Godzilla 2 Getting Bigger and Better - MLDSPOT
  • Movie
  • Godzilla 2 Getting Bigger and Better

Godzilla 2 Getting Bigger and Better

Thu, 01 October 2015

Ketika negara api mulai terserang oleh monster api bernama Godzilla, semua bakal jadi gosong. Urbaners, Godzilla yang sudah meluluh lantahkan kota pada bulan Mei tahun 2014 lalu melalui filmnya, bakalan hadir kembali dengan ukuran yang lebih besar dan mempunyai kekuatan penghancur yang lebih dahsyat. Daripada lo penasaran kayak gimana kedahsyatan monster ini? Lo bisa baca dibawah ini ya!

 

Godzilla terbesar bakalan rilis 2018

Urbaners, setelah debut Godzilla mencuat ditahun 2014, kali ini Max Borenstein selaku juru Godzilla ini bakalan kembali dengan film Godzilla yang kedua. Seperti yang diharapkan oleh kebanyakan orang, Godzilla sesi kedua ini bakalan muncul lebih besar dan sebagai mesin penghancur yang lebih baik. Rencananya Godzilla 2 ini bakalan diluncurkan pada tanggal 8 Juni 2018 mendatang dengan menggandeng sutradara Gareth Edwards.

Pada film yang sebelumnya, penggemar monster ini kecewa karena monster hijaunya hanya muncul delapan menit saja. Oleh karena itu, mereka menjanjikan kalau monster ini bakalan lebih besar dan lebih baik dari yang sebelumnya.

Namun, pengakuan dari Gareth Edwards selaku calon sutradara ini kalau dia sedikit sibuk untuk menggarap sekuel film Star Wars. Dia sedikit khawatir kalau Godzilla 2 ini nggak punya cukup waktu untuk menggarapnya secara sempurna sesuai dengan kemauan penggemar.

 

Godzilla juga hadir di Jepang tahun ini

Bagaimana dengan film Godzilla yang terakhir dibuat oleh Jepang? Bulan April lalu, pembuat film Godzilla yang ke 29 ini bernama Hideaki Anno dan Shinji Higuchi muncul dengan monster Evangelion. Nggak hanya itu saja lho Urbaners, Godzilla garapan Jepang ini juga sudah menggunakan teknologi hybrid yang canggih. Dimana teknologi ini belum pernah diperkenalkan di Jepang sebelumnya. Higuchi menjanjikan kepada para penggemar Godzilla di Jepang kalau mereka bakalan bekerja semaksimal mungkin menggunakan teknologi yang ada. Godzilla versi Jepang karya dari Higuchi dan kawan-kawan ini bakalan hadir di Tokyo pada bulan September ini.

Urbaners, lo kalau belum puas dengan sekuel film Godzilla yang pertama, bisa lo tungguin aja filmnya yang kedua. Seperti janji dari calon sutradara kalau Godzilla ini bakalan lebih mengerikan, jauh lebih besar dan lebih baik dari yang sebelumnya. Maka dari itu, lo diharuskan sabar untuk menunggu hasil terbaik dari sang sutradara ya Urbaners.

Source: slashfilm.com, www.godzilla-movies.com,

 

 

Gojira adalah nama asli Godzilla
​Nama asli dari Godzila adalah gojira yang berarti paus dalam bahasa Jepang.

Godzilla pernah melawan dengan Charles Barkley
​Pada tahun 1992, iklan Nike pernah menampilkan Charles Barkley bertarung melawan Godzilla. Unik!

Batman vs Godzilla
​Beberapa sutradara di dunia pernah berpikir bahwa akan ada batman vs Godzilla. Tetapi ide tersebut tidak pernah terealisasikan

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium