Penampilan MLD Jazz Project Season 2 yang Membuat Pengunjung Tidak Fokus - MLDSPOT
  • Music News
  • Penampilan MLD Jazz Project Season 2 yang Membuat Pengunjung Tidak Fokus

Penampilan MLD Jazz Project Season 2 yang Membuat Pengunjung Tidak Fokus

Sun, 05 March 2017

Setelah sukses manggung di Hall A3 MLDSPOT Stage pada hari Sabtu, 5 Maret 2016, MLD Jazz Project Season 2 berkesempatan menghibur para pengunjung Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 untuk lagi pada hari Minggu, 6 Maret 2016. Kali ini mereka tampil di MLD Stage Bus dengan suasana dan konsep lebih santai dari sebelumnya. Venue yang berada ditengah food court ini cukup menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung yang ingin mengisi perut.

Sekitar pukul 18.30 mereka tampil di MLDSPOT Stage Bus dibuka dengan sketching dari Almira yang membuat semua orang mulai memperhatikan mereka. Pengunjung yang tadinya acuh, mulai melihat kearah panggung mungil tersebut. Bukan hanya sang vokalis yang menunjukkan skill nya, dilanjutkan dengan permainan merdu saxophone dari Fauzan yang membuat penonton semakin memperhatikan mereka. Reza sang gitaris pun tidak mau kalah, ia juga menunjukkan skill nya secara solo, setelah itu Edwin Putro juga memainkan keys dengan piawai, dan mulai lah mereka menjadi pusat perhatian setiap sudut arena food court.

Para personil MLD Jazz Project semakin hari semakin kompak, terlihat banget saat Wesley yang ingin take action untuk bermain solo, tiba-tiba mengalami masalah dengan kabel nya, personil yang lain langsung dengan sigap mencover hal tersebut dengan lantunan musik, Almira pun langsung sketching agar penampilan mereka tetap lancar dan tidak terhenti.

Mereka membawakan lagu-lagu jazz yang sangat familiar di telinga para pecinta musik, seperti lagu "So What" dari Miles Davis, "Straight No Chaser" dari Thelonious Monk, dan "Caravan" dari Duke Ellington. Tidak hanya itu aja, mereka juga membawakan lagu yang tidak biasa, masih dalam tema “Indonesia Legendary Songs”, MLD Jazz Project Season 2 menampilkan lagu Kopi Dangdut dari Fahmi Shahab yang disulap menjadi jazzy. Penonton pun tampak sangat terhibur dan ikutan bernyanyi kala itu. Belum puas memberikan sesuatu yang berbeda, mereka juga membawakan lagu yang sangat dikenal anak-anak 1990-an yakni soundtrack kartun Flinnstones dari Hoyt Curtin yang membuat para pengunjung bernostalgia.

Selain bernostalgia bersama MLD Jazz Project Season 2 ini pun sempat bercerita tentang awal mereka bertemu di MLDare2Perform Season 2 dan memperkenalkan satu persatu para personil yang mungkin masih terasa asing di mata pengunjung. Penampilan mereka malam itu berhasil membuat para pengunjung nggak konsen untuk menyantap makan malam. Buat lo yang penasaran dengan MLD Jazz Project ini, lo bisa melihat video klip terbarunya di Youtube Channel MLDSPOT.

Sudah Ada yang Dengar "Sampaikan" Lagu Terbaru Dari Coldiac?

Mon, 23 November 2020
ada pesan penting dari single terbaru dari Coldiac yang akhirnya memutuskan untuk menggunakan bahasa indonesia pada liriknya

Sebelumnya dikenal sebagai salah satu band lokal yang punya deretan lagu yang liriknya bahasa Inggris semua, di single terbarunya ini – akhirnya Coldiac menggunakan lirik berbahasa Indonesia di single “Sampaikan”.

Coba kasih tahu lagu Coldiac yang mana nih yang paling lo suka?

Single terbaru dengan judul “Sampaikan” ini jadi salah satu single yang segar dari Coldiac. Band pop asal Malang ini masih berada di naungan JUNI Records. Lalu kenapa single ini dinilai sebagai lagu terbaru dari mereka yang segar?

