• Music News
  • 4 Cafe di Inggris yang Dulunya Jadi Tempat Band- Band Ternama Tampil Perdana

4 Cafe di Inggris yang Dulunya Jadi Tempat Band- Band Ternama Tampil Perdana

Wed, 02 November 2016

Ngomongin soal nongkrong, tempat nongkrong yang paling digemari adalah cafe. Biasanya cafe memiliki suasana yang nyaman dengan ditambah fasilitas internet kencang dan juga live music. Nah omong-omong soal cafe yang ada live music-nya, kali ini akan dibahas beberapa cafe di Inggris yang dulunya pernah dijadikan tempat manggung badn-band besar dunia, Urbaners. Kira-kira cafe apa aja ya? Lanjutin bacanya ya.

 

The Cavern Club

The Cavern Club merupakan klab malam yang berada di Matthew Street, kota Liverpool, Inggris. Awalnya, Cavern Club ini merupakan klab khusus jazz. Tapi pada tahun 60an, klab ini malah berubah jadi pusatnya rock and roll di Liverpool. Nggak heran kalau pada tahun 1961, band legendaris The Beatles mempersembahkan penampilan pertamanya di klab ini, Urbaners. Terhitung sudah 292 kali The Beatles tampil di klab ini selama rentang tahun 1961-1963. Klab ini sempat ditutup pada tahun 1973 dan dibuka kembali tahun 1984.

 

Boardwalk

Boardwalk merupakan klab malam yang ada di Little Peter Street, Manchester, Ingris. Klab malam ini terdiri dari klab berukuran sedang, dan studio yang dimiliki oleh Colin Sinclair. Boardwalk dulunya merupakan venue live music yang paling populer pada akhir 80an hingga awal 90an. Beberapa band ternama yang mempersembahkan penampilan debutnya di Boardwalk adalah Oasis dan Northside. Sayangnya, klab ini tutup pada tahun 1999.

 

Marquee Club

Marquee Club adalah music venue yang awalnya berada di Oxford Street 165, London, Inggris. Klab ini makin dikenal namanya pada rentang tahun 1964 hingga 1988. Dan pada saat itu lokasinya berada di Wardour Street Soho. Hingga akhirnya, klab malam ini ditutup pada tahun 1996 dan sudah berganti lokasi lagi di 105 Charing Cross Road. Meski merupakan klab yang kecil dan murah, Marquee Club ini udah jadi tempat tumbuhnya band-band papan atas dunia, Urbaners. Salah satunya adalah The Rolling Stone yang tampil pertama kali di klab ini pada 12 Juli 1962.

 

The Grapes

The Grapes merupakan sebuah bar yang ada di Sheffield, Inggris. Dan bar ini merupakan tempat band Arctic Monkey tampil perdana pada tahun 2003.

Nah itu tadi 4 cafe di Inggirs yang dulunya menjadi tempat band-band ternama tampil perdana, Urbaners. Kalau lo mau tahu cafe keren lainnya yang ada Eropa lo bisa baca 4 Cafe Terbaik di Eropa yang Bisa Lo Kunjungi

Baca Juga : 10 Tempat Nongkrong Enak 24 Jam di Jakarta

 

Source: gigwise.com, Wikipedia.org

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.