• Movie
  • TV Streaming Mana yang Lo Pilih?

TV Streaming Mana yang Lo Pilih?

Mon, 09 May 2016

Sekarang memang jamannya apa-apa streaming ya, Urbaners. Termasuk buat nonton, sudah bukan jamannya lagi nunggu kelamaan di TV, atau panik pas lo ketinggalan acara kesukaan lo. Tinggal langganan TV streaming saja, terus pilih deh lo mau nonton apa. Praktis kan Urbaners?

Sayang saja, di Indonesia kebanyakan drama dan konfliknya pas jasa TV streaming masuk. Sekarang sudah mendingan, karena Netflix kerja sama bareng Indihome dan berubah nama jadi iFlix. Plus, ada juga jasa lain yang ngetren di Asia, namanya Hooq. Untuk sementara, cuma dua itu yang bisa jadi pilihan lo, Urbaners.

Sebenarnya ada banyak pilihan jasa penyedia TV streaming. Nah, tiga nama ini adalah yang paling terkenal. Coba lo bandingin satu sama lain, terus tentuin, kira-kira mana yang paling kece menurut lo?

 

Netflix

Di urutan pertama, pastinya sih ada Netflix, Urbaners. Nama jasa TV streaming satu ini memang sudah terkenal banget. Bahkan, sampai ada kutipan, “Netflix and chill” segala, soalnya Netflix pas buat jadi bahan modus. Netflix punya sejumlah paket yang bisa lo nikmati. Harga dan kualitasnya ya jelas beda. Buat yang biasa, yaitu 119 ribu rupiah sebulan, lo bisa nonton streaming cuma di satu layar, dan nggak dikasih kualitas HD. Dengan tambahan 50 ribu, lo bisa nonton di empat layar, dan menikmati kualitas ultra HD.

 

Hulu

Terus ada Hulu, yang sayangnya cuma bisa dipakai di Amerika saja, Urbaners. Lo bisa nikmatin ini gratis, tapi lo juga harus betah nontonin iklannya. Kalau mau nggak ada iklan sama sekali, biayanya kurang lebih 150 ribuan rupiah, Urbaners. Lo juga dapat kualitas HD. Oh iya, sama ada beberapa konten ‘rahasia’ yang bisa lo akses dengan nambah bayar 120 ribu rupiah.

 

Amazon Prime Video

Saingan berikutnya adalah Amazon Prime Video. Jasa satu ini punya sejumlah serial originalnya sendiri. Karyanya aslinya Amazon memang keren-keren, bahkan rencananya mereka mau rilis ke bioskop segala. Enaknya, Amazon Prime Video bisa ngasih lo langganan langsung setahun, yang biayanya sekitar 1 jutaan. Semuanya sudah pakai kualitas HD, nggak ada iklan, dan bisa ditonton langsung di dua layar.

Nah, di antara tiga itu, kira-kira mana yang paling mau lo cobain, Urbaners? Mengingat pasaran di Indonesia bagus buat masalah beginian, kali saja Amazon Prime Video bakal masuk ke Indonesia juga. Siap-siap dananya saja ya, Urbaners!

 

 

 

Sumber: www.pcmag.com, www.cnet.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?