Menutup Rangkaian MLD Spot Stage Bus Jazz Tour 2015 di Jakarta - MLDSPOT
  • Music News
  • Menutup Rangkaian MLD Spot Stage Bus Jazz Tour 2015 di Jakarta

Menutup Rangkaian MLD Spot Stage Bus Jazz Tour 2015 di Jakarta

Wed, 02 December 2015

Setelah berkeliling ke 23 kota di Jawa-Bali, MLD Spot Stage Bus Jazz Tour 2015 akhirnya berakhir di Jakarta. Pelataran Plaza Senayan di selatan ibukota dipilih sebagai lokasi terakhir yang membungkus seluruh rangkaian perjalanan. 

Pusat kota dipilih bukan tanpa alasan. Setelah berkeliling ke banyak tempat dan menemui berbagai macam tipe penonton, MLD Spot Stage Bus Jazz Tour harus berakhir. Jakarta yang dikenal sebagai pusat barometer industri musik Indonesia mendapat kesempatan untuk menutup tur panjang yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir ini.

Ajang ini bukan hanya sebagai tempat berkumpulnya penikmat musik jazz, tetapi juga sebagai salah satu alternatif hiburan warga ibukota di hari Minggu yang cenderung pelan.

Sebagai highlight acara malam itu, MP3 Trio memainkan sekitar 15 nomor-nomor jazz sepanjang masa yang dipadukan dengan sejumlah komposisi asli yang telah mereka rekam. Bermain tanpa jeda, MP3 Trio berhasil menyuguhkan tontonan segar yang membuat pengunjung menikmati langit Jakarta yang cerah. Mereka menghabiskan kesempatan terakhir dengan bermain penuh energi.

Di putaran ini, mereka kedatangan Tompi yang didaulat menyanyikan beberapa lagu, tentunya dengan iringan apik MP3 Trio. Bus yang disulap menjadi sebuah panggung berhasil menjadi pusat perhatian tua dan muda yang hadir dengan beberapa lagu yang dibawakan. Dengan gayanya yang khas, Tompi berhasil membuat pengunjung untuk bernyanyi bersama.

Selain itu, di kesempatan ini, secara khusus berlangsung peluncuran CD Djanger Bali, sebuah album kompilasi jazz klasik yang direkam di tahun 60-an. Benny Mustafa, salah satu personil MP3 Trio di tur ini, merupakan penabuh drum asli Indonesian All Stars di rekaman tersebut.

Karya-karya di album itu, diinterpretasikan ulang oleh trio Sri Hanuraga, Adra Karim dan Elfa Zulham dengan pemahaman kekinian yang ada di anak-anak muda itu. Ini menambah nuansa pertunjukan yang terjadi malam itu.

Di bagian ujung, putaran terakhir ini berakhir dengan senyum bahagia yang terpancar, baik dari pengisi acara maupun pengunjung yang hadir.

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash