• News
  • Bagaimana Michael Setiawan Belajar Menjadi Musisi yang Qualified

Bagaimana Michael Setiawan Belajar Menjadi Musisi yang Qualified

Thu, 17 November 2016

Keisengan Michael Setiawan ikut MLDaer2Perform berbuah manis, ia tidak hanya berhasil memenangkan kompetisi tersebut pada kategori keyboard, tetapi sejak saat itu, musikalitas musisi muda ini berkembang dengan pesat, Urbaners. Bagaimana tidak, selama setahun ini Michael dan personil MLD Jazz Project lainnya di jejeli dengan festival-festival musik jazz Indonesia. Yang tadinya Michael pikir hanya manggung di Java jazz Festival 2016, ternyata mereka mendapatkan lebih dari itu.

Sebelum manggung di Java Jazz Festival saja, Michael selalu diundang perform di berbagai daerah, bahkan MLD Jazz Project juga pernah perform di salah satu stasiun TV swasta nasional dan diwawancarai banyak media, lho.

Sebelum itu semua, Michael dan personil MLD Jazz Project lainnya juga dibekali workshop dengan para juri, Michael yang di bimbing langsung dengan Adra Karim merasa sangat senang dan mendapatkan berbagai masukan yang bermanfaat mulai dari segi tehnik sampai stage act. Meskipun Michael mengaku sudah mengenal Adra Karim sebelumnya, tetapi dengan menjadi pemenang MLDare2Perform ini, ia bisa lebih dekat dan sharing lebih dalam tentang musik.

Serunya lagi, Michael tidak hanya diberi kesempatan untuk manggung dibanyak tempat, tetapi juga diberi kepercayaan membuat aransemen dan konsep untuk beberapa penampilan MLD Jazz Project, contohnya saat mereka membawakan konsep "Tribute To Michael Jackson", Michael lah yang mendapat andil untuk mengarahkan konsep dan mengubah lagu-lagu King Of Pop ini menjadi bernuansa jazz. Dari situ, selain lebih bertanggung jawab, Michael juga dapat belajar manage waktu, bagaimana mengejar deadline, menyelesaikan konsep aransemen sebelum latihan dimulai sampai hari-H manggung.

Michael juga mendapatkan hasil dari kesibukannya manggung sana-sini dengan MLD Jazz Project, ia dapat membeli keyboard baru yang diimpikannya dan alat-alat yang berhubungan dengan musik. Michael pun merasa lebih semangat untuk ngulik atau mempelajari hal baru.

Kesenangan yang lainnya adalah bertemu dengan personil MLD Jazz Project lainnya. Karena setiap personil merupakan individu yag luar biasa, dan memiliki talenta yang tidak main-main. Michael juga sharing bagaimana ia belajar bermain ansambel dalam sebuah grup dengan benar saat tergabung dalam MLD Jazz Project. Kini, mereka tidak hanya menjad partner musik, tetapi juga sahabat yang mendukung satu sama lain.

Itulah sedikit cerita dari Michael yang merupakan pemenang MLDare2Perform Season 1 pada kategori keyboard. Kalau lo ingin menjadi seperti Michael, gampang kok, Urbaners! MLDare2Perform Season 2 sudah mulai dibuka, lo bisa submit video terbaik lo atau ikutan offline audition beberapa kota di Indonesia!

Maki-San Indonesia, Sensasi DIY Sushi dan Salad Sesuai Selera

Tuesday, January 21, 2020 - 14:30
Maki-San

Buat lo penggemar sushi sejati yang menyukai sushi dengan sensasi fusion, Maki-San Jakarta adalah pilihan tepat buat lo. Bila selama ini hanya bisa memilih sushi dari buku menu, di gerai sushi yang berlokasi di Plaza Indonesia ini, lo bisa meracik komposisi sushi lo sendiri, Urbaners!

Ada kira-kira 100 pilihan topping yang bisa lo pilih untuk menjadi isian sushi. Bahkan, lo bisa menentukan mau pakai nasi biasa atau nasi merah. Kalau lo nggak suka isian belut, tinggal memilih salmon, atau malah memperbanyak sayur seperti tomat dan mentimun. Seru? Banget! Nggak cuma sushi, Maki-san juga menawarkan DIY salad sesuai selera lo. Simak ulasan selengkapnya di sini, yuk!

Sesuaikan Cita Rasa dengan Lidah Orang Indonesia

maki san

Walaupun baru dibuka akhir tahun 2019, gerai Maki-san selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi yang strategis di pusat kota dan konsep unik DIY-nya membuat Maki-san cepat mendapat tempat di hati para penggemar sushi di Jakarta. Apalagi, nama Maki-san sendiri sudah meroket di negara asalnya, Singapura.

“Maki-San hadir dengan pilihan komposisi dan topping yang menyesuaikan lidah orang Indonesia. Karena itu, rasa Maki-San di Jakarta pasti berbeda dibanding dengan di Singapura,” jelas Dwi, salah satu staf di Maki-San Jakarta. Nggak heran, lo bahkan bisa menemukan topping daging rendang sampai saus gado-gado dan sambal hijau dalam pilihan menunya, Urbaners.

Bukan cuma dari segi topping, sisi fusion sushi Maki-San juga ditampilkan lewat pengolahannya yang unik. Lo bisa menikmati sushi dengan cara konvensional alias dimakan langsung, atau lo juga bisa meminta sushi goreng! Sushi yang digoreng ternyata memberikan cita rasa spesial yang lebih crunchy. Minyak penggorengan juga nggak akan membuat sushi jadi melempem, karena teknik penirisan mereka membuat sushi lo tetap terasa enak tanpa berminyak.

Tentang Konsep DIY

Ketika mendengar konsep DIY sushi di Maki-san, mungkin lo berpikir kalau pengunjung bisa memilih dan membuat sushi sendiri. Nggak hanya lo kok yang berpikir begitu! Tapi, pada faktanya, peran pembeli lebih kepada si pemberi konsep, sedangkan yang mengeksekusi tetap koki profesional di Maki-San, Urbaners.

Begitu masuk di gerai Maki-San, lo bakal dipandu ke mesin otomatis untuk memilih jenis sushi yang mau dipesan. Mulai dari ukuran, jenis nasi, isi sushi, taburan di atas sushi, dan saus yang digunakan. Walaupun konsepnya DIY, tetap ada rekomendasi untuk memadukan bahan-bahan topping.

“Kalau topping-nya terlalu banyak juga akan susah menggulungnya,” jelas Dwi. Selain soal estetika, kombinasi bahan juga berpengaruh terhadap rasa. “Kalau memilih terlalu banyak protein juga nggak enak. Sushi akan lebih cocok dinikmati kalau kombinasi bahan-bahannya pas. Sayurnya ada, proteinnya ada,” tambah Dwi lagi.

Untuk minumannya sendiri, tersedia berbagai varian, namun biasanya teman sushi terbaik tentu adalah ocha yang dinikmati sesuai selera—mau panas atau dingin. Ocha di Maki-San bisa diisi

ulang sepuas hati. Rasa segar dan sentuhan pahit ocha menyeimbangkan sajian sushi yang lo nikmati. Sebagai penambah kenikmatan, lo akan disajikan saus pendamping dan wasabi. Kemudian, ada acar jahe untuk menggugah nafsu makan sekaligus menetralisir makanan yang sudah lo makan.

Digemari Anak Muda

Kreasi salad dan sushi yang Instagrammable di gerai Maki-san

Berdiri sejak tahun 2012, sejauh ini Maki-San sudah membuka total 20 gerai di Singapura. Jakarta dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi karena dinilai memiliki kedekatan dari segi lifestyle dan lokasi dengan negara bermaskot singa tersebut. Di Singapura, Maki-San cukup digemari anak muda lokal dan ternyata sering menjadi buruan wisatawan generasi Z Indonesia.

Sejauh ini, Maki-San di Indonesia menjadi salah satu alternatif tempat makan dan hangout yang cukup instagrammable. Warna-warna pastel mendominasi gerai sushi Maki-San di level basement Plaza Indonesia. Walaupun areanya nggak terlalu luas, konsep open space memberikan ruang terbuka yang nyaman buat pengunjung untuk berlama-lama di Maki-San.

Atmosfer Maki-San yang nyaman, dengan poster sushi besar di beberapa sudutnya bakalan cocok untuk mengisi feed Instagram. Itu baru soal tempat, belum lagi sajian sushinya yang menarik, gempal, digulung penuh, dan disimpan di dalam kotak dengan motif menyerupai batik. Tentunya bakal menjadi sasaran empuk anak muda untuk difoto!

Sebagai pelopor gerai sushi DIY di Indonesia, Maki-San nggak hanya memberikan pengalaman menikmati makanan khas Jepang ini dengan sentuhan yang lebih personal, tetapi juga konsep fusion yang membuatnya mudah diterima oleh semua orang. Di waktu dekat, Maki-San Indonesia rencananya akan membuka gerai baru di Jakarta dengan konsep fast order dan akan bekerja sama dengan aplikasi pengantaran makanan online. Masih penasaran dengan Maki-San? Langsung aja follow akun Instagram mereka di @makisanid!