• Music News
  • Petra Sihombing Rilis Lagu Kolaborasi dengan Pamungkas

Petra Sihombing Rilis Lagu Kolaborasi dengan Pamungkas

Tue, 09 June 2020
Petra Sihombing mengenakan kaos dan topi sedang bernyanyi sambil membawa gitar

Setelah disibukkan dengan penggarapan lagu terbaru Tulus, akhirnya Petra Sihombing merilis lagu baru bertajuk “Manusia Kasur”. Lagu ini menjadi lagu ke-4 yang sudah dirilis Petra di tahun 2020, masuk juga ke dalam daftar lagu yang akan ada di album terbarunya “Semenjak Internet”. Kini, Petra mengundang Pamungkas masuk ke dalam kreasi musiknya, menjadikan lagu Manusia Kasur ini semakin nikmat untuk didengar pas lo rebahan di ranjang #MumpungLagiDirumah.

 

Terinspirasi dari Pandemi COVID-19

Petra Sihombing mengenakan topi dan jaket kulit menatap layar smartphone

Lagu baru Petra Sihombing yang bertajuk Manusia Kasur ini dirilis pada 23 Mei 2020 yang lalu. Dari judulnya saja, lo pasti sudah bisa menebak kalau lagu ini cocok untuk didengar sambil chilling di atas kasur. Menurut Petra sendiri, memang sudah seharusnya begitu, jangan takut untuk bermalas-malasan.

“Tidur aja gapapa kok. Produktivitas dari dulu sampai pandemi tetap bukan kompetisi,” ungkap Petra Sihombing mengenai pesan dari lagu terbarunya. Ia sendiri bercerita bahwa selama ini waktunya dihabiskan untuk bermain game, menjadikan masa isolasi di rumah sebagai waktu liburan yang selama ini ia butuhkan. Dengan begitu, energi dan kreativitasnya pun terisi kembali, lebih segar saat bermusik.

“Rasanya kayak liburan yang gue butuh. Senang banget. Habis itu bikin musik lagi rasanya jadi lebih segar. Jadi Manusia Kasur sebentar itu gapapa banget, malah harus,” imbuh Petra. Lagu Manusia Kasur ini akan membuat lo merasa relate dengan gaya hidup mager, tetapi tetap mengingatkan lo untuk terus menjalin komunikasi dengan orang-orang tersayang.

 

Masuk dalam Album Terbaru

Potret Petra Sihombing dengan topi dikecup sang ayah Ben Sihombing yang mengenakan kacamata hitam

Kalau lo mengikuti kabar terbaru musisi Petra Sihombing, pasti sudah tahu nih kalau Petra tetap konsisten merilis lagu baru dari album Semenjak Internet di setiap tanggal 23. Saat Petra melakukan video call bersama para penggemarnya, ia mengaku jadi ingin lebih konsisten. Di mana resolusi Petra di tahun 2020 ini adalah merilis lagu setiap sebulan sekali selama sepuluh bulan ke depan.

Setelah sukses merilis lagu “Apa?” berkolaborasi dengan Teddy Adhitya, “Bodoh” dengan Ben Sihombing, dan “Canggih” tepat sebulan sebelumnya, Petra pun kembali memukau dengan lagu Manusia Kasur. Lagu ini memang lebih santai bila dibandingkan dengan lagu-lagu sebelumnya, namun mampu menggabungkan harmonisasi musikal yang apik dari Petra Sihombing dan Pamungkas.

Berarti, Petra sudah merilis 4 lagu dari albumnya. Tinggal menunggu 6 lagu lainnya yang akan dirilis tahun ini. Rasanya sudah nggak sabar ya, Bro!

 

Berawal dari Ngobrol Santai

Pamungkas dengan blazer sedang bernyanyi di atas panggung

Secara mengejutkan, ternyata lagu Manusia Kasur sendiri sudah mulai diproduksi sejak tahun 2012, bersamaan dengan proses menulis lagu “I Love You But I’m Letting Go” dan “Kenangan Manis”. Di tahun itu juga, Petra mulai komitmen untuk menulis satu lagu setiap harinya sebagai media mengisi waktu luang kala kesepian. Terbukti, momen mager menjadi momen terbaik untuk berkreasi.

Dari ide yang terbentuk 8 tahun silam, Petra pun bertemu dengan Pamungkas dan mengobrol santai mengenai proyek masing-masing. “Gue sempat cerita tentang ‘Semenjak Internet’ dan dia (Pamungkas) ngirim gue voice note ‘Manusia Kasur.’ Gue saat itu merasa tepat ini ada di album gue,” kenang Petra mengenai awal komunikasi dengan Pamungkas. Hasilnya? Tentu memuaskan, terasa segar dengan aransemen hasil tangan dingin Petra Sihombing dan vokal khas dari Pamungkas. Manusia Kasur kini sudah bisa lo dengarkan di berbagai platform streaming musik.