Seperti yang sudah disebutkan di atas sebelumnya kalau baru di single terbaru ini, Coldiac akhirnya menggunakan lirik dengan bahasa Indonesia. Nah, terkait dengan lagu terbaru ini – ternyata banyak isi kepala yang tercurahkan di “Sampaikan”.

Dari beberapa cover album atau materi digital yang ada, Coldiac dengan empat personelnya berada di sebuah gurun pasir dengan memakai seragam cokelat dengan pose-pose yang membuat siapapun yang melihat materi ini bakal kepikiran ‘maksudnya apa ya?’.

Well, kalau lo punya pertanyaan yang sama, dan mencoba menebak-nebak sendiri apa yang mau disampaikan oleh Coldiac dari single terbaru ini, sekarang – sila simak bahasan kali ini buat tahu selengkapnya ya bro!

 

Berproses di New Normal

ada pesan penting dari single terbaru dari Coldiac yang akhirnya memutuskan untuk menggunakan bahasa indonesia pada liriknya

Credit Image: genius.com

Hal pertama terkait single terbaru dari Coldiac yang berjudul “Sampaikan” ini adalah proses pembuatannya yang berada di masa new normal. Di tengah segala pembatasan yang pada saat itu diterapkan, Coldiac tetap berusaha melahirkan karya yang luar biasa.

Nah, untuk proses penulisan lirik dan segala penyusuaian yang ada, Derry sebagai keyboardist bersama Sambadha di vokal, menurut mereka – single “Sampaikan” ini membawa perubahan yang signifikan buat Coldiac sendiri.

Terlepas dari keputusan mereka yang menggunakan bahasa Indonesia di single yang satu ini, lagu terbaru dari mereka ini juga terasa sekali pop 90an layaknya band-band besar sebelumnya. Sebut saja seperti Dewa 19, Potret dan lainnya.

Nuansa 90an ini semakin kental ketika mendengar bagian dari pemilihan suara khas gitar vintage terutama saat di bagian solo gitarnya, bro.

Masih dari USSFEED – lagu ini sendiri ingin menceritakan bahwa sebagai manusia, lo mungkin tidak pernah tahu apa isi kepala setiap orang, maka dari itu – hal tersebut mesti ditumpahkan. Kalau dari Sambadha, ide lagu ini berangkat dari sesuatu yang dekat dengan keseharian. Seperti momen menyatakan sesuatu ke orang lain tapi ragu dan akhirnya dipendam begitu saja. Padahal, kalau dipikir hidup itu singkat dan pastinya kalau seperti itu jadi penyesalan begitu saja.

 

Bagaimana Soal Video Musiknya?

ada pesan penting dari single terbaru dari Coldiac yang akhirnya memutuskan untuk menggunakan bahasa indonesia pada liriknya

Credit Image: ussfeed.com

Berbarengan dengan rilisnya single terbaru mereka ‘Sampaikan’ ini – Coldiac juga sekalian menyajikan video musik dari lagu tersebut. Video musiknya sendiri ini cukup unik bro. Mereka perlu datang ke pegunungan Bromo untuk mendapatkan apa yang mereka maksudkan.

Latar pegunungan Bromo beserta lautan pasirnya ini sendiri mempunyai pesan kuat terkait dengan single yang baru saja mereka rilis ini. Menurut Prialangga sebagai sutradara dari video musik ‘Sampaikan’ – padang pasir Gunung Bromo ini jadi simbol-simbol komunikasi tersendiri.

Personil Coldiac sendiri tampil mewakili ragam akibat jika terdapat suatu pesan yang tidak tersampaikan.

Wah bagaimana nih bro? Dari lirik dan video musiknya, ‘Sampaikan’ jadi warna tersendiri dalam bentuk karya atau ekspresi di mana isinya memang membuat lo untuk semakin berani mengungkapkan sesuatu.

Terkait dengan single terbaru dari Coldiac ‘Sampaikan’ buat lo yang mau dengar lagunya, langsung saja dengarkan lagunya di bawah ini ya bro!

 

Feature Image – kompas.com