• Music News
  • Kolaborasi Apik Childish Gambino dengan DJ Dahi dalam Album "3.15.20"

Kolaborasi Apik Childish Gambino dengan DJ Dahi dalam Album "3.15.20"

Fri, 24 April 2020
Potret Childish Gambino tanpa atasan saat di panggung dan DJ Dahi yang mengenakan headphone.

Setelah berhasil menggemparkan industri musik dengan lagu This is America,” Childish Gambino menjadi salah satu musisi yang paling dinantikan karyanya. Terlebih lagi setelah Childish Gambino memberikan beberapa petunjuk bahwa dirinya ingin pensiun dari nama panggung tersebut.

Dirilis pertama kali pada Minggu (15/3) melalui laman pribadinya, “3.15.20” menjadi perbincangan hangat para pecinta musik. Menggandeng beberapa produser lagu, termasuk DJ Dahi, Childish Gambino menghadirkan 12 lagu fenomenal yang bisa lo nikmati sekarang.

 

Hadiah dari Childish Gambino untuk fans

Childish Gambino di atas panggung sambil merentangkan kedua tangannya.

Seperti yang sudah diketahui, Donald Glover memakai nama panggung Childish Gambino sejak awal kemunculannya di belantika musik. Setelah merilis album “Awaken, My Love!” di tahun 2016, Childish Gambino secara tiba-tiba meluncurkan album 3.15.20 melalui laman donaldgloverpresents.com yang memperbolehkan para penggemar untuk menikmati album ini selama 24 jam, gratis tanpa biaya.

Seminggu setelahnya, album terbaru Childish Gambino ini dirilis di berbagai platform streaming lagu. Berisi 12 judul lagu, album ini dianggap spesial karena merupakan persembahan dari Childish Gambino kepada para penggemar. Album ini diharapkan dapat menemani penggemar setia Gambino, termasuk lo, saat harus berdiam diri di rumah selama pandemi COVID-19. “This is the one time nobody can go anywhere. So sit with this,” tanggapan dari DJ Dahi mengenai perilisan album Gambino yang mendadak.

Tetap dengan genre R&B, Gambino serta DJ Dahi menghadirkan unsur psychedelic yang menghipnotis di setiap lagunya. Saat lo mendengarkan lagu-lagu dalam album 3.15.20, lo akan tenggelam dalam harmoni musik yang begitu apik. Tetapi, jangan sampai lo melewatkan lirik-lirik lagu puitis dari Gambino, Bro!

 

Terinspirasi oleh waktu

Childish Gambino dalam sebuah sesi live di studio bersama iringan gitar.

Saat lo melihat daftar lagu di album 3.15.20, lo akan sadar bahwa 10 dari 12 lagu nggak memiliki judul dengan huruf sama sekali. Sepuluh lagu ini diberi judul dengan angka dan format yang menyerupai jam. Bahkan, kalau lo melihat judul album dengan lebih teliti lagi, 3.15.20 adalah tanggal dari perilisan album di website Childish Gambino.

Time” adalah salah satu lagu yang dikemas dalam album ini. Childish Gambino mengajak Ariana Grande untuk bernyanyi bersama membawakan tembang yang menekankan bahwa waktu kita di bumi tidak banyak, sebuah konsep lagu yang begitu pas dengan situasi dunia terkini. Berikut potongan lirik dari lagu Time.

Maybe all the stars in the night are really dreams

Maybe this whole world ain’t exactly what it seems

Maybe the sky will fall down on tomorrow

But one thing’s for certain, baby

We’re running out of time

Oh, time, time, yeah

DJ Dahi, sebagai produser sebagian besar lagu dalam album ini, mengungkapkan bahwa Childish Gambino beserta dirinya ingin mengangkat topik seputar kehidupan dan zaman di mana mereka kini hidup. “There’s a lot of things that come into why we are and who we are, but never forget that we’re a part of a bigger system,” ungkap DJ Dahi.

 

Perbedaan Setiap Tema Lagu

Childish Gambino mengenakan celana abu-abu dalam music video “This is America.”

Mulai dari tema seputar kekerasan yang dilakukan polisi dalam lagu “12.38” hingga komunitas kaum Afrika-Amerika di lagu “19.10,” Childish Gambino dan DJ Dahi kembali menggabungkan tema sosial yang jarang diangkat oleh musisi populer dunia. Tidak lupa, Gambino juga turut menambahkan bagian rap di beberapa lagu dengan teknis yang lebih baik lagi.

Nada dan beat yang diciptakan oleh DJ Dahi bisa dianggap oleh sebagian orang kurang pas dengan lirik puitis serta tema lagu yang berat. Namun, inilah esensi dari album 3.15.20 serta image karya Childish Gambino selama ini. Seperti pada lagu “47.48,” harmoni yang terkesan menyenangkan bisa berpadu dengan manis bersama lirik mengenai kekerasan.

 

 

 

Sources: Rolling Stones, GQ, Wired, Pitchfork, Forbes.

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com