• Music News
  • Mengenang Seabad First Lady of Jazz, Ella Fitzgerald

Mengenang Seabad First Lady of Jazz, Ella Fitzgerald

Tue, 09 May 2017

Ella Jane Fitzgerald atau lebih dikenal dengan Ella Fitzgerald merupakan salah satu penyanyi Jazz wanita Amerika Serikat. Wanita yang lahir pada 25 April 1917 ini adalah salah satu musisi jazz wanita terbaik sepanjang masa hingga dijuluki “The Lady of Song” dan “First Lady of Jazz”.

Sepanjang kariernya selama lebih dari enam dekade, Ella menghasilkan lebih dari 200 album dan sukses memenangkan 13 Grammy Awards. Bahkan Ella mendapat penghargaan National Medal of Arts dari Presiden AS Ronald Reagen, serta Presidential Medal of Freedom dari Presiden George Bush Sr.

Ella mengalami masa kecil yang jauh dari kata menyenangkan. Lahir dari pasangan William dan Temperace Fitzgerald, Ella sudah merasakan patah hati bahkan sejak ia melihat dunia. Orang tuanya berpisah beberapa waktu setelah lahir. Ella kecil kemudian dibawa ke New York.

Berada di lingkungan yang agamis, Ella sempat memendam keinginan menjadi penari. Namun, pada musik jazz, ia merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Ella sering mendengarkan lagu-lagu Louis Armstrong, Bing Cosby atau The Boswell Sisters. Vokalis The Boswell Sisters, Conne Boswell, menjadi sumber inspirasinya. Namun, kebahagiaannya terenggut di usia remaja. Sang ibu meninggal akibat kecelakaan.

Pada usia 17 tahun, Ella mengikuti kontes dansa di Harlem yaitu Apollo Theater. Sayang, saat naik panggung, ia gugup. Penonton mencemooh Ella yang terus berdiam diri. Ella akhirnya memutuskan menyanyikan lagu berjudul Judy dari Hoagy Carmichael. Dari sinilah kariernya sebagai vokalis jazz dimulai.

Tahun berikutnya, Ella menarik perhatian drummer sekaligus pemimpin band besar bernama Chick Webb. Dia memberi kesempatan pada Ella untuk membuktikan kemampuan bernyanyinya. Suara Ella mampu membuat penonton kagum. Webb lalu merekrutnya untuk ikut tur bersama grup bandnya.

Ella kemudian mendapat kontrak dari Decca Record pada 1936. Ella melompat ke atas tangga lagu pop dan kilaunya sebagai bintang terus melejit. Setelah kematian Chick Webb, Ella mengambil alih bandnya. Namun hal itu tidak bertahan lama karena ia memutuskan bersolo karier.

Rekaman Ella dengan tajuk Songbooks membawanya kepada pujian dan terkenal tidak terbatas pada segmen jazz saja melainkan juga sudah mencapai taraf dunia. Di sinilah masa kejayaan Ella yang menjadikannya vokalis jazz wanita yang termasyhur di muka bumi.

Selain aktif di dunia musik, Ella sangat idealis dan sosialis dengan banyak memperhatikan isu dunia, persamaan hak sipil dan lainnya. Ella prihatin dengan kesejahteraan anak di seluruh dunia dan berkontribusi pada banyak organisasi pemuda yang kurang beruntung di berbagai belahan dunia.

Karier Ella di panggung hiburan mulai tersendat karena masalah kesehatan yang menggerogotinya. Ia masuk rumah sakit akibat masalah pernafasan pada tahun 1985 yang disusul gagal hati di tahun 1986. Di tahun 1993, kaki Ella harus diamputasi akibat efek diabetes akutnya.

Akhirnya tahun 1996 tepatnya pada 15 Juni, ketika usianya 79, Ella mengembuskan napas terakhir di rumahnya, Beverly Hills. Ella meninggal lima tahun setelah konser terakhirnya di Carnegie Hall, New York.

Sungguh perjalanan luar biasa telah dilalui Ella. Ia meninggalkan banyak warisan berharga bagi dunia musik khususnya jazz. Semoga suara dan karyanya akan selalu dikenang sepanjang masa.

 

 

Source: Dw.com

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com