6 Toughest Movie Characters - MLDSPOT
  • Movie
  • 6 Toughest Movie Characters

6 Toughest Movie Characters

Thu, 08 October 2015

Ada begitu banyak film dengan karakter-karakter tangguh di dalamnya. Dari yang mulai jago berkelahi hingga punya teknik khusus dalam membunuh lawan. Tapi, apa lo bisa menebak siapa sepuluh karakter paling tangguh dalam dunia film? Cek tebakan lo di bawah ini.

 

Rocky Balboa (Rocky Series)

Pernah menonton film serial Rocky? Pada bagian akhir Rocky seri pertama, tokoh Rocky yang diperankan oleh Sylvester Stallone terlibat dalam pertarungan tinju. Ia memang kalah dalam olahraga adu jotos tersebut, namun Rocky tetap bangkit dan melakukan perlawanan.

 

Bryan Mills (Taken Series)

Lagi-lagi tokoh badass datang dari serial film, kali ini Bryan Mills dari film Taken. Tokoh yang diperankan oleh Liam Neeson tersebut memiliki kemampuan spesial. Ia adalah orang yang menemukan mode geri-action sebagai mantan agen CIA.

 

Frank Dux (Bloodsport)

Frank Dux adalah seorang master. Dan nggak ada yang lebih cocok memerankan tokoh tersebut selain Jean-Claude Van Damme. Frank Dux dapat melakukan jenis bela diri yang dinamakan Dim Mak atau disebut juga dengan death touch. Dari batu bata hingga lawan sungguhan, Frank Dux dapat melibasnya.

 

The Bride (Kill Bill Series)

Who says women can’t kick ass? Lo pasti masih ingat dengan The Bride dalam serial film Kill Bill ketika ia membunuh mantan mentornya, Bill. Nggak ada yang dapat menghalangi niatnya, thanks to her Five-Point-Palm Exploding Heart technique. Peran The Bride dibintangi oleh Uman Thurman.

 

SFPD Lieutenant Frank Bullitt (Bullitt)

Karakter Frank Bullitt dikenal ahli dalam mengendalikan mobil Mustangnya. Steve McQueen, aktor yang membintangi karakter tersebut, disebut-sebut sama sangarnya dengan Frank Builtt. Ia bisa mencapai kecepatan 110 km/jam dalam mengejar penjahat apabila diperlukan.

 

Lee (Enter the Dragon)

Ini, nih, karakter paling tangguh dalam film manapun. Karakter yang dibintangi oleh Bruce Lee ini melakukan stunts-nya sendiri, lho. Nggak hanya jago berkelahi, Lee juga dikenal peduli dengan budaya yang melekat dengannya. Ia menyelamatkan orang-orang karena sering merasakan amarah dalam dirinya.

 

Dari kesepuluh daftar di atas, yang mana karakter favorit lo? Atau mungkin lo punya rujukan karakter yang lebih tangguh? Kasih tahu kami di kolom komentar, ya, Urbaners!

 

Source: nocookie.net, Wikimedia.org, moviepilot.com

Cewek berkontribusi 46% di film action
​Semakin tahun, kontribusi cewek di film action semakin tinggi. Pada tahun 2012, setidaknya di setiap film 46% krunya adalah cewek

Stu di film hangover beneran kehilangan giginya
​Pernah lihat film Hangover? Pemeran Stu yang kehilangan giginya, ternyata beneran kehilangan giginya, no efek!

The Girl with the Dragon Tattoo
​Pada saat shooting film The Girl with the Dragon Tattoo di Swedia, ternyata suhunya paling rendah selama 20 tahun terakhir

Videografi dan Sinematografi: Ternyata Nggak Sama, Bro!

Thu, 04 March 2021
Videografi

Dalam memproduksi sebuah film emang nggak bisa terhindar dari teknik-teknik yang membuat film itu sendiri hidup. Baik dalam pengambilan gambar, cara menggunakan alatnya, sampai teknik ke dalam bagaimana film itu dikemas.

Dalam sebuah film, nggak cuma ada sinematografi – tapi juga ada videografi. Sinematografi dan videografi emang sering disalah artikan ataupun dianggap sama, tapi yang perlu lo ketahui – kedua hal ini berbeda, bro!

Beberapa minggu lalu MLDSPOT udah sempat ngebahas mengenai sinematografi dan teknik yang perlu diketahui, nah tapi sebenarnya apa sih makna sinematografi dalam film sebenarnya? Dan apakah benar berbeda dengan videografi?

Dari pada bertanya-tanya sendiri dan penasaran, lebih baik langsung aja simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Pahami Arti Sinematografi

Videografi

Credit image – Creative Planet Network

Sebelum masuk ke dalam sinematografi itu sendiri, lebih baik luruskan dulu pemahaman lo mengenai film dan video – sinematografi lebih sering digunakan untuk istilah dalam film, sebenarnya video pun bisa, tapi hanya video yang memiliki jalan cerita atau makna yang ingin disampaikan. Jadi, nggak semua video bisa dilihat sinematografinya ya!

Dari segi penilaian, sinematografi emang identik dengan pengambilan kamera. Tapi dalam hal ini bukan cuma bagaimana kamera mengambil sebuah gambar, tapi juga pemaknaan yang diberikan dalam sebuah gambar ketika diambil dan berkaitan dengan scene dari sebuah film atau video.

Nggak cuma kamera aja, efek dari film dan video, lighting, hingga color palette yang digunakan dalam film pun akan menjadi makna berbeda dalam sinematografi. Salah satu hal yang paling terlihat dalam sebuah sinematografi adalah bagaimana para penonton bisa memahami film yang ditontonnya yang dibalut dalam sebuah sinematografi yang baik sebagai penunjangnya.

Lalu, Apa Videografi Sendiri?

Nah kalau selama ini lo merasa sinematografi adalah teknik gimana cara mengambil sebuah gambar yang baik, tanpa shaking, dan lain sebagainya – hal itulah yang disebut dengan videografi.

Videografi hanya sekedar gimana sebuah film dan video diambil, gimana menarik perhatian penonton dari setiap scene-nya dari sebuah gambar. Hal ini nggak kalah penting dari sinematografi – cuma untuk kegunaan, videografi hanya mementingkan estetika aja.

Seorang videografer dalam membuat film atau video dengan videografi yang baik adalah dengan membuat gambar yang diambil menjadi lebih nyata. Pernah nggak sih – lo nonton sebuah film atau video, saking bagusnya lo berasa ada di suasana film itu?

Kalau pernah, itu artinya lo sudah pernah merasakan menonton film atau video yang videografinya bagus.

Jadi, Bedanya Apa?

Videografi

Credit image - FStoppers

Setelah membaca kedua hal yang ternyata berbeda ini, pasti lo sudah memahami kalau sinematografi lebih berfokus pada pengambilan gambar yang juga berpengaruh pada bagaimana sebuah pesan dalam film atau video disampaikan, berbeda dengan videografi yang memfokuskan estetika dalam pengambilan gambar.

Ibaratnya – sinematografi memberikan gambaran bahwa sebuah film dapat terlihat menjadi sebuah cerita, videografi memberikan gambaran bagaimana sebuah film dikemas dan membuat visual semenarik mungkin.

Meskipun kedua hal ini berbeda, tapi yang harus lo ketahui adalah – bahwa kedua hal ini berjalan secara beririsan, alias nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Sebuah film atau video nggak akan maksimal hasilnya kalau hanya menerapkan sinematografi aja tanpa ada videografi yang matang, begitu juga sebaliknya.

Jadi, setelah membaca ini – pastikan ketika menonton sebuah film atau video dengan pengemasan visual yang bagus dan jalan cerita yang menarik, itu adalah hasil dari kesinambungan antara sinematografi dan videografi.

 

Feature image – Olerte Maure