• Music News
  • Littlefingers, Trio Musisi Pengusung Jazz Elektronik Indonesia

Littlefingers, Trio Musisi Pengusung Jazz Elektronik Indonesia

Mon, 16 March 2020
Littlefingers, Trio Musisi Pengusung Jazz Elektronik Indonesia

Seiring dengan berjalannya waktu, popularitas musik jazz di Indonesia semakin meningkat dan dikenal masyarakat. Hal ini memantik semangat lebih bagi para musisi jazz di Indonesia untuk produktif mengeluarkan karya demi karya. Salah satu nama yang sedang naik daun adalah Littlefingers, trio musisi jazz yang baru mengeluarkan debut single mereka pada bulan Januari kemarin. Trio ini terdiri dari David Halim pada drum, Chika Olivia pada keyboard, dan Dika pada bass.

Menyadari pasar musik jazz yang belum terlalu mainstream, Littlefingers memilih untuk mengadopsi beberapa elemen dari musik pop ke dalam musik mereka, agar lebih mudah diterima pasar. Di saat yang bersamaan, mereka juga nggak ingin mengorbankan idealisme sepenuhnya.

Di tahap inilah, Littlefingers ditantang untuk tetap mempertahankan ciri khas mereka di musik jazz elektronik, dengan tetap menambahkan elemen pop agar nggak terdengar asing di telinga masyarakat umum. “Lagu pertama kalau dianalisa sebenarnya lumayan susah chord-nya. Hanya saja, kita bikin melodi yang sing-able dan gampang diingat, supaya lebih ear-catchy,” ungkap David. Hasilnya terbukti, single mereka mendapatkan respon positif dari pecinta musik Indonesia.

David Halim pada drum

Dengan perpaduan pop dan dominasi konsep jazz elektronik, Littlefingers berharap bisa memberikan warna baru di permusikan Indonesia. Mereka juga ingin agar para pecinta musik Indonesia semakin menerima variasi musik jazz. Walaupun tergolong muda, Littefingers ingin membuktikan sebagai musisi lo nggak perlu mengubah identitas atau idealisme bermusik, hanya demi memenuhi selera pasar.

 

Can’t Good Things Last Forever

Di single perdana, Littlefingers menggandeng Natania Karin, penyanyi sekaligus penulis lagu berbakat yang sukses memberikan nuansa pop sempurna di lagu ‘Can’t Good Things Last Forever’. Keseluruhan melodi dari single pertama ini diisi oleh Littlefingers, sementara lirik diisi oleh Natania Karin yang sekaligus menjadi vokalis utama.

Can’t Good Things Last Forever bercerita tentang seseorang yang sedang mengingat potongan kenangan indah yang dialaminya, dan sedang berandai-andai agar kenangan indah tersebut bisa terus berlanjut. Meski nuansa jazz-nya terasa sangat kental, namun alunan harmoni yang santai membuat lagu ini terasa ringan di telinga.

Chika Olivia pada keyboard

Walaupun baru single pertama, tapi Littlefingers sudah berani mengusung konsep live recording, agar tetap terasa interaksi antar pemain. Dengan konsep ini, mereka dituntut untuk bermain serapi mungkin, sekaligus juga bermain lepas agar pendengar bisa merasakan suasana yang sesungguhnya di ruang rekaman.

Nggak ingin berlama-lama dalam euforia single pertama, Littlefingers berencana untuk kembali menelurkan single kedua di bulan April mendatang. Di single kedua ini, mereka akan berkolaborasi dengan musisi yang berbeda. Lalu, Chika juga bakal mengisi suara dengan vocoder lho, Urbaners!

 

Chemistry yang Sempurna

Littlefingers siap menggebrak dunia musik Indonesia dengan warna baru

Pertemanan David dan Chika yang memiliki banyak persamaan dalam hal referensi musik dan keinginan untuk berkarya, menjadi awal mula berdirinya Littlefingers. Dari keinginan yang sama, David dan Chika kemudian mencari bassist dengan referensi musik yang kurang lebih sama, dan orang itu adalah Dika.

“Sebenarnya ngebut banget sih prosesnya. Kami pertama ketemu pertengahan bulan Oktober 2019, November akhir langsung mengerjakan single pertama kemarin. Kemudian, kami rilis perdana di bulan Januari 2020. Kalau dihitung, hanya 3-4 bulan prosesnya,” aku David.

Menurutnya, salah satu alasan Littlefingers cukup ngebut dalam menghasilkan karya adalah karena chemistry mereka yang udah klop banget. Chika pada keyboard, Dika pada bass, dan David pada drum adalah perpaduan yang pas dan saling melengkapi satu sama lain. Selain itu, sikap menghargai satu sama lain juga menjadikan ketiga sahabat ini cukup solid untuk saling berbagi ide.

