• Music News
  • Kenapa Didi Kempot Disebut The Godfather of Broken Heart?

Kenapa Didi Kempot Disebut The Godfather of Broken Heart?

Wed, 25 September 2019
Blankon Jadi Aksesoris Andalan di Setiap Performance Didi Kempot

Di tengah popularitas penyanyi-penyanyi pendatang baru di Indonesia, ternyata nama Didi Kempot nggak pernah menghilang dari panggung musik. Bahkan penyanyi campursari asal Solo itu semakin populer saja. Seolah nggak mau kalah dengan ‘Raja Dangdut’, Rhoma Irama, penggemar Didi Kempot yang tergabung dalam fans club ‘Sobat Ambyar’ ini memberikan label The Godfather of Broken Heart untuk pemilik nama asli Didi Prasetyo tersebut. Lo tahu nggak apa alasannya?

 

Ciptakan 800 Lagu Bertema Patah Hati

Penampilan Didi Kempot Membawakan Lagu Jazz di Panggung Ngayogjazz

Sejak berkarier di tahun 1989, terhitung sudah ada sekitar 800 lagu yang diciptakan oleh Didi Kempot. Hampir semua lagu yang diciptakan olehnya bertema patah hati, kehilangan, dan penantian sepasang kekasih. Di lagu legendaris Stasiun Balapan, misalnya, kalau lo masih ingat lirik lagu ini berkisah tentang sepasang kekasih yang harus berpisah di Stasiun Balapan Kota Solo. Nggak jauh berbeda dengan tema yang diangkat pada lagu Cidro. Lagu ini juga menceritakan tentang seorang pria yang harus putus dari kekasihnya karena berbeda kasta.

 

Terinspirasi dari Pengalaman Pribadi

Meski sebagian besar lirik lagu-lagu yang diciptakan oleh Didi Kempot ditulis dalam bahasa Jawa, bukan berarti lo nggak bisa menikmati karya musik ciptaan pria berusia 52 tahun ini. Kabarnya, lagu-lagu patah hati yang dibuat terinspirasi dari pengalaman pribadi Didi Kempot. Pada sebuah kesempatan, dia mengaku pernah mengalami patah hati pertama kali di usia 14 tahun. Nggak heran kalau lirik lagu yang ditulis punya makna yang sangat dalam, ya, Urbaners!

 

Lagu Mudah Diingat dan Dekat Masyarakat

Sambutan Meriah ‘Sobat Ambyar’, Penggemar Setia Karya Campursari Didi Kempot

Mendapat julukan The Godfather of Broken Heart bukan berarti lagu-lagu Didi Kempot jadi monoton dan membosankan. Selain mengangkat tema patah hati, beberapa judul lagu atau lirik yang ditulis ternyata sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Khususnya buat lo yang tinggal di Jawa. Beberapa nama tempat populer seperti Stasiun Balapan Solo, Malioboro Yogyakarta, sampai Pantai Klayar Pacitan bisa lo temukan di lagu-lagu campursari karya Didi Kempot.

 

Diputar Jutaan Kali di Spotify

Urbaners, sepertinya musik campursari buatan Didi Kempot memang cukup ikonik. Kumpulan lagu-lagunya hampir masuk di berbagai album kompilasi di platform streaming musik. Kalau lo perhatikan di laman streaming Spotify saja, lagu Stasiun Balapan sudah diputar lebih dari 1 juta kali oleh para pengguna. Bisa dibilang di antara banyaknya lagu campursari, Stasiun Balapan masih menjadi hits dan punya banyak penggemar karena musiknya yang easy-listening.

 

Kehadiran Didi Kempot di industri musik Indonesia semakin menunjukkan pada dunia kalau tanah air lo ini memang kaya akan ragam budaya, Urbaners. Pastinya lagu campursari yang dipopulerkan Didi Kempot ini bakal jadi warisan berharga buat generasi penerus nantinya. Gimana menurut pendapat lo?

 

 

Source: kompas.com

Marilyn Manson Siapkan Album Baru "We Are Chaos"

Tue, 04 August 2020
Marilyn Manson mengenakan topi koboi putih dengan setelan jas hitam di depan background hitam

Lama nggak terdengar di blantika musik, Marilyn Manson akhirnya merilis album terbaru bertajuk “We Are Chaos”. Musisi rock asal Amerika Serikat ini mengumumkan lewat media sosial bahwa album terbarunya bisa dinikmati tanggal 11 September via Loma Vista.

Bertepatan dengan memoriam tragedi menara kembar, tampaknya Marilyn Manson ingin menunjukkan sisi gelap kemanusiaan melalui album barunya.

 

Dirilisnya Single Utama dari Album

Tiga kepala Marilyn Manson yang mengenakan tampilan eye shadow hitam sambil menyeringai

Menyusul kesuksesan album “Heaven Upside Down” yang dirilis tahun 2017 lalu, Marilyn Manson mengumumkan tanggal rilis album terbarunya di hari Rabu (29/7) bersamaan dengan perilisan music video untuk single utamanya.

Berjudul sama dengan albumnya, We Are Chaos memasukkan adegan-adegan yang khas dengan gaya eksentrik Manson. Meski dipenuhi dengan metafora yang dark, secara mengejutkan Manson justru memainkan gaya akustik untuk single terbarunya ini.

Album ini diproduksi sebelum pandemi COVID-19 menyerang dunia. Namun, Manson mengungkapkan kalau albumnya justru berhasil merepresentasikan kondisi dunia terkini. “When I listen to ‘We Are Chaos’ now, it seems like just yesterday or as if the world repeated itself,” ujar Marilyn Manson.

 

Sebuah Kritik atas Kemanusiaan

Marilyