• Music News
  • Nadin Amizah Merayakan Umur Ke-20 Lewat Album Barunya 'Selamat Ulang Tahun'

Nadin Amizah Merayakan Umur Ke-20 Lewat Album Barunya 'Selamat Ulang Tahun'

Tue, 21 July 2020
Nadin Amizah sedang duduk di kursi kayu dengan kue ulang tahun di sampingnya

Nadin Amizah merilis album baru tepat pada saat usianya menyentuh angka dua puluh tahun. Akhirnya! Judulnya sesuai konteks, Selamat Ulang Tahun.

Sejak kemunculannya beberapa tahun sebelum ini, tanda-tanda bahwa karirnya akan terang sudah sangat benderang. Single-nya dengan Dipha Barus yang dirilis tahun 2017, All Good, sudah memberi isyarat bahwa penyanyi ini akan punya jalan sendiri yang penuh warna. Warna vokalnya tidak banyak pembanding; mendayu-dayu, suka berlari ke nada-nada tinggi yang rawan kalau dimainkan live dan bisa punya banyak wajah yang kadang muram, kadang bahagia tapi tidak datar-datar saja.

Jika rumus talenta bagus ditambah dengan kemampuan menulis lagu yang juga sama baiknya, bisa jadi itu akan membentuk sebuah komposisi yang tidak standar.

Lagi-lagi, tanda bisa dirasakan lewat beberapa single lepasan yang ia rilis; Rumpang, Sorai, ---Star dan Seperti Tulang. Juga harus di-highlight spesial, single duet dengan Sal Priadi, Amin Paling Serius.

Dengan fondasi yang kuat, tidak mengherankan ketika debut album solonya dirilis, salah satu lampu gegap gempita industri musik secara otomatis mengarah padanya. Terlebih, Selamat Ulang Tahun berisi sekumpulan lagu pop yang cakap untuk mendorongnya melaju dalam karir.

Dalam kemasan keseluruhan, Selamat Ulang Tahun begitu enak menjadi teman bagi suasana santai yang pelan. Mendengarkan lirik demi lirik yang ditulis Nadin Amizah, seperti mendengarkan dongengan kisah keseharian yang sedang didokumentasikan.

Lirik-lirik lagu di album ini kaya dari segi penggunaan kata. Membuat makna yang ingin dikirimkan secara utuh menjadi kesatuan yang solid; kadang tulus, kadang jahil, kadang kontemplatif, dan kadang bikin senyum-senyum sendiri.

Yang sangat menonjol adalah pemilihan tema yang begitu beragam dan seringkali mengejutkan. Rute ini dipilih Nadin Amizah dengan begitu cermat. Ia menjadi tidak biasa dari segi tema, tapi manis dari segi kemasan musik.

Nadin Amizah dengan gaun putih memegang serangkai bunga

 

Track terbaik adalah Bertaut, yang bercerita tentang hubungan anak dengan ibunya. Kendati bercerita tentang hubungan dengan orang tua, pemilihan angle di bagian-bagian kecilnya tidak biasa. Ia bercerita dengan sudut pandang adik. Nadin Amizah justru menjadi pencerita, bukan pelaku.

Lagu ini diproduseri oleh musisi Mikha Angelo. Selain musisi berbakat yang satu itu, Selamat Ulang Tahun juga mengandung kontribusi dari sejumlah produser Indonesia yang sedang naik daun seperti Petra Sihombing, Dissa Kamajaya, Tarrarin dari Svmmerdose, dan kolektif harmoni Syarikat Idola Remaja.

Nama yang terakhir disebut, berkontribusi merombak aransemen sekaligus ikut menyanyi bersama di Sorak Sorai. Sebelumnya, lagu ini dirilis dengan judul Sorai sebagai single lepasan.

Materi bagus dan didukung oleh keberagaman kontributor, dengan sendirinya membuat Selamat Ulang Tahun punya variasi yang lebar tapi sama sekali jauh dari kata membosankan, kendati seluruh lagunya punya keterlibatan yang kuat dari Nadin Amizah di sisi penulisannya. Bisa jadi, mengumpulkan banyak produser itu adalah strategi yang jitu untuk membuat sebuah album penuh jadi berwarna dan menyenangkan untuk didengarkan oleh orang banyak.

Yang paling penting harus digarisbawahi dari Selamat Ulang Tahun adalah rekaman periode perjalanan karir Nadin Amizah yang bisa jadi akan berkembang liar ke depan. Hari ini, ia bercerita tentang kehidupannya di jembatan menuju era 20-an. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti kisah-kisah berikutnya juga akan didokumentasikan.

Nadin Amizah berpose dengan tulisan ‘5M Streams’ di belakangnya

Dari segi streaming, Selamat Ulang Tahun mencatat sejarah penting dengan menyentuh angka 5.000.000 streams hanya di dua pekan pertama perilisannya. Itu membuat Nadin Amizah dan album ini menjadi salah satu karya musik paling digemari di Indonesia. Jalannya lapang menuju masa depan. Ada dukungan publik yang besar.

Semoga ia sampai ke sana dengan baik. Selamat Ulang Tahun adalah sebuah debut yang fenomenal dan lezat untuk dinikmati.

 

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.