Gaung Penyanyi Solo Makin Terdengar

Wed, 29 July 2020
Potret Rubina yang disorot dari bawah dengan rambut tertiup angin

Scene penyanyi solo makin kebanjiran talenta. Makin banyak musisi baru bermunculan dengan kualitas musik yang mumpuni. Tidak pernah berhenti eksplorasi, MLDSPOT punya rekomendasi beberapa musisi yang baru saja merilis karyanya. Materi-materi yang keren membuat playlist musik lo semakin beragam, Bro! Check this out!

 

01. Christabel Annora – Perempuan-Perempuan

Dirilis tepat pada Hari Kartini, 21 April 2020. Penyanyi asal Malang yang bermukim di Surabaya ini, merayakan begitu berdayanya perempuan lewat sebuah karya khusus. Versi instrumentalnya masuk di EP “Sudut Kamar, karya terbarunya yang direkam sebagai respon akan pandemi.

 

02. Kanina – Lament Song

“Lament Song” diambil dari double single “The Tide is Nigh, I Dim the Light”. Ini merupakan double single pertama penyanyi bernama lengkap Kanina Ramaniya. Bukan debut, tapi progresi musiknya dari single sebelumnya berkembang. Wajib pantau untuk masuk radarmu.

 

03. Denisa – Pergi

Selain menjadi seorang penyanyi, Denisa juga merupakan seorang live sound engineer. Dengan profil yang bisa tampil di belakang maupun depan layar, karakteristiknya sebagai musisi menjadi unik karena familiar dengan proses di hulu dan hilir. “Pergi diambil dari double single-nya “Collide/Pergi yang dirilis bulan Maret 2020 yang lalu. Sebelumnya, Denisa sudah merilis sebuah EP dan beberapa single lepasan secara digital.

 

04. Rubina – Chega de Saudade

“Chega de Saudade adalah komposisi klasik milik maestro asal Brasil, Antonio Carlos Jobim. Rubina sebelumnya dikenal lewat keterlibatannya di proyek “Tak Ada Salju di Sini milik Petra Sihombing. Tapi, di EP debutnya yang berjudul “Modinha, ia melakukan eksplorasi banyak pada musik bossanova. Salah satunya lagu ini. Modinha dirilis oleh label asal Bandung, Orange Cliff Records, pada Juli 2020. Dan lagu ini diproduseri multi instrumentalis Tesla Manaf.

 

05. Natania Karin – Rindu

Natania Karin merupakan seorang penulis lagu yang punya daftar portofolio bekerja dengan Nadin Amizah dan Sal Priadi. Sudah merilis sejumlah single secara digital. Ia juga beberapa kali mengunggah lagu tulisannya di YouTube. Menjanjikan.

 

06. Grace Sahertian – Honestunes

Setelah debut album “Hela pada 2016, Grace Sahertian perlu waktu agak lama untuk kembali berkarya. Setelah dua single, masing-masing pada 2018 dan 2019, di tahun sulit ini, ia kembali dengan “Honestunes yang menampilkan Shotgundre, Ayub Jonn dan Aryo Wismoyo. Kolaborasi antar kota ini bisa menjadi memberi petunjuk ke mana musik Grace Sahertian melangkah di masa depan nanti.

 

07. Virdania – Restless

Virdania berasal dari Jakarta. Dari beberapa artikel yang seliweran di internet, karir musiknya dimulai dari menjadi seorang penyanyi cover dan mengunggahnya secara maya. “Restless” adalah single perdananya. Single-nya tidak sederhana, tapi potensi untuk jadi seru terasa dengan baik. Sayang, baru ada satu lagu di pasaran. Semoga segera bertambah.

 

08. Saska Diandra – Doa Dicukupkan

“Doa Dicukupkan adalah track penutup di debut album penuh “Mudswing: Para Mi Amor yang juga memuat beberapa single-nya yang terdahulu. Penyanyi pendatang baru ini begitu menjanjikan. Di album penuhnya, ia mencampur berbagai macam kemungkinan musik. Awalan yang bagus untuk karir.

Hidup untuk Hari Ini, Refleksi Diri Hindia dalam Karya-Karyanya

Thu, 13 August 2020
Potret Baskara Putra dengan kaos putih bertuliskan Hindia dan kacamata

Vokalis band .Feast, Daniel Baskara Putra, atau juga dikenal dengan nama panggung Hindia telah cukup banyak mengeluarkan karya, mulai dari beragam proyek kolaborasi bersama musisi lainnya hingga mengeluarkan debut album. Baru-baru ini, Hindia kembali mengeluarkan single terbarunya berjudul “Setengah Tahun Ini” yang merupakan catatan narasi mengenai pandangannya dalam hidup selama pandemi COVID-19.

 

Arti Nama Hindia Baginya

Baskara Putra atau Hindia mengenakan kemeja coklat sedang ada di atas panggung

Nama Hindia ini dipilih bukan karena iseng atau sekadar mau bergaya keren di tengah banyaknya penyanyi indie Indonesia. Pasalnya, ada banyak pemikiran yang tertuang dalam pemilihan nama panggung tersebut.

Baskara mengungkapkan bahwa ide nama panggung Hindia sendiri tertanam sejak usia sekolah, tepatnya ketika field trip dan melihat tulisan “Hindia Belanda” di bawah sebuah lukisan. Muncul angan-angan untuk memasukkan diri ke dalam sejarah Indonesia dengan penggunaan nama Hindia.

Kalau sebelumnya lo akan melihat rentetan kisah penjajahan Belanda terhadap Indonesia saat mengetik “Hindia” di Google, Baskara berharap generasi selanjutnya malah akan menemukan sosok penyanyi Indonesia bernama Hindia dengan karya-karya bahasa Indonesia yang dipersembahkan untuk orang Indonesia juga.

Selebihnya, nama Hindia ini juga ditujukan untuk memisahkan persona diri ketika ada di atas panggung dengan di luar panggung. Nama Hindia kini memiliki makna tersendiri bagi Baskara, yakni layaknya samudera yang membasuh banyak orang agar mendapat kebahagiaan di tengah proses mencapai tujuan. Di dalamnya juga ada kesan androgynous dan familiar.

 

Menutup Debut Album dengan “Setengah Tahun Ini”

Baskara Putra atau Hindia dengan kedua tangan terangkat mengenakan jaket putih

Debut album bertajuk “Menari dengan Bayangan” sudah direncanakan dengan matang oleh Hindia. Sudah menjadi keinginannya untuk memiliki tambahan track ke-16 atau ke-17 dalam album ini. Sebelumnya, lagu “Evaluasi” menjadi penutup manis dari debut album yang dijadikan narasi hidup ini, namun Hindia berkata bahwa ternyata hidup nggak melulu sesuai rencana manusia.

Adanya pandemi ini menyebabkan Hindia harus memutar otak dalam melengkapi debut albumnya sesuai dengan keinginannya dulu. Walau pandemi adalah tantangan baginya dalam bermusik, tetapi juga berperan sebagai inspirasi. Akhirnya, dimulailah proses menulis lagu Setengah Tahun Ini yang jadi refleksi dirinya selama karantina di tengah pandemi 6 bulan belakangan ini.

Mau nggak mau, pandemi mengubah persepsi Hindia mengenai album dan hidup pribadinya. Ia mengungkap bahwa sebelum pandemi, manusia seringkali fokus ke masa depan dan menyesali yang ada di masa lalu. Namun pandemi membuatnya tersadar bahwa ia harus hidup untuk hari ini, nggak harus memusingkan masa depan secara berlebihan

 

Nggak Siap untuk Jadi Terkenal

Baskara Putra atau Hindia mengenakan pakaian serba hitam ada di atas panggung

Baik dalam karirnya bersama .Feast atau proyek solo sebagai Hindia, nyatanya Baskara mengungkap ketakutannya menjadi seorang public figure. Hindia sendiri ia buat untuk menuangkan pikiran dan kreativitasnya, menjadikan pengalaman pribadi serta interaksi individu sebagai sumber utama. Sedangkan .Feast yang arahnya lebih ke rock adalah tempat ia menuangkan opini dan kritik berdasarkan pengalamannya dalam hidup bermasyarakat.

“Kehilangan privasi itu berat, berat banget. Rasanya seperti diperhatikan terus dan seakan gue nggak bisa mengekspresikan apa pun tanpa hal itu jadi konsumsi publik,” ungkap Baskara. Kondisi mental dari Baskara yang seringkali terserang anxiety juga menantangnya ketika ada penggemar yang secara sadar maupun nggak sadar menjajah lahan privasinya.

Meski begitu, Baskara tetap termotivasi untuk membantu lo dan pendengar lainnya meluapkan emosi bersama lagu-lagu Hindia.

 

 

 

Sources: Popbela, Siasat Partikelir, Republika