• Music News
  • Konser Social Distancing di Inggris Sukses, Bisa Diterapkan di Indonesia?

Konser Social Distancing di Inggris Sukses, Bisa Diterapkan di Indonesia?

Thu, 03 September 2020
konser social distancing di inggris berhasil, bagaimana di indonesia?

Di tengah kondisi seperti ini dan kebiasaan baru, berkerumun masih jadi salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Makanya, beberapa hal yang bisa saja mengumpulkan massa dengan mudah seperti konser, tidak diadakan dulu.

Tapi, beberapa waktu lalu di Inggris, ada hal yang mengejutkan terkait konser dan kerumunan. Percaya atau tidak, di sana menggelar konser social distancing pertama dan mereka sukses dalam pagelaran tersebut.

 

Gosforth Park di Newcastle Jadi Saksi

konser social distancing berhasil di Inggris, bisa diterapkan di Indonesia?

Credit Image: nova.ie

Sejak bulan Maret 2020 lalu menerapkan kebijakan lockdown atau pembatasan sosial yang skalanya besar, Inggris belum lama ini menuai sejarah baru di Gosforth Park di Newcastle di mana konser dengan aturan sosial distancing berhasil mereka gelar.

Keberhasilan ini ditandai oleh sebanyak 2.500 orang berkumpul, menghadiri konser tersebut namun tetap dengan protokol Kesehatan yaitu social distancing. Konser ini adalah konser pertama yang digelar sejak adanya pembatasan sosial di Inggris.

Salah satu pengisi acara di konser tersebut, Sam Fender mengaku kalau ia sendiri rindu dengan suasana konser dengan mosh pit. Hal ini terkait dengan konser social distancing di sana meniadakan mosh pit untuk mereka yang datang.

Sam Fender mengatakan kalau kita harus bersabar sampai waktunya akan tiba, akan ada waktu di mana mosh pit kembali diizinkan. Sam Fender juga menyatakan kalau konser social distancing ini adalah sesuatu yang luar biasa.

Menurutnya lagi, konser social distancing ini merupakan sesuatu yang baru dan menjadi standar tersendiri untuk sebuah konser yang misalnya mau digelar pada kondisi seperti ini. Walau Sam juga bilang kalau tetap saja suasana ini masih canggung. Akan tetapi, ini jadi awal yang baik.

Selain Sam Fender, nanti kemarin di bulan Agustus dan di bulan September ini, setidaknya ada beberapa musisi lagi yang akan mengisi konser social distancing tersebut. Sebut saja seperti Van Morrison, Maximo Park dan The Libertines. Lalu ada Jimmy Carr dan Bill Bailey.

 

Lalu Mengapa Konser Ini Dibilang Berhasil?

konser social distancing berhasil di Inggris, bisa diterapkan di Indonesia?

Credit Image: looptt.com

Buat para promotor konser, pengelola gig sampai ke para musisi dan berbagai pihak terkait lainnya sampai ke para sponsor – ada yang mesti diperhatikan terkait berhasilnya konser social distancing yang digelar di Inggris beberapa waktu lalu itu.

Bayangkan, kedatangan pengunjung sebanyak 2.500 bukan lah hal yang cukup mudah untuk pengaturannya, apalagi dengan konsep social distancing. Berjaga jarak pada saat momen menikmati konser sepertinya sesuatu hal yang tidak memungkinkan.

Tapi dengan pengaturan tersendiri dan disiplin para pengunjung, konser social distancing ini bisa diterapkan di berbagai tempat, termasuk Indonesia. Gosforth Park di Newcastle disulap menjadi sedemikian rupa dengan menyediakan 500 ‘metal platform’ yang didalamnya hanya bisa diisi maksimal 5 orang saja.

Nah setiap metal platform tersebut diberi jarak sekitar 2 meter di antara metal platform lainnya. Metal platform ini berbentuk seperti mini panggung, di mana di dalamnya muat 2-5 orang saja ditambah ada tempat duduk dan meja kecil untuk menaruh minuman di dalamnya.

Pengaturan ini tentu terkait dengan salah satu protokol kesehatan yang ada yaitu social distancing/physical distancing. Para pengunjung yang datang juga diwajibkan menggunakan masker dan membawa hand sanitizer untuk memastikan kebersihan tangannya.

Terkait dengan pengaturan yang ada, salah satu requirement untuk menggelar konser ini adalah lahan yang luas seperti Gosforth Park di Newcastle itu. Setidaknya yang bisa menampung undangan pengunjung yang ada, tapi tetap melakukan social distancing.

 

Apakah Bisa Diterapkan di Indonesia?

Oh why not? Kalau mereka saja bisa, kenapa di Indonesia tidak? Dengan inspirasi seperti itu, harusnya di Indonesia pun bisa. Beberapa waktu lalu, dengan konsep yang kurang lebih sama, masih sama-sama menjunjung aturan social distancing – Kahitna menggelar konser ‘drive-in’ dan konsernya berhasil sukses.

Hal tersebut tentu jadi salah satu standar tersendiri dan permulaan yang bagus karena konsepnya masih bisa dikembangkan dengan baik. Bisa saja ikut menerapkan konser yang ada di Gosforth Park Newcastle dengan menggunakan metal bar atau metal platform tersebut.

Kalau misalnya di Indonesia bisa membuat konser serupa, kira-kira, musisi siapa saja nih yang mau lo tonton?

 

Feature Image – cnn.com

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com