Mengenal ONE OK ROCK

Wed, 28 September 2016

Ketika mendengar nama ONE OK ROCK, apa yang ada di benak lo? Pasti kalau nggak band Korea Selatan atau band nggak jelas gitu kan? Ternyata ONE OK ROCK ini adalah salah satu band rock asal Jepang yang sangat terkenal. Biasanya band Jepang ini identik dengan lagu Jepang yang memang bikin nggak mudeng. Tetapi ONE OK ROCK ini berbeda Urbaners, mereka juga menyanyikan lagu berbahasa Inggris dengan irama cepat khas musik rock.

 

Nama karena salah pelafalan

Taka, Toru, Ryota dan Tomoya adalah anggota tetap dari ONE OK ROCK sekarang. Mereka semua adalah teman ketika SMA, pada saat itu Toru ingin membuat band dengan bertema rock. Bahkan mantan anggotanya yang bernama Alex ini dulunya nggak bisa bermain bass dan harus belajar terlebih dahulu. Penamaan ONE OK ROCK ini sangat lucu Urbaners, ketika sudah memainkan beberapa lagu, mereka mulai bingung untuk membuat nama band. Akhirnya muncul “01:00” yaitu jam dimana mereka sering berkumpul. Karena orang Jepang ini sangat sukar membedakan mana huruf R dan L, nama seharusnya “O’Clock” pun berubah jadi “O’Crock” kemudian coba dipasahkan menjadi Ok Rock.

 

Terkenal berkat Kenshin?

Bagi penggemar ONE OK ROCK sejak lama, mungkin akan sedikit merasa risih karena masih banyak yang menyebut bahwa ONE OK ROCK ini hanya terkenal karena mengisi soundtrack dari film Rurouni Kenshin Live Action. Padahal sebelumnya ONE OK ROCK ini sudah mengeluarkan album dan mempunyai debut album yang cukup lumayan.

Tetapi bagi sebagian besar penggemar baru, lagu seperti The Beginning yang menjadi soundtrack Rurouni Kenshin Live Action adalah lagu terbaik. Beberapa lagu yang memang enak didengar dengan beat khas rock yang cepat seperti Break My String, Nobody’s Home dan Wherever You Are juga wajib lo dengerin Urbaners.

Sekarang ONE OK ROCK sedang mempersiapkan tur album terbarunya di Eropa dan beberapa daerah lain. Apakah lo suka ONE OK ROCK? Sebutkan alasannya kenapa lo suka sama ONE OK ROCK ini Urbaners.

Terbang di Udara Bersama Matter Halo

Tue, 02 June 2020
Matter Halo sudah dibentuk sejak tahun 2008

Bro, setuju nggak kalau salah satu cara terbaik untuk menikmati hidup adalah dengan bepergian? Travelling menjadi pilihan banyak orang untuk lari dari rutinitas hidup yang membosankan. Bepergian dan bertemu orang baru dalam sebuah perjalanan dapat membantu kita melepas penat dan mendapat ide-ide baru.

Akan tetapi, travelling nggak melulu tentang physical movement, melainkan juga mental movement. Travelling dengan pesawat, misalnya, selain dapat membawa lo ke destinasi tujuan, perjalanan dengan pesawat juga memberikan lo pengalaman terbang di udara. Nah, hal inilah yang ingin disampaikan oleh Matter Halo, sebuah band electronic folk yang ingin mengajak pendengarnya untuk berkelana di udara dengan pesawat melalui lagu-lagu mereka.

 

Dedikasi untuk Pesawat

Meski terbentuk sejak 2008, duo Matter Halo yang terdiri dari Ibnu Dian (vokalis serta gitaris) dan Ganindra Rai (bassist) baru memulai debutnya pada 2015 lewat album “Aerotiva”. Aerotiva adalah gabungan dari kecintaan Ibnu dan Gani pada pesawat dan juga terinspirasi dari album Brian Eno, yang isinya adalah lagu-lagu yang cocok untuk didengarkan di bandara.

Ibnu dan Gani juga mendapat inspirasi album Aerotiva dari film Studio Ghibli dan Lost in Translation

Musik terbentuk dari segala situasi. Bisa dibuat ketika berada di perjalanan, di kamar, bahkan saat sedang mandi! Terlepas dari di mana melodinya diciptakan, Matter Halo selalu membuat musik yang bisa didengarkan di segala situasi. Melalui album Aerotiva yang terdiri dari 10 lagu berdurasi 41 menit ini, Matter Halo ingin menjadi armada agar para pendengarnya dapat selalu merasa berada di pesawat dan terbang di udara.

“Di luar konsep penerbangannya sendiri, kita mau punya karya yang semua orang bisa experience. Aerotiva sendiri artinya tarian di udara, jadi cocok dengan pesan yang ingin kita sampaikan. Kita ingin orang yang dengar musik kita bisa relate antara konsep take off di lagu 'Soundof Takeoff' dan landing di lagu 'Jumpylanding' dengan situasi naik turunnya kehidupan. Idenya adalah di mana pun kita berada, Aerotiva dapat menjadi soundtrack perjalanan hidup seseorang,” imbuh Ibnu yang mengaku adalah spontaneous traveller.

 

Mencari Momentum untuk Kolaborasi

Salah satu lagu hit Matter Halo adalah 'Teralih [Aero’s Tape]' (feat. Nadin). Lagu ini merupakan soundtrack film Posesif (2017) sekaligus lagu yang berhasil mengantarkan Matter Halo pada nominasi AMI Awards 2018. Kolaborasi bersama Nadin Amizah ini diakui Ibnu nggak sengaja terjadi lho, Bro. “Ketika buat lagunya, kita tiba-tiba kepikiran aja kayaknya yang cocok isi lagunya cewek yang masih sekolah deh. Nah, terus kita kepikiran Nadin dan ajak dia collab,” jelasnya.

Ketika manggung, Matter Halo ingin terhubung dengan pendengarnya agar pesan dari lagunya tersampaikan

Ibnu secara lebih detail menjelaskan bahwa mereka biasanya harus menemukan momen yang tepat dulu kalau ingin mengajak musisi lain berkolaborasi. “Misalnya kita sudah ada lagu nih, dari situ kita baru bisa menentukan mau ajak siapa untuk collab, siapa yang sesuai dengan warna lagunya dan visi misi kita,” tambahnya.

 

Figur Aero dan Tiva

Kalau lo nonton music video Matter Halo, lo akan sadar bahwa video klip untuk ‘Kamulah yang Terindah’, ‘Melangkah Lagi’ dan ‘Travel’ adalah seputar perkembangan karakter Aero dan Tiva yang dibalut dengan indah dan penuh makna. Ibnu mengaku awalnya ia dan Gani cukup ambisius untuk memasukkan dua karakter ini ke dalam video klip Matter Halo.

“Kita awal bikinnya have fun aja, tapi lama-lama jadi diseriusin haha. Videonya memang berkesinambungan. Pas kecil mereka sahabatan, ketika remaja ada sedikit romansa, dan pas dewasa masing-masing memiliki makna untuk satu sama lain. Tapi video-videonya ini bukan kisah mengenai pasangan ya, tapi lebih ke character appreciation,” jelas Ibnu.

The Halos adalah kumpulan musisi yang memainkan lagu Matter Halo.

 

Kegiatan Selama Pandemi

Sebagai musisi, Matter Halo pun ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19. Namun, banyaknya kegiatan yang terhalang karena imbauan di rumah saja nggak semata-mata menyurutkan semangat duo ini untuk tetap berkarya dan menghibur para penggemarnya. “Selama pandemi memang sulit untuk melihat sisi positif dari hadirnya virus ini. Tapi kami selalu berusaha untuk mencari sisi positifnya, seperti komunikasi sekarang bisa jauh lebih intens dengan Zoom meeting, kami juga jadi lebih fokus mematangkan album baru kami,” kata Ibnu.

Matter Halo juga memanfaatkan masa-masa isolasi mandiri di rumah untuk menghibur para pengikutnya dan memberi mereka konten-konten untuk dinikmati di masa-masa sulit ini. Ibnu pun sedikit membocorkan kalau sekarang Matter Halo telah menyelesaikan produksi album baru mereka, nih! Single terbaru Matter Halo, 'Runway Lights' dijadwalkan akan dirilis di semua digital streaming platform pada 25 Juni 2020 mendatang. Jangan lupa catat tanggalnya ya, Bro!

Album baru Matter Halo rencananya akan dirilis secara digital

Untuk dapat merasakan magisnya alunan lagu Matter Halo, lo harus stay relax and be present in the moment. Biarkan lantunan melodinya membawa lo pergi dari rutinitas dan hiruk pikuk perkotaan.

So, apakah lo sudah siap untuk ikut menari di udara bersama Matter Halo? Yuk, dukung mereka untuk terus berkarya dengan dengerin lagu-lagunya di berbagai platform musik dan ikuti Instagram mereka di @matterhalo, Bro!