Home Music Arturo Sandoval, Perpaduan Latin Jazz dan Bebop

Arturo Sandoval, Perpaduan Latin Jazz dan Bebop

Friday, April 7, 2017 - 10:22
Bagikan
Facebook Twitter Email

Arturo Sandoval pasti familiar buat penyuka jazz. Pria asal Kuba ini adalah komposer, peniup terompet dan juga pianis. Sandoval juga jago memainkan dan mengomposisi musik klasik.

Prestasinya di dunia musik tak diragukan lagi. Pria kelahiran 1949 ini meraih 19 nominasi Grammy Awards dan 10 trofi di antaranya berhasil dibawanya pulang. Belum lagi penghargaan berupa 6 trofi dari Billboard Awards dan 1 trofi Emmy Awards. Wow.

Arturo Sandoval juga mendapatkan penghargaan dari Presiden AS Barack Obama pada 2013 berupa Presidential Medal of Freedom. Penghargaan sipil tertinggi dari Presiden AS atas sumbangsih, jasa-jasa tokoh tertentu pada keamanan atau kepentingan nasional, perdamaian, budaya atau lainnya.

Saking hebatnya, kisah hidup komposer kelahiran Kuba ini pernah diperankan oleh Andy Garcia dalam film drama produksi HBO yang berjudul For Love or Country: The Arturo Sandoval Story tersebut.

Sandoval mulai bermusik pada usia 13. Setelah bermain banyak instrumen, Sandoval jatuh cinta dengan sangkakala. Pada usia 16, ia sudah mendapatkan tempat di all-star band nasional Kuba. Ia pun benar-benar tenggelam dalam musik jazz. Musik lalu membawa Sandoval keliling dunia.

Puncaknya, pada 1982 ia tur bareng dengan peniup terompet jazz legendaris Dizzy Gillespie yang kemudian menjadi sahabat sekaligus mentor. Dizzy Gillespie yang merupakan pentolan Afro-Cuban Jazz atau Latin Jazz sudah dianggapnya sebagai ayah spritual oleh Arturo Sandoval.

"Tentu luar biasa rasanya bermain dengan musisi yang menjadi idola. Bukan saja merasa terhormat bisa bermain dengan dia, saya berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan itu. Anda tidak akan melewatkan sedetik pun untuk menikmati dan belajar dari musisi yang sudah meraih pencapaian seperti itu," ungkap Sadoval kepada Rolling Stone.

Pertemuannya dengan Dizzy membuat Sadoval mampu mamadukan Afro-Cuban berpadu dengan Bebop. Menurut Sandoval, ritme Afro-Cuban Jazz akan mengajak pendengarnya menari mengikuti irama. Sedangkan nada-nada Bebop mengentak dengan sangat kuat.

"Bebop adalah musik yang sangat spesifik, demikian pula Afro-Cuban. Memadukan kedua jenis musik yang amat kuat dengan baik akan membuat musik yang dimainkan lebih kuat lagi merasuk ke pendengarnya," tandas Sandoval.

Tidak banyak musisi yang menyamai kepiawaian Sandoval dalam permainan terompet musik jazz dan klasik. Namun bukan berarti orang lain tak mampu menyamainya. Menurut Sandoval, perlu usaha, latihan, dan kecintaan untuk dapat memainkan terompet di dua jenis musik itu.

"Saya selalu berlatih dengan keras untuk bisa mencapai permainan seperti sekarang. Demikian juga dalam membuat komposisi," ujar Sandoval.

Di usia yang mencapai 68, Sandoval aktif berkarya dan menyebarluaskan musiknya ke berbagai negara. Tak terlihat ia mengurangi sedikit pun aktivitasnya. Terus berkarya Arturo Sandoval.

Baca Juga : 4 Penyanyi Jazz Wanita Indonesia Terfavorit

 

Source: Rollingstone.co.id