Home Music Kebyar-Kebyar Lagu Nasionalis Persembahan Gombloh

Kebyar-Kebyar Lagu Nasionalis Persembahan Gombloh

Friday, February 24, 2017 - 11:18
Bagikan
Facebook Twitter Email

Melihat perawakan Gombloh dengan rambut panjang nggak beraturan, kacamata hitam, dan tubuh kurus, sulit membayangkan sosok ini menciptakan lagu nasionalis. Tetapi itulah kenyataannya, Soedjarwoto Soemarsono atau pria yang akrab disapa Gombloh ini membuat lagu dengan judul Kebyar Kebyar pada tahun 1979.

Sekarang lagu Kebyar Kebyar bisa disebut menjadi lagu wajib di setiap acara kemerdekaan. Di televisi, acara panggung 17 Agustus di kampung-kampung pasti diputar lagu Kebyar Kebyar milik Gombloh ini.

 

Gombloh Terkenal dengan Lagu Balada Kehidupan

Sama seperti artis yang sedang naik daun ketika itu, Iwan Fals dan Ebiet G. Ade, Gombloh membuat lagu balada kehidupan yang ada di sekitarnya. Lahir di Jombang dan kemudian besar di Surabaya, membuat Gombloh dekat dengan rakyat kecil. Ketika SMA, Gombloh banyak bolos walau hanya sekedar duduk-duduk bersama teman-temannya.

Tetapi dari situ, Gombloh terinspirasi untuk membuat lagu. Mulai dari Apel, Kugadaikan Cintaku, Berita Cuaca sampai Lepen – Lelucon Pendek, semua lagunya sangat dekat dengan masyarakat. Itulah yang membuat Gombloh terkenal.

 

Kebyar-Kebyar

Nggak hanya balada lagu kehidupan, Gombloh juga mahir menuliskan lagu nasionalis. Sebut aja Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Bung Karno, dan Kebyar Kebyar. Lagu terakhir, Kebyar Kebyar, seakan menjadi ciri khas dari Gombloh. Liriknya yang sederhana dengan irama yang menyenangkan membuatnya mudah diingat.

Lagu Kebyar Kebyar juga mendapatkan penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima Gombloh sebagai musikus Indonesia, nggak hanya dikenal di Surabaya saja. Lagu Kebyar Kebyar sekarang menjadi salah satu lagu yang paling sering di-cover. Terakhir band rock dari Inggris, Arkana, merilis lagu Kebyar Kebyar dan menjadi hits di Indonesia. Bahkan ada yang mengatakan bahwa lagu Kebyar Kebyar ini adalah lagu kebangsaan nomor dua setelah lagu Indonesia Raya. Bagaimana menurut lo, Urbaners?