• Movie
  • 5 Hal Baru di Spider-Man: Homecoming

5 Hal Baru di Spider-Man: Homecoming

Fri, 21 April 2017

Aktor muda Tom Holland telah resmi menjadi Spider-Man versi Marvel Studios yang akan diproduksi tahun 2017 ini. Film keenam Manusia Laba-laba ini bakal diberi judul Spider-Man: Homecoming. Kisahnya akan kembali mengulang jalan hidup Peter Parker. Bedanya,  kini ia akan digambarkan menjadi bagian dari dunia tim superhero Avengers.

Spider-Man: Homecoming diharapkan bakal menjadi film yang sangat berbeda dari lima judul Spider-Man sebelumnya. Meskipun sang Manusia Laba-laba ini telah muncul perdana di Captain America; Civil War, namun penggemar tetap mengharapkan berbagai hal baru yang belum pernah disuguhkan di layar lebar.

Lalu, apa hal-hal baru yang bisa diharapkan dari film Spider-Man: Homecoming? Apakah karakternya semakin mendekati dengan komik ataukah malah menjauh? Ini dia bocorannya, Urbaners:

 

Bibi May Lebih Muda

Keberadaan Bibi May tentu menjadi satu hal yang penting bagi seluruh kisah Spider-Man. Tanpanya, tak ada kisah menarik Peter Parker yang hidup sederhana dan ditinggal Paman Ben. Kita selama ini melihat Bibi May selalu digambarkan sebagai nenek-nenek. Namun di film terbaru ini, Bibi May tampil lebih muda. Tony Stark pun sempat-sempatnya flirting dengan Bibi May yang diperankan oleh Marisa Tomei.

 

Peter Parker Baru Masuk SMA

Mengimbangi Bibi May yang muda, Spider-Man: Homecoming dipastikan menampilkan Peter Parker di usia 15 tahun. Peter digambarkan sebagai seorang pemuda yang baru masuk SMA. Tom Holland sendiri berusia cukup muda dan sangat cocok dengan perawakan anak SMA. Bandingkan dengan lima film Spider-Man sebelumnya yang memperlihatkan Peter sebagai siswa senior SMA.

 

Powered by Stark Industry

Di film Captain America: Civil War, Spider-Man terlihat memiliki lensa mata yang bisa dibesarkan dan dikecilkan bahkan mengedip. Sekilas konsepnya mirip Deadpool, namun lensa tersebut kemungkinan barulah satu dari berbagai teknologi canggih yang dikembangkan Tony Stark. Maka, tak heran kalau kita berharap Spider-Man: Homecoming memperlihatkan kecanggihan kostum sang Manusia Laba-laba.

 

Bereksperimen dengan Jaring Laba-laba

Satu hal yang belum pernah dilakukan para sineas saat membawa Spider-Man ke layar lebar adalah kemampuannya untuk bermain-main dengan jaring. Di serial animasi dan komik, Spider-Man beberapa kali bereksperimen dengan jaringnya hingga berhasil membuat benda, alat peraga, hingga kendaraan. Kemampuannya itu hampir serupa dengan Green Lantern namun lebih kreatif dan tangkas.

Salah satu sumber dari Marvel pernah menyatakan bahwa tim produksi sempat tertarik untuk mewujudkan hal tersebut. Mereka berusaha agar Spider-Man bisa bereksperimen dengan jaringnya.

 

Avengers Affect

Bergabung dalam franchise Marvel Cinematic Universe dengan tim superhero Avengers sebagai pilarnya, maka konsep Spider-Man versi baru ini akan sangat lekat dengan Captain America, Iron Man, Ant-Man, hingga Hulk. Pastinya, cerita di film solonya akan terkontaminasi kehadiran para anggota Avengers.

Perubahan ini tentunya memiliki plus dan minus tersendiri. Nilai lebihnya, tentu fans akan antusias melihat Spidey crossover dengan anggota Avengers. Namun kekurangannya, alur cerita skala luas menjadi sangat sulit mengingat manusia super sudah bertebaran di mana-mana. Pembuat cerita harus berpegang teguh dengan timeline Marvel Cinematic Universe biar nggak bikin bingung fans.

 

 

Source: Kumparan.com

Ini 7 Alasan Menarik Kenapa Lo Harus Nonton Dark di Netflix

Thu, 03 September 2020
Deretan alasan buat lo nonton series Dark

Kalau cuma dibaca dari sinopsisnya saja, mungkin series Dark di Netflix tidak akan mencuri perhatian lo. Secara visual dari poster yang ada, Dark di interpretasi sebagai series yang cenderung bergenre misteri dan mistis.

Tapi percaya atau tidak, ini jauh berbeda dari ekspektasi di atas. Buat lo yang suka dengan series Netflix sebelumnya seperti Stranger Things, Dark adalah salah satu series yang kurang lebih – premisnya mirip dengan series tersebut.

Eits, ini bukan spoiler ya. Alih-alih memberitahukan lo ada apa saja di series Dark ini, di bahasan kali ini lo akan diberitahu kenapa lo mesti nonton series Dark ini. Penasaran? Daripada lo menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Karakter yang ‘Berisi’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: mariviu.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kurang lebih – premis yang ada di Dark mirip dengan yang ada di Stranger Things. Disebutkan ada sebuah kota kecil bernama Winden di Jerman dengan kejadian misterius ketika ada pembangunan pembangkit tenaga nuklir.

Kejadian misterius tersebut diiringi oleh sejumlah anak-anak dan remaja yang hilang. Di series Dark ini, kreatornya memberikan masing-masing latar belakang yang berbeda dengan kepribadian yang unik sehingga karakter di series Dark ini terasa lebih ‘berisi’.

 

Benang Merahnya ‘KUSUT’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: idntimes.com

Masih terkait dengan alasan pertama di atas, karena karakternya unik dan ‘berisi’ maka benang merah setiap series mesti diuraikan secara perlahan sehingga lo akan mendapatkan gambaran besarnya mau ke mana cerita dari Dark ini.

Lo akan dituntut untuk berpikir sedikit lebih kritis di mana di series ini terjadi time travel yang paralel. Makanya, buat lo yang suka nonton series sembari mikir ini ceritanya akan ke mana, Dark jadi rekomendasinya buat lo, nih!

 

Plot Twist Tidak Terduga

Ada yang bakal buat lo terheran-heran atau bahkan terkaget karena plot twist yang terjadi di series yang satu ini. Walau perlahan benang merah yang kusut bisa diurai, namun para penulis naskah Dark yaitu Baran bo Odar dan Jantje Friese sudah menyiapkan plot twist yang di luar dugaan lo.

Makanya, sebaiknya ketika lo mau memulai menonton atau mengikuti series ini, disarankan lo tidak perlu memiliki ekspekstasi apapun walau sudah membaca sinopsisnya. Nikmati kemelut yang ada di series Dark ini.

 

Fiksi-Narasi Untuk Sejarah Manusia

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: indiewire.com

Series Dark ini sedikit banyaknya menampilkan apa yang terjadi pada tahun 1987, 1954 sampai 1921 dan masih banyak lagi. Sejarah manusia dibalut dengan cerita fiksi yang menarik dan juga narasi yang tidak membosankan.

Perang, wabah, revolusi – jadi salah satu bagian warna dari series Dark ini. Oleh karena itu, dari hal-hal ini juga menjadi rekomendasi buat lo untuk nonton series yang satu ini.

 

Sisi Romance yang Kental

Biar semakin berwarna, ditambah dengan kepribadian masing-masing karakter yang unik – series Dark semakin lengkap dengan cerita-cerita percintaan di beberapa karakter di dalamnya. Namun, ada yang beda di soal percintaan di universe Dark.

Apa perbedaannya? Eits tidak mau spoiler, lebih baik lo nonton series ini secepatnya!

 

Silsilah Keluarga Super Ribet

Biar semakin kusut benang merahnya – hubungan keluarga di universe Dark ini juga ditampilkan seruwet mungkin. Hal ini terkait dengan berbagai momen di mana keluarga menjadi salah satu faktor betapa kusutnya benang merah yang ada.

 

Sinematografi dan Setting yang Oke

Ini sedikit teknis, sih – tapi lo mesti tahu kalau sinematografi dan setting di series Dark ini benar-benar dipikirkan dengan matang sehingga saat dieksekusi, semuanya jadi oke. Bahkan, series ini bisa dibilang setara dengan film sci-fi besutan orang-orang Hollywood.

Itu kenapa ada fakta menarik terkait biaya produksinya mencapai lebih dari 1 milyar. Semua hal yang ada, benar-benar diatur sedemikian rupa sehingga series ini begitu menarik untuk ditonton.

Nah, bagaimana nih? Dari segala penjelasan yang ada di atas – apakah lo semakin penasaran dengan series Dark ini? Daripada lo penasaran dan malah menebak-nebak sendiri sebenarnya Dark ini seperti apa, langsung saja temukan waktu senggang lo buat nonton series ini!

 

Feature Image – dw.com