• Music News
  • Album Baru Dashboard Confessional Setelah 8 Tahun

Album Baru Dashboard Confessional Setelah 8 Tahun

Wed, 22 November 2017

Dashboard Confessional pertama kali melejit pada tahun 2000-an ketika lagu Hands Down dan Vindicated muncul. Kedua lagu tersebut sempat menjadi yang paling hits di Amerika Serikat. Bahkan lagu Vindicated menempati posisi kedua di tangga lagu Billboard Amerika Serikat. Sayangnya, setelah album Alter the Ending (2009) muncul, Dashboard Confessional lebih memilih fokus untuk melakukan tour dan penggarapan album ulang daripada membuat album baru.

Nah, pada bulan November 2017 ini, Dashboard Confessional akhirnya meluncurkan album baru setelah delapan tahun. Berjudul Crooked Shadows, ini merupakan album pelepas dahaga dari para penggemar band asal Florida, Amerika Serikat.

 

Lagu We Fight jadi titik balik Carrabba

Lagu pertama dari album Crooked Shadows berjudul We Fight dan baru dirilis 15 November kemarin. Chris Carrabba merupakan pendiri, vokalis, sekaligus lead dari Dashboard Confessional. Seperti dilansir dari rollingstone.com, ketika diwawancarai mengenai album Crooked Shadows dan lagu We Fight, ia mengatakan bahwa album dan lagunya tersebut berkisah tentang titik baliknya.

“Saya nggak terlalu keren di sekolah, tetapi ketika mendengarkan dan bermain musik, semua seakan memperhatikan. Jadi saya sadar bahwa musik dapat menjadi titik balik manusia,” ujar Carrabba penuh arti.

Lagu We Fight memang sarat makna dan sangat powerful. Lirik yang muncul seperti “we never learned to keep our voices down, no we only learned to shout” dapat mencerminkan bahwa Carrabba sedang mengalami titik balik penting dalam hidupnya. Masih dalam interview yang sama, Carrabba juga mengatakan ketika lo memutuskan terjun di bidang tertentu, lo harus siap untuk fight menghadapi semuanya.

 

Album paling sentimental

Nggak hanya berkisah pada titik balik, Carrabba juga menyinggung bagaimana dunia sudah sangat berubah, khususnya masalah politik dan sosial. Carrabba menjelaskan bahwa politik sekarang bisa mengubah seseorang dengan cepat. Di albumnya tersebut, diharapkan semua orang yang mendengarkan bisa bangkit untuk mendapatkan haknya.

Jika Dashboard Confessional mempunyai alasan yang sangat keren untuk vakum selama delapan tahun sebelum membuat album ini, tentu para penggemarnya bakal sangat bangga. Bagaimana menurut lo lagu dari album Crooked Shadow ini, Urbaners?

 

Source: rollingstone.com

Hidup untuk Hari Ini, Refleksi Diri Hindia dalam Karya-Karyanya

Thu, 13 August 2020
Potret Baskara Putra dengan kaos putih bertuliskan Hindia dan kacamata

Vokalis band .Feast, Daniel Baskara Putra, atau juga dikenal dengan nama panggung Hindia telah cukup banyak mengeluarkan karya, mulai dari beragam proyek kolaborasi bersama musisi lainnya hingga mengeluarkan debut album. Baru-baru ini, Hindia kembali mengeluarkan single terbarunya berjudul “Setengah Tahun Ini” yang merupakan catatan narasi mengenai pandangannya dalam hidup selama pandemi COVID-19.

 

Arti Nama Hindia Baginya

Baskara Putra atau Hindia mengenakan kemeja coklat sedang ada di atas panggung

Nama Hindia ini dipilih bukan karena iseng atau sekadar mau bergaya keren di tengah banyaknya penyanyi indie Indonesia. Pasalnya, ada banyak pemikiran yang tertuang dalam pemilihan nama panggung tersebut.

Baskara mengungkapkan bahwa ide nama panggung Hindia sendiri tertanam sejak usia sekolah, tepatnya ketika field trip dan melihat tulisan “Hindia Belanda” di bawah sebuah lukisan. Muncul angan-angan untuk memasukkan diri ke dalam sejarah Indonesia dengan penggunaan nama Hindia.

Kalau sebelumnya lo akan melihat rentetan kisah penjajahan Belanda terhadap Indonesia saat mengetik “Hindia” di Google, Baskara berharap generasi selanjutnya malah akan menemukan sosok penyanyi Indonesia bernama Hindia dengan karya-karya bahasa Indonesia yang dipersembahkan untuk orang Indonesia juga.

Selebihnya, nama Hindia ini juga ditujukan untuk memisahkan persona diri ketika ada di atas panggung dengan di luar panggung. Nama Hindia kini memiliki makna tersendiri bagi Baskara, yakni layaknya samudera yang membasuh banyak orang agar mendapat kebahagiaan di tengah proses mencapai tujuan. Di dalamnya juga ada kesan androgynous dan familiar.

 

Menutup Debut Album dengan “Setengah Tahun Ini”

Baskara Putra atau Hindia dengan kedua tangan terangkat mengenakan jaket putih

Debut album bertajuk “Menari dengan Bayangan” sudah direncanakan dengan matang oleh Hindia. Sudah menjadi keinginannya untuk memiliki tambahan track ke-16 atau ke-17 dalam album ini. Sebelumnya, lagu “Evaluasi” menjadi penutup manis dari debut album yang dijadikan narasi hidup ini, namun Hindia berkata bahwa ternyata hidup nggak melulu sesuai rencana manusia.

Adanya pandemi ini menyebabkan Hindia harus memutar otak dalam melengkapi debut albumnya sesuai dengan keinginannya dulu. Walau pandemi adalah tantangan baginya dalam bermusik, tetapi juga berperan sebagai inspirasi. Akhirnya, dimulailah proses menulis lagu Setengah Tahun Ini yang jadi refleksi dirinya selama karantina di tengah pandemi 6 bulan belakangan ini.

Mau nggak mau, pandemi mengubah persepsi Hindia mengenai album dan hidup pribadinya. Ia mengungkap bahwa sebelum pandemi, manusia seringkali fokus ke masa depan dan menyesali yang ada di masa lalu. Namun pandemi membuatnya tersadar bahwa ia harus hidup untuk hari ini, nggak harus memusingkan masa depan secara berlebihan

 

Nggak Siap untuk Jadi Terkenal

Baskara Putra atau Hindia mengenakan pakaian serba hitam ada di atas panggung

Baik dalam karirnya bersama .Feast atau proyek solo sebagai Hindia, nyatanya Baskara mengungkap ketakutannya menjadi seorang public figure. Hindia sendiri ia buat untuk menuangkan pikiran dan kreativitasnya, menjadikan pengalaman pribadi serta interaksi individu sebagai sumber utama. Sedangkan .Feast yang arahnya lebih ke rock adalah tempat ia menuangkan opini dan kritik berdasarkan pengalamannya dalam hidup bermasyarakat.

“Kehilangan privasi itu berat, berat banget. Rasanya seperti diperhatikan terus dan seakan gue nggak bisa mengekspresikan apa pun tanpa hal itu jadi konsumsi publik,” ungkap Baskara. Kondisi mental dari Baskara yang seringkali terserang anxiety juga menantangnya ketika ada penggemar yang secara sadar maupun nggak sadar menjajah lahan privasinya.

Meski begitu, Baskara tetap termotivasi untuk membantu lo dan pendengar lainnya meluapkan emosi bersama lagu-lagu Hindia.

 

 

 

Sources: Popbela, Siasat Partikelir, Republika