunken boxing style ala Fei-hung bisa begitu mengagumkan, sekaligus sangat membahayakan. Kalau terlalu banyak menenggak alkohol, Fei-hung akan kehilangan kendali. Sebaliknya, kalau terlalu sedikit meminum alkohol, Fei-hung bakal kehilangan kemampuan bertarungnya. Fortunately, Fei-hung menerapkan saran yang diberikan oleh ayahnya, sehingga dia mampu mengendalikan drunken boxing dengan bijak.
 

Fist of Fury: Bruce Lee vs Evil Japanese Dojo

Memilih adegan pertarungan Bruce Lee yang paling mengesankan jelas sangat sulit, mengingat dia selalu menyelesaikan adegan perkelahiannya dengan baik. Tapi, teknik martials art yang dilakukan Bruce Lee dalam film Fist of Fury bisa menjadi salah satu adegan pertarungan yang paling spektakuler. Saat menjatuhkan lawannya satu demi satu, dia terus bergerak secara sigap dan gesit.
 

The Raid 2: Berandal: Rama vs The Assassin

Film action yang mengangkat nama Indonesia ini memang menitikberatkan pada sisi pertarungan martial arts-nya. Nggak heran kalau film The Raid 2: Berandal lebih banyak memperlihatkan adegan berkelahi dengan segenap darah yang tertumpah. Pertarungan head to head antara Rama dengan salah seorang pembunuh juga menjadikan film ini semakin menegangkan.
 

The Protector: Unedited Restaurant Brawl

Pelajaran yang bisa didapat dari film ini adalah jangan pernah mencuri gajah milik Tony Jaa atau dia akan datang untuk menghancurkan semua yang lo punya. Percampuran antara kekuatan fisik dan kemarahan yang membara membuat Tony Jaa berhasil memamerkan gerakan martial arts yang spektakuler dalam film ini.

Source : www.screenrant.com, www.hollywoodreporter.com

5 Film Martial Arts yang Juga Keren
Selain kelima film di atas, ada juga lima film keren lainnya yang menampilkan adegan-adegan pertarungan martial arts. Kelima film itu adalah Crouching Tiger, Hidden Dragon; Iron Monkey; Way of the Dragon; Once Upon A Time in China II; dan Flash Point.

Weapon-Based Martial Arts
Walau lebih terkenal sebagai teknik bela diri dengan tangan kosong, namun sebenernya martial arts juga bisa dilakukan dengan menggunakan senjata. Contoh weapon-based martial arts adalah kendo, bojutsu, kyudo, modern fencing, dan stick-fighting system lainnya.

Fakta Seputar Martial Arts
Martial arts adalah sistem pertempuran yang lahir di Eropa pada awal tahun 1550-an. Istilah “martial arts” ini berasal dari bahasa Latin yang berarti “arts of Mars”, di mana Mars dipercaya sebagai dewa perang bagi bangsa Romawi.

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?