• Music News
  • Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer Adakan Tur Konser Gabungan

Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer Adakan Tur Konser Gabungan

Wed, 18 September 2019
Billie Joe Armstrong, vokalis Green Day, sedang tampil di salah satu event sambil bermain gitar.

Pencinta musik rock masa kini sudah pasti kenal dengan musik karya Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer. Di tengah musik pop dan EDM yang sampai sekarang masih cukup mendominasi, nama ketiga band tersebut seolah redup. Padahal, yang terjadi justru kebalikannya, Urbaners. Baru-baru ini, Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer mengumumkan kalau mereka bakal mengadakan tur konser. Bukan tur sendiri-sendiri, melainkan tur konser gabungan!

 

Rencananya Bakal Berlangsung Tahun Depan

Fall Out Boy saat sedang berpose di event MTV Video Music Awards.

Tur konser spesial Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer ini diberi nama Hella Mega Tour. Rencananya, Hella Mega Tour bakal dimulai tahun depan, tepatnya bulan Juni hingga Agustus 2020 di Eropa dan Amerika. Kabar menggembirakan ini disampaikan sendiri oleh masing-masing band dalam bentuk video.

Green Day membagikan video promosi yang merujuk pada sejumlah adegan film Anchorman: The Legend of Ron Burgundy, yang menampilkan para anggota band. Sedangkan, Fall Out Boy memberikan video dengan mengobrol bersama seorang kameo dari pegulat Ric Flair. Beda lagi dengan Weezer, mereka membagikan video cuplikan alien yang bisa berbicara sambil mengenakan topi rajut berwarna kuning.

 

Dimulai dengan Rilis Single Sendiri-sendiri

Weezer terlihat lebih rapi dengan kemeja saat pemotretan untuk salah satu media.

Dalam rangka menyambut tur kolaborasi ini, Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer pun merilis single baru. Green Day mengeluarkan single berjudul Father of All... yang kental dengan nuansa punk rock. Fall Out Boy merilis single berjudul Dear Future Self (Hand Up) yang diberi sentuhan hip-hop. Mereka bahkan berkolaborasi dengan penyanyi rap Wyclef Jean.

Sementara itu, Weezer mengeluarkan single berjudul The End of the Game yang bakal mengingatkan lo dengan musim glam rock khas 1990-an. Tenang saja, ciri khas suara fuzz gitar a la Weezer tetap ada di single ini, kok.

 

Belum Pernah Menjalani Tur Stadium

Billie Joe Armstrong, bersama anggota band Green day lain, tampil bernyanyi dan bermain gitar di sebuah event

Baik Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer memang dikenal sebagai tiga band beraliran rock yang karyanya selalu dinantikan. Itulah kenapa tur gabungan ini mendapat antusiasme cukup tinggi dari para penggemar mereka.

Namun, ketiga band asal Amerika Serikat itu juga ternyata nggak kalah excited. Mereka bertiga ternyata belum pernah menjalani tur all-stadium. Konser stadium memungkinkan mereka buat bertemu dengan lebih banyak penggemar di berbagai negara.

 

Belum tahu apakah Green Day, Fall Out Boy, dan Weezer bakal memperluas jangkauan tur mereka sampai Asia. Namun, kalau lo memang suka karya-karya mereka dan punya bujet yang cukup, nggak ada salahnya datang ke konser yang pasti bakal mind-blowing ini.

 

 

Sources: billboard.com, provoke-online.com, cnnindonesia.com

The Chainsmokers akan Jadi Host untuk Festival EDM Virtual Pertama

Fri, 29 May 2020
Salah satu penampilan panggung The Chainsmokers

Di tengah pandemi, banyak banget festival musik yang dibatalkan dan para musisi dengan kreatifnya menghadirkan konser virtual yang bisa lo nikmati #MumpungLagiDirumah saja. Konser virtual EDM yang diselenggarakan oleh Sirius XM ini diberi judul DisDance. Sekilas terdengar seperti “distance,” sesuai dengan kondisi terkini kita semua. Festival EDM virtual pertama ini dibawakan langsung oleh The Chainsmokers.

 

Akan Berlangsung Selama Tiga Hari

Andrew Taggart dan Alex Pall tersenyum ke kamera dalam salah satu panggung mereka

Keseruan dari festival virtual DisDance ini berlangsung selama tiga hari. SiriusXM secara eksklusif menunjuk Andrew Taggart dan Alex Pall dari The Chainsmokers untuk meramaikan festival EDM ini dari rumah mereka. Festival EDM ini berlangsung pada 22 hingga 24 Mei 2020 lalu. Disiarkan secara langsung dari saluran BPM milik SiriusXM.

Festival virtual ini sukses jadi obat rindu para pecinta musik EDM dan yang nggak bisa kemana-mana, apalagi seru-seruan di festival dalam waktu dekat. Apalagi set musik EDM dimainkan dalam waktu yang cukup panjang, yakni tiga hari di akhir pekan. Waktu yang tepat Bro buat bersenang-senang dan melepas penat sejenak.

 

Jadi Bentuk Support untuk Industri Musik

Penampilan spektakular The Chainsmokers dengan tembakan kembang api dari sisi panggung

Festival virtual ini juga dilengkapi dengan set eksklusif milik Avicii di tahun 2011. Sedikit banyak dapat mengobati para penggemar musisi dengan nama asli Tim Bergling yang meninggal di tahun 2018 lalu. Set yang dijadikan penghormatan pada musisi EDM yang satu ini disambut positif para penggemar musik EDM.

Nggak hanya itu, panggung EDM virtual ini juga akan menyumbangkan keuntungan serta sejumlah donasi bagi MusicCares. Tujuannya untuk dapat mendukung para pekerja di industri musik yang membutuhkan dan terdampak dari adanya pandemi ini. Apalagi mengingat nggak ada lagi konser dan festival yang diadakan, beberapa pekerja di industri musik juga ikut merugi tanpa ada pekerjaan selama pandemi.

 

Line Up Musisi EDM Terbaik

Alex Pall dan Andrew Taggart berpose dengan apparel serba hitam

Nggak hanya dibawakan oleh musisi EDM terbaik seperti The Chainsmokers saja, Bro. Festival EDM virtual yang sudah berlangsung ini diramaikan jejeran musisi EDM yang nggak kalah keren dan eksklusif pula. Termasuk juga musisi-musisi EDM dengan nama besar seperti Afrojack, Alesso, Armin van Buuren, Gryffin, Kaskade, Krewella, Kygo, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nggak lupa juga musisi EDM yang populer dan lagu-lagunya banyak jadi hits, seperti Major Lazer, Marshmello, Martin Garrix, Steve Aoki, juga Tiësto. Ada juga set ekslusif milik Avicii yang tadi sempat disebutkan di atas. Ini adalah penampilan Avicii dalam acara eksklusif milik SiriusXM di tahun 2011.

Kebayang ya betapa serunya festival EDM yang disiarkan dari set masing-masing line up musisi EDM ini. Tujuannya pun nggak semata-mata untuk menghibur lo yang ada di rumah atau mengobati kerinduan lo akan ramainya suasana festival EDM. Tetapi sekaligus juga membantu dan memberi kontribusi berarti di tengah pandemi yang sedang berlangsung ini.

 

 

 

Sources: The Billboard, TicketNews, SiriusXm