“Jadi, kita semua punya effort yang sama dalam proses pembuatan karya. Di single pertama, itu bagian verse dari Dika, pre-chorus dari Chika, dan bagian reff sama vamp terakhir dari saya. Selain itu, kita ngebut juga karena kita belum punya project yang benar-benar serius. Kita pengen supaya Littlefingers jadi sesuatu, caranya dengan produktif membuat karya sebanyak yang kita bisa,” ungkap David.

Dika pada bass

Di tahun ini, Littlefingers akan tampil di beberapa showcase musik Jakarta dan sekitarnya. Nggak cuma itu Urbaners, trio jazz elektronik ini juga sedang menyempurnakan materi untuk EP atau Extended Play yang berisi beberapa single yang akan dirilis di bulan Juli atau Agustus 2020.

Buat Urbaners yang penasaran dan nggak mau ketinggalan single barunya, lo bisa follow mereka di Instagram @littlefingersmusic.id!

Dave Grohl Melansir Akun IG Khusus Cerita Konyol Hingga Interupsi Hantu

Fri, 03 April 2020
Dave Grohl dalam salah satu penampilan panggungnya bersama The Foo Fighters

Nggak jauh berbeda dengan kebanyakan orang, Dave Grohl pentolan Foo Fighters ini tampaknya mulai merasa jenuh dan bosan dengan kewajiban tetap berada di dalam rumah selama wabah virus Corona. Beberapa dari lo yang membaca ini, mungkin merasakan hal yang sama dikarenakan nggak banyak hal yang dapat dilakukan saat harus berdiam di rumah sepanjang hari, apalagi selama berminggu-minggu. Namun, Grohl tahu cara mengatasi kebosanan ini.

 

Bikin Akun Instagram Baru

Tim Cook sedang memperkenalkan iPhone terbaru saat itu pada Dave Grohl

Untuk mengusir kebosanan di rumah selama masa isolasi, selain work from home, lo bisa saja menghabiskan sebagian besar waktu buat bermain game baru, mencoba resep dalgona coffee yang sedang viral, atau scrolling media sosial berjam-jam. Ide ini sepertinya yang membuat Grohl memutuskan membuat akun Instagram dengan nama @davestruestories dengan unggahan pertama tertanggal 25 Maret 2020 lalu.

Belum lama dibuat, akun milik Grohl ini sudah memiliki 277ribu pengikut. Ide Grohl nampak sangat sederhana. Ia hanya ingin membagikan cerita konyol yang dia alami sendiri di feed akun Instagram barunya ini, termasuk beberapa lawakan konyol. Tujuannya jelas untuk mengusir rasa jenuh dan bosan karena nggak bisa kemana-mana. Grohl juga berharap akun sampingannya ini dapat menghibur para pengikutnya dan bisa lebih betah di rumah.

 

Perkenalan Konyol Grohl

Dave Grohl sedang bermain drum

 “Hi. My Name is Dave. Sometimes I play drums. Sometimes I play guitar. Sometimes I tell stories. I’m currently looking for work, so I thought I’d pass the time by writing true short stories that will make people smile. (I’m also a total f****ng spaz who can’t sit around doing nothing).

My mother was a brilliant English teacher, my father a wicked speechwriter, so I decided to rebel by not paying attention to grammar and/or punctuation in school. (That, and cranking death metal 24/7 from my bedroom stereo). So… Have mercy. Not going for a Nobel Prize in literature here.

I Look forward to sharing some of the more ridiculous moments of my life with you. Stay tuned!

Wash your f****ng hands.

Dave”

Unggahan pertama yang dimuat Dave Grohl di akun baru tersebut adalah sebuah perkenalan singkat dengan celetukan-celetukan konyol dan lucu. Kalau lo tertarik dengan cerita-cerita yang akan dibagikan sang musisi, bisa langsung follow akunnya di Instagram.

 

Interupsi Hantu saat Menggarap Album

Dave Grohl tampak santai di dalam sebuah studio rekaman

Selain perkenalannya yang konyol, dan ide briliannya yang disambut hangat para fans untuk mengusir jenuh selama masa isolasi. Grohl juga sempat membagikan cerita yang dia alami saat masih bersama Nirvana, bermain drum bersama band populer tersebut.

Kisah terjadi saat mereka sedang merekam album mereka di sebuah rumah tua di Encino, California. Grohl dan personil lain yang berada di sana bisa merasakan situasi yang aneh. Alat-alat musik yang mereka pakai juga menghasilkan suara yang fals serta hasil rekaman yang sudah dilakukan terhapus begitu saja.

“We would open up a Pro Tools session and tracks would be missing. There were some tracks that were put on there that we didn’t put on there. But just like weird open mic noises. Nobody playing an instrument or anything like that, just an open mic recording a room.” Begitu tulis Grohl dalam unggahannya di Instagram yang sejauh ini masih berisi tiga unggahan.

 

 

 

Sources: Music-News, Radiox, WTFM