• Movie
  • Sunflower, Soundtrack Spider-Man: Into the Spider-Verse Nomor 1 di Billboard

Sunflower, Soundtrack Spider-Man: Into the Spider-Verse Nomor 1 di Billboard

Thu, 17 January 2019
 Sunflower, Soundtrack Spider-Man: Into the Spider-Verse Nomor 1 di Billboard

Sejak rilis pada pertengahan Desember 2018 lalu hingga sekarang, film Spider-Man: Into the Spider-Verse banjir pujian dan penghargaan. Nggak cuma dari segi cerita dan animasi, tapi juga soundtrack-nya. Pada 14 Januari 2019 kemarin, Sunflower yang menjadi salah satu soundtrack film Spider-Man: Into the Spider-Verse sukses menduduki posisi pertama pada tanggal lagu bergengsi Billboard Hot 100.

 

Duduki posisi 1 Billboard Hot 100 setelah 12 minggu

Duduki posisi 1 Billboard Hot 100 setelah 12 minggu

Perjalanan Sunflower untuk mencapai posisi pertama Billboard Hot 100 ternyata nggak sesingkat itu, Urbaners. Lagu yang dibawakan Post Malone dan Swae Lee ini pertama kali debut di Billboard Hot 100 pada Oktober 2018 lalu. Saat itu, Sunflower masih menduduki posisi ke-9. Setelah kurang lebih 12 minggu, akhirnya lagu tersebut berhasil jadi yang pertama di tangga lagu Billboard Hot 100.

Prestasi ini sepertinya nggak terlepas dari musical chemistry antara Post Malone dan Swae Lee. Sebelumnya, mereka juga sudah pernah berkolaborasi dalam lagu Spoil My Night. Lagu ini merupakan salah satu track dari album Beerbongs & Bentley’s milik Post Malone.

 

Diprediksi bakal segera dapat platinum

Diprediksi bakal segera dapat platinum

Mencapai posisi 1 di Billboard Hot 100 bukan satu-satunya prestasi yang pernah didapat Sunflower. Baru-baru ini, lagu tersebut juga mendapatkan sertifikat gold dari Asosiasi Industri Rekaman Amerika Serikat (RIAA). Karena posisinya di Billboard tersebut, banyak fans yang memprediksi kalau sebentar lagi Sunflower juga bakal dapat sertifikat platinum.

 

Kesuksesan Spider-Man: Into the Spider-Verse

Kesuksesan Spider-Man: Into the Spider-Verse

Tahun 2019 sepertinya bakal jadi tahunnya Spider-Man: Into the Spider-Verse, Urbaners. Banyak penikmat dan kritikus film memberikan review positif terhadap film ini. Ditambah dengan soundtrack Sunflower yang jadi nomor 1 di Billboard Hot 100, semakin lengkap aja rasanya kebanggaan Spider-Man: Into the Spider-Verse. Nggak cuma itu, pada 6 Januari 2019 lalu, Spider-Man: Into the Spider-Verse juga baru aja memenangkan penghargaan Golden Globes untuk kategori Best Animated Feature Film.

 

Nggak ada yang bisa memprediksi berapa lama Sunflower bakal ada di posisi 1 Billboard Hot 100. Semakin sering lo mendengarkannya, peluangnya tentu juga bakal lebih besar. Let’s see!

 

 

Sources: billboard.com, hypebeast.com

Kembali ke Era 60-an, Umbrella Academy Season 2 akan Jadi Tontonan Favorit Lo

Tue, 04 August 2020
Foto poster Umbrella Academy season 2 dengan latar hitam putih, ketujuh karakter mengenakan kacamata hitam

Kehabisan series yang belum lo tonton? Kalau gitu pas banget. “Umbrella Academy” Season 2 baru saja tayang pada akhir Juli 2020 kemarin.  Umbrella Academy menjadi salah satu karya original garapan Netflix yang paling banyak ditonton, bersamaan dengan “Stranger Things” dan “The Witcher”. Sebelum lo mulai sesi binge watching, baca dulu empat poin penting mengenai season terbaru Umbrella Academy.

 

Fokus pada Perjalanan Waktu

Five (Aiden Gallagher) berlutut di atas reruntuhan bangunan untuk melakukan perjalanan waktu/time travel

Di season 1, Umbrella Academy diakhiri dengan momen Five menyelamatkan para saudaranya dengan kemampuan time travel miliknya. Keluarga Hargreeves tiba di era 60-an, namun mereka terpisah di timeline yang berbeda. Lebih parah lagi, ternyata mereka tiba di Dallas, tepatnya sebelum tragedi pembunuhan John F. Kennedy.

Ketujuh saudara ini, termasuk dengan Ben sebagai hantu yang hanya bisa dilihat oleh Klaus, hidup secara terpisah dan mulai beradaptasi. Sayangnya, Five menyadari kalau ia dan saudara-saudaranya hanya memiliki 10 hari untuk mencegah hari kiamat yang diakibatkan konflik antara Amerika Serikat dan Soviet. Lagi-lagi, kemampuan Five benar-benar diuji dan akan jadi alat bagi the Hargreeves untuk selamat dan kembali di era modern.

 

Mengangkat Topik Sosial

Alison, Vanya, dan Klaus sedang menari di sebuah salon di Dallas, Texas

Seperti yang lo tahu, era 60-an di Amerika Serikat masih dipenuhi dengan isu-isu sosial. Dua di antaranya yang masih dianggap tabu adalah segregasi masyarakat kulit hitam dan seksualitas. Sejak episode pertama, lo akan melihat bagaimana Alison harus berjuang menghadapi trauma akibat pita suaranya yang rusak dan caranya beradaptasi di tengah konflik ras.

Vanya yang tiba di Dallas dengan amnesia bertemu dan akhirnya tinggal bersama Sissy, seorang ibu satu anak, dan suaminya yang menganut paham misoginis. Seiring waktu, hubungan Vanya bersama Sissy dan anaknya semakin dalam.

Perkembangan karakter yang dialami oleh Alison dan Vanya menjadi cerminan akan isu sosial yang hingga kini masih marak di Amerika Serikat. Hal ini membuat karakter Alison dan Vanya semakin relatable dan membuat mereka jadi pribadi yang lebih mampu mengendalikan kemampuan masing-masing.

 

Munculnya Manusia Super Lain

Ketujuh saudara Hargreeves di Umbrella Academy berdiri di dalam elevator

Umbrella Academy dimulai sebagai kisah Reginald Hargreeves yang mengadopsi tujuh bayi dengan kekuatan super yang lahir di tanggal 1 Oktober 1989. Selain tujuh bayi ini, masih ada 36 wanita yang melahirkan di waktu yang sama. Teori mengenai adanya manusia super lain semakin dikuatkan dengan kemunculan seorang karakter.

Penasaran siapa? Daripada kena spoiler, lebih baik lo tonton sendiri. Plot twist ini membuat Umbrella Academy season 2 semakin seru untuk ditonton. Penonton akan dibuat bertanya-tanya dengan kemungkinan baru ini, apakah manusia super lainnya akan bertindak layaknya pahlawan, atau bahkan berhadapan dengan the Hargreeves sebagai penjahat. Kita tunggu saja, Bro!

 

Sedikit Berbeda dari Versi Komik

Gerard Way, penulis komik Umbrella Academy, sebagai panelis dalam acara Netflix

Kisah Alison dan Vanya ternyata sedikit berbeda dari kisah yang tertuang di dalam komik karya Gerard Way. Showrunner Steve Blackman mengungkapkan bahwa rasanya akan aneh bila Umbrella Academy menggunakan Dallas sebagai latar tempat tanpa mengadopsi kondisi sosial yang terjadi di sana pada era 60-an. Walau mengalami sedikit modifikasi, ternyata keputusan ini disambut positif oleh kritikus dan penonton.

Keputusan untuk mengambil jalan yang sedikit berbeda dari komik sepertinya juga akan diterapkan di Umbrella Academy season 3, mengingat volume keempat dari komik ini masih belum dirilis.

 

 

 

 

Sources: Vox, CNET, Cinema Blend