• Music News
  • The Chainsmokers, DJ "Kuda Hitam" Asal Amerika

The Chainsmokers, DJ "Kuda Hitam" Asal Amerika

Tue, 26 April 2016

Siapa tak kenal dengan duo musisi asal Amerika satu ini, The Chainsmoker. Berkali-kali berkolaborasi dengan banyak musisi terkenal di Hollywood membuat nama mereka semakin terkenal. Salah satu karya kolaborasinya, Roses, yang dimainkan bersama dengan ROZES makin mendongkrak nama mereka menjadi salah satu musisi EDM yang patut diperhitungkan akhir-akhir ini. Lantas, bagaimana kiprah mereka dalam mendongkrak popularitas di tengah persaingan musik EDM internasional yang ketat?

 

Musik yang pas

The Chainsmokers adalah duo DJ asal Amerika yang beranggotakan Andrew Taggart dan Alex Pall. Nama mereka mulai naik ketika single berjudul #Selfie di tahun 2014 berada di urutan ke 16 tangga lagu Amerika, bahkan sebagai nomor 11 di tangga lagu Inggris.

Duo DJ yang tentunya mengambil aliran EDM ini punya gaya musik yang menarik. Perpaduan antara beat musik serta irama yang unik membuat lagu-lagu mereka jadi asyik di dengar. Salah satu lagunya, Roses, bisa lo rasakan sangat menyatu dengan musisi kolaborator mereka, ROZES, dengan porsi yang pas, tak kurang apapun.

 

Kolaborasi adalah awal

Kisah mereka bermula ketika The Chainsmokers dibentuk sebagai duo DJ EDM di tahun 2012 dibawah naungan manajemen Adam Alpert di New York City. Awalnya, mereka hanya membuat lagu-lagu remix yang dibawakan oleh band-band indie setempat. Dari situ, mereka mulai dikenal di New York sebagai duo DJ EDM.

Di tahun yang sama, The Chainsmokers berkolaborasi dengan musisi India bernama Priyanka Chopra dalam single Erase dan lanjut dengan merilis single The Rookie di awal 2013. Barulah di akhir Desember 2013, single #Selfie mereka rilis secara gratis yang kemudian oleh Dim Mak Records, diambil dan dirilis ulang. Dari sinilah kemudian The Chainsmokers mulai mendapatkan atensi dari banyak pemerhati musik dan terkenal hingga sekarang.

Hingga saat ini, belum ada album yang dirilis oleh The Chainsmokers, so sad! Meski demikian, mereka sempat merilis EP dengan judul Bouquet di bulan Oktober 2015. Hebatnya, EP ini bertengger di urutan ke 31 tangga lagu Amerika.

Seru memang lagu-lagu dari The Chainsmokers. Kalau lo termasuk baru mau ngedengerin The Chainsmokers, lo bisa nyobain singlenya yang berjudul #Selfie sebelum lo bakal menggilai lagu-lagu dari mereka.

 

 

 

Source: Wikipedia.org, billboard.com

Hidup untuk Hari Ini, Refleksi Diri Hindia dalam Karya-Karyanya

Thu, 13 August 2020
Potret Baskara Putra dengan kaos putih bertuliskan Hindia dan kacamata

Vokalis band .Feast, Daniel Baskara Putra, atau juga dikenal dengan nama panggung Hindia telah cukup banyak mengeluarkan karya, mulai dari beragam proyek kolaborasi bersama musisi lainnya hingga mengeluarkan debut album. Baru-baru ini, Hindia kembali mengeluarkan single terbarunya berjudul “Setengah Tahun Ini” yang merupakan catatan narasi mengenai pandangannya dalam hidup selama pandemi COVID-19.

 

Arti Nama Hindia Baginya

Baskara Putra atau Hindia mengenakan kemeja coklat sedang ada di atas panggung

Nama Hindia ini dipilih bukan karena iseng atau sekadar mau bergaya keren di tengah banyaknya penyanyi indie Indonesia. Pasalnya, ada banyak pemikiran yang tertuang dalam pemilihan nama panggung tersebut.

Baskara mengungkapkan bahwa ide nama panggung Hindia sendiri tertanam sejak usia sekolah, tepatnya ketika field trip dan melihat tulisan “Hindia Belanda” di bawah sebuah lukisan. Muncul angan-angan untuk memasukkan diri ke dalam sejarah Indonesia dengan penggunaan nama Hindia.

Kalau sebelumnya lo akan melihat rentetan kisah penjajahan Belanda terhadap Indonesia saat mengetik “Hindia” di Google, Baskara berharap generasi selanjutnya malah akan menemukan sosok penyanyi Indonesia bernama Hindia dengan karya-karya bahasa Indonesia yang dipersembahkan untuk orang Indonesia juga.

Selebihnya, nama Hindia ini juga ditujukan untuk memisahkan persona diri ketika ada di atas panggung dengan di luar panggung. Nama Hindia kini memiliki makna tersendiri bagi Baskara, yakni layaknya samudera yang membasuh banyak orang agar mendapat kebahagiaan di tengah proses mencapai tujuan. Di dalamnya juga ada kesan androgynous dan familiar.

 

Menutup Debut Album dengan “Setengah Tahun Ini”

Baskara Putra atau Hindia dengan kedua tangan terangkat mengenakan jaket putih

Debut album bertajuk “Menari dengan Bayangan” sudah direncanakan dengan matang oleh Hindia. Sudah menjadi keinginannya untuk memiliki tambahan track ke-16 atau ke-17 dalam album ini. Sebelumnya, lagu “Evaluasi” menjadi penutup manis dari debut album yang dijadikan narasi hidup ini, namun Hindia berkata bahwa ternyata hidup nggak melulu sesuai rencana manusia.

Adanya pandemi ini menyebabkan Hindia harus memutar otak dalam melengkapi debut albumnya sesuai dengan keinginannya dulu. Walau pandemi adalah tantangan baginya dalam bermusik, tetapi juga berperan sebagai inspirasi. Akhirnya, dimulailah proses menulis lagu Setengah Tahun Ini yang jadi refleksi dirinya selama karantina di tengah pandemi 6 bulan belakangan ini.

Mau nggak mau, pandemi mengubah persepsi Hindia mengenai album dan hidup pribadinya. Ia mengungkap bahwa sebelum pandemi, manusia seringkali fokus ke masa depan dan menyesali yang ada di masa lalu. Namun pandemi membuatnya tersadar bahwa ia harus hidup untuk hari ini, nggak harus memusingkan masa depan secara berlebihan

 

Nggak Siap untuk Jadi Terkenal

Baskara Putra atau Hindia mengenakan pakaian serba hitam ada di atas panggung

Baik dalam karirnya bersama .Feast atau proyek solo sebagai Hindia, nyatanya Baskara mengungkap ketakutannya menjadi seorang public figure. Hindia sendiri ia buat untuk menuangkan pikiran dan kreativitasnya, menjadikan pengalaman pribadi serta interaksi individu sebagai sumber utama. Sedangkan .Feast yang arahnya lebih ke rock adalah tempat ia menuangkan opini dan kritik berdasarkan pengalamannya dalam hidup bermasyarakat.

“Kehilangan privasi itu berat, berat banget. Rasanya seperti diperhatikan terus dan seakan gue nggak bisa mengekspresikan apa pun tanpa hal itu jadi konsumsi publik,” ungkap Baskara. Kondisi mental dari Baskara yang seringkali terserang anxiety juga menantangnya ketika ada penggemar yang secara sadar maupun nggak sadar menjajah lahan privasinya.

Meski begitu, Baskara tetap termotivasi untuk membantu lo dan pendengar lainnya meluapkan emosi bersama lagu-lagu Hindia.

 

 

 

Sources: Popbela, Siasat Partikelir, Republika