Amazon Negosiasi dengan Warner Bros untuk Produksi Serial TV Lord of the Rings - MLDSPOT
  • Movie
  • Amazon Negosiasi dengan Warner Bros untuk Produksi Serial TV Lord of the Rings

Amazon Negosiasi dengan Warner Bros untuk Produksi Serial TV Lord of the Rings

Fri, 10 November 2017

Para movie-goers pasti sudah paham betul kalau Lord of the Rings merupakan salah satu film paling legendaris. Karena itu, keputusan untuk menjadikannya sebagai serial televisi tentu dianggap berani. Kabarnya, Warner Bros bahkan sudah bekerja sama dengan Amazon untuk menggarap proyek serial televisi Lord of the Rings tersebut. Apakah artinya nanti Amazon yang bakal menayangkan serial televisi ini?

 

Masih dalam Tahap Diskusi

Bagi lo yang bertanya-tanya sudah sejauh mana kerja sama antara Warner Bros dan Amazon, ternyata kerja sama tersebut masih berada dalam tahap diskusi. Jeff Bezos, CEO Amazon, memang dikenal sebagai penggemar cerita fantasi dan science fiction. Kabarnya ia sedang membutuhkan serial televisi yang bisa menandingi popularitas Game of Thrones. Dengan ceritanya yang legendaris, Lord of the Rings pun dirasa sebagai pilihan yang tepat.

 

Awalnya Diperebutkan oleh 3 Studio

Selain Amazon, sebenarnya masih ada dua studio lagi yang ditawari lisensi serial Lord of the Rings, yaitu Netflix dan HBO. Tapi kabarnya HBO mundur dari persaingan karena mereka sudah punya serial Game of Thrones dengan jutaan fans. Belum lagi nantinya juga bakal ada cerita spin-off setelah serial tersebut tamat. Di samping itu, harga lisensi serial Lord of the Rings juga dianggap terlalu mahal, Urbaners.

Harga yang dipatok untuk lisensi tersebut berkisar antara 200 hingga 250 juta dolar, atau setara dengan budget mayoritas film blockbuster. Bahkan ternyata harga tersebut belum termasuk biaya pengembangan, gaji kru dan pemain, serta anggaran produksi. Sementara itu, Netflix sebenarnya juga telah berdiskusi dengan Warner Bros. Tapi Amazon lah yang digadang-gadang bakal mengantongi lisensi ini karena mereka sedang butuh serial fantasi yang bisa menandingi Game of Thrones.

 

Serial TV Bisa Menerjamahkan Novel dengan Lebih Leluasa

Meski dibilang sebagai langkah yang berani, adaptasi novel garapan J.R.R. Tolkien menjadi sebuah serial televisi tetap disambut antusias oleh para fans. Cerita yang disampaikan melalui film masih terbatas pada durasi sehingga tentu ada detail dalam novel yang nggak disampaikan. Tapi, melalui serial televisi, fans bisa menjelajahi dunia dalam novel secara lebih leluasa.

 

Mengingat prosesnya yang masih panjang, sampai sekarang belum ada kabar kapan produksi serial Lord of the Rings bakal mulai, apalagi jadwal tayangnya. Kita tunggu sama-sama aja ya, Urbaners!

 

 

Sources: ulasanpilem.com, hypebeast.com

Videografi dan Sinematografi: Ternyata Nggak Sama, Bro!

Thu, 04 March 2021
Videografi

Dalam memproduksi sebuah film emang nggak bisa terhindar dari teknik-teknik yang membuat film itu sendiri hidup. Baik dalam pengambilan gambar, cara menggunakan alatnya, sampai teknik ke dalam bagaimana film itu dikemas.

Dalam sebuah film, nggak cuma ada sinematografi – tapi juga ada videografi. Sinematografi dan videografi emang sering disalah artikan ataupun dianggap sama, tapi yang perlu lo ketahui – kedua hal ini berbeda, bro!

Beberapa minggu lalu MLDSPOT udah sempat ngebahas mengenai sinematografi dan teknik yang perlu diketahui, nah tapi sebenarnya apa sih makna sinematografi dalam film sebenarnya? Dan apakah benar berbeda dengan videografi?

Dari pada bertanya-tanya sendiri dan penasaran, lebih baik langsung aja simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Pahami Arti Sinematografi

Videografi

Credit image – Creative Planet Network

Sebelum masuk ke dalam sinematografi itu sendiri, lebih baik luruskan dulu pemahaman lo mengenai film dan video – sinematografi lebih sering digunakan untuk istilah dalam film, sebenarnya video pun bisa, tapi hanya video yang memiliki jalan cerita atau makna yang ingin disampaikan. Jadi, nggak semua video bisa dilihat sinematografinya ya!

Dari segi penilaian, sinematografi emang identik dengan pengambilan kamera. Tapi dalam hal ini bukan cuma bagaimana kamera mengambil sebuah gambar, tapi juga pemaknaan yang diberikan dalam sebuah gambar ketika diambil dan berkaitan dengan scene dari sebuah film atau video.

Nggak cuma kamera aja, efek dari film dan video, lighting, hingga color palette yang digunakan dalam film pun akan menjadi makna berbeda dalam sinematografi. Salah satu hal yang paling terlihat dalam sebuah sinematografi adalah bagaimana para penonton bisa memahami film yang ditontonnya yang dibalut dalam sebuah sinematografi yang baik sebagai penunjangnya.

Lalu, Apa Videografi Sendiri?

Nah kalau selama ini lo merasa sinematografi adalah teknik gimana cara mengambil sebuah gambar yang baik, tanpa shaking, dan lain sebagainya – hal itulah yang disebut dengan videografi.

Videografi hanya sekedar gimana sebuah film dan video diambil, gimana menarik perhatian penonton dari setiap scene-nya dari sebuah gambar. Hal ini nggak kalah penting dari sinematografi – cuma untuk kegunaan, videografi hanya mementingkan estetika aja.

Seorang videografer dalam membuat film atau video dengan videografi yang baik adalah dengan membuat gambar yang diambil menjadi lebih nyata. Pernah nggak sih – lo nonton sebuah film atau video, saking bagusnya lo berasa ada di suasana film itu?

Kalau pernah, itu artinya lo sudah pernah merasakan menonton film atau video yang videografinya bagus.

Jadi, Bedanya Apa?

Videografi

Credit image - FStoppers

Setelah membaca kedua hal yang ternyata berbeda ini, pasti lo sudah memahami kalau sinematografi lebih berfokus pada pengambilan gambar yang juga berpengaruh pada bagaimana sebuah pesan dalam film atau video disampaikan, berbeda dengan videografi yang memfokuskan estetika dalam pengambilan gambar.

Ibaratnya – sinematografi memberikan gambaran bahwa sebuah film dapat terlihat menjadi sebuah cerita, videografi memberikan gambaran bagaimana sebuah film dikemas dan membuat visual semenarik mungkin.

Meskipun kedua hal ini berbeda, tapi yang harus lo ketahui adalah – bahwa kedua hal ini berjalan secara beririsan, alias nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Sebuah film atau video nggak akan maksimal hasilnya kalau hanya menerapkan sinematografi aja tanpa ada videografi yang matang, begitu juga sebaliknya.

Jadi, setelah membaca ini – pastikan ketika menonton sebuah film atau video dengan pengemasan visual yang bagus dan jalan cerita yang menarik, itu adalah hasil dari kesinambungan antara sinematografi dan videografi.

 

Feature image – Olerte Maure