 

 

 

Sources: Fimela, Kompas, Tempo

Konsep Retro, Vintage, dan Pesona Prancis di Setiap Melodi Vira Talisa

Tue, 14 July 2020
Vira Talisa dengan tampilan rambut updo sedang bercermin, mengenakan blouse putih dengan garis abu dan kuning

Cantik, unik, dan bertalenta, Vira Talisa membawa angin segar bagi musik Indonesia, terkhusus dalam musik indie. Dara kelahiran Jakarta yang satu ini ternyata merupakan lulusan Visual Art dari Universitas Rennes, Prancis.

Selama 4 tahun menimba ilmu di negara asing, selepasnya Vira memutuskan untuk fokus bermusik. Baru saja merilis album terbaru “Primavera”, Vira Talisa siap untuk memanjakan telinga pendengar #MumpungLagiDirumah dengan lantunan lagu retro-pop yang manis.

 

Berawal dari Visual Art hingga Bermusik

Vira Talisa menyanyi dengan mic, mengenakan kemeja biru dan topi berwarna orange

Seni dan bermusik merupakan dua hobi seorang Vira Talisa. Sempat terpikir untuk mengambil jurusan musik, namun niat tersebut diurungkan karena takut malah membuat musik jadi terasa seperti “pekerjaan” yang nggak lagi bisa dinikmati dengan santai.

Walau memang seni dan musik merupakan dua hal yang berbeda, Vira merasa justru pengalamannya saat berkuliah menjadi bekal untuk ia menjadi penyanyi, sekaligus mendorongnya untuk benar-benar menggeluti musik. Menggeluti seni secara akademis, dan musik di luar aktivitas akademisnya membuat Vira merasa kedua jalan hidupnya tersebut selaras.

 

Prancis dan Setiap Kenangan di Sana

Salah satu cover single Vira Talisa, mengenakan straw hat dan sarung tangan kulit berwarna hitam

Kalau berbicara soal negara Prancis, pasti yang ada di benak lo adalah suasana romantis di sepanjang sungai Seine dan gemerlap menara Eiffel. Itu juga suasana yang ingin diciptakan oleh Vira lewat musik-musiknya, termasuk juga album terbarunya bertajuk Primavera yang berarti musim semi. Selama Vira berada di Prancis, ia juga masuk ke dalam komunitas dan pertemanan yang memiliki minat musik yang serupa.

Vira merasa klik dengan referensi musik retro-pop yang didapatkannya selama di Prancis. Begitu pula dengan hasil belajar yang ia tekuni di Prancis. Meski mengambil jurusan Visual Art, nyatanya di dalamnya juga mencakup bidang sastra dan film, di mana akhirnya Vira juga mampu mengasah pemahamannya akan musik sebagai salah satu komponen film.

 

Terinspirasi dari The Beach Boys dan Soundtrack Film Klasik

Vira Talisa sedang duduk di sofa sambil menulis di buku berwarna orange

Kiprah bermusik Vira benar-benar dimulai sejak nol, berawal dari sekadar meng-upload hasil cover lagu di platform Soundcloud. Hingga akhirnya, Vira pun berhasil merilis album self-titled di tahun 2016. The Beach Boys menjadi salah satu panutan Vira dalam bermusik dan musisi yang memperkenalkan Vira ke musik dengan genre retro.

Nggak hanya The Beach Boys saja, Vira juga jatuh cinta dengan konsep vintage dan genre pop-retro melalui soundtrack film garapan Jean-Luc Godard, seperti “Singing in the Rain”. Film-film klasik di era 30-an dan 60-an menjadi inspirasi bagi musikalitas Vira Talisa.

 

Dukungan Manis dari Orang Tercinta

Vira Talisa menyanyi di atas panggung dengan dress hitam

Dibesarkan di keluarga pencinta musik, Vira Talisa ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan legenda musik Eyang Titiek Puspa. Keluarganya sering mendengarkan lagu-lagu karya Everly Brothers dan The Beatles yang membuat Vira sebagai sosok old soul dengan kemampuan bermusik yang nggak perlu diragukan lagi.

Dalam album Primavera yang berisikan delapan lagu, ada satu lagu berjudul “He’s Got Me Singing Again” yang menceritakan sosok sang kekasih, Radityo Joko Bramantyo. Bagi Vira menulis lirik dan menggarap musik itu adalah ekspresi paling jujur yang bisa dimiliki seseorang. Sekarang, album Primavera sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming. Vira juga sedang fokus untuk merilis album fisik dan tetap melahirkan tembang-tembang retro-pop.

 

 

 

Sources: Medcom.id, CNN Indonesia, Liputan 6.