• Music News
  • Halsey, Bermusik untuk Selamatkan Bayar Sewa Rumah

Halsey, Bermusik untuk Selamatkan Bayar Sewa Rumah

Wed, 25 January 2017

Nggak semua penyanyi di Amerika Serikat hidup berkecukupan dari awal bermusik. Salah satu contoh penyanyi yang sangat struggling di awal adalah Halsey. Bernama lengkap Ashley Nicolette Frangipane, wanita satu ini ketika remaja harus berkeliling dari kafe satu ke kafe lain untuk membayar sewa rumah. Bahkan ketika lulus SMA, Halsey harus menutup impian masuk kuliah karena nggak mempunyai biaya.

 

Memanfaatkan Suara Unik

Jika lo melihat video di YouTube, mungkin ada ribuan wanita dengan suara yang merdu, tetapi sangat sedikit yang mempunyai suara unik. Halsey menyadari bahwa suaranya cukup tinggi dan berbeda dengan suara penyanyai terkenal lainnya, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk menekuni karir bermusik. Pada tahun 2012, Halsey membuat channel YouTube yang berisi lagu-lagu cover. Salah satu label indie menawari Halsey untuk membuat mini album.

Album Halsey, Badlands sudah muncul di tahun 2015. Dan di tahun 2017 sekarang, Halsey mengisi original soundtrack dari film Fifty Shade Darker (2017).

 

Selalu Menjadikan Masa Kecil Inspirasinya

Masa kecil Halsey sangat jauh dari kesan glamour, bahkan lebih banyak dibumbui kisah perjuangan. Pada umur 16 tahun, Halsey mengidap bipolar atau berkepribadian ganda. Walaupun begitu, Halsey masih terus bermusik. Pada umur 14 tahun, Halsey mendapatkan hadiah gitar akustik dan dari gitar tersebutlah Halsey mencari uang. Setiap minggu, dirinya keliling kota di Amerika Serikat untuk mendapatkan uang dan membayar sewa rumah.

Dalam setiap interview-nya. Hasley pasti akan membahas bagaimana karir bermusiknya yang berawal dari bawah. Hal ini digunakan untuk menginspirasinya setiap saat dan juga menginspirasi masyarakat agar nggak cepat menyerah.

Sekarang, Halsey sudah berada di puncak karir. Pada tahun 2016 kemarin, dirinya mendapatkan penghargaan Rising Star dalam Billboard Women in Music. Bahkan Halsey dinominasikan di Grammy Awards. Semoga perjalanan panjang karir bermusik Halsey bisa menginspirasi lo yang ingin menjadikan cita-cita bermusik sebagai tujuan utama dalam hidup, ya!

Pecinta Musik Wajib Datangi Museum Musik Indonesia di Malang

Monday, February 17, 2020 - 15:41
: Bagian depan dari Gedung Museum Musik Indonesia

Kota Malang memang menjadi salah satu kota paling populer di Indonesia. Selain memiliki banyak tempat wisata alam yang menarik, di kota ini rupanya juga memiliki museum musik yang wajib didatangi oleh para pecinta musik. Museum Musik Indonesia yang terletak di Jalan Nusakambangan No. 19, Kota Malang ini merupakan satu-satunya museum seni musik yang ada di Indonesia.

 

Punya Banyak Koleksi yang Menarik

Museum Musik di Kota Malang ini memiliki banyak koleksi yang sangat menarik. Sejak tahun 2009 sampai tahun 2018 lalu Museum Musik ini diketahui memiliki lebih dari 26 ribu koleksi yang berhubungan dengan dunia musik. Mulai dari kaset, leaflet, CD, poster, buku musik, piringan hitam, peralatan audio hingga alat musik koleksi dari para musisi. Menariknya, di museum musik ini juga terdapat kostum dari koleksi para musisi.

Koleksi yang ada di Museum Musik ini rupanya sebagian besar didapatkan dari sumbangan masyarakat baik dari Malang ataupun luar Malang. Selain itu, juga terdapat beberapa musisi yang rela turut menyumbangkan barang-barangnya untuk dijadikan koleksi di museum yang satu ini. Sekitar 60 sampai 70 persen dari koleksi yang ada di museum ini berasal dari musisi Tanah Air. Sedangkan sisanya berasal dari musisi luar negeri. Koleksi di museum ini juga terdiri dari cukup banyak genre mulai dari lagu daerah, jazz, pop, rock, latin hingga lagu anak-anak.

 

Baru Diresmikan pada Tahun 2016 Lalu

Meskipun telah memiliki jumlah koleksi yang cukup banyak, Museum Musik ini baru diresmikan pada tahun 19 November 2016 lalu. Peresmian tersebut langsung dihadiri oleh pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan bertempat di Gedung kesenian Gajayana lantai 2 di Jalan Nusakambangan No. 19 Malang.

Museum Musik ini juga telah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Ham. Pemerintah Kota Malang juga telah memberikan izin kepada pengelola museum untuk menempati Gedung Kesenian Gajayana. Jadi Gedung Kesenian Gajayana telah resmi menjadi lokasi dari Museum Musik tersebut. Sebelum menempati gedung tersebut, Museum Musik ini cukup sering berpindah tempat.

Sejarah Berdirinya Museum Musik

Koleksi di museum musik yang tertata rapi di display

 

Sejarah dari Museum Musik ini cukup menarik lho, Urbaners. Berawal dari koleksi yang dimiliki oleh salah satu pendirinya, Hengki Herwanto, kemudian museum ini bisa berkembang menjadi lebih besar. Sejak sekitar tahun 2009 lalu Hengki Herwanto berencana untuk mendirikan Galeri Malang Bernyanyi dan hanya memiliki sekitar 250 koleksi saja. Koleksi yang terdiri dari CD, kaset hingga piringan hitam itu merupakan milik dari Hengki Herwanto dengan teman-temannya.

Kemudian koleksi tersebut disimpan di garasi rumah Hengki Herwanto yang berada di jalan Citarum. Galeri koleksi musik itu pun semakin dikenal luas sehingga pada tahun 2013 mereka memindahkannya di sebuah rumah kontrakan di Griya Santa. Setelah itu, baru di tahun 2016 galeri musik itu pindah ke Gedung Kesenian Gajayana dan resmi disebut sebagai Museum Musik Indonesia.

Itulah sedikit ulasan mengenai Museum Musik Indonesia yang terletak di Malang. Apakah lo berencana untuk mampir ke tempat ini saat berkunjung ke Malang?

 

Sources: jawapos.com, kumparan.com, goodnewsfromindonesia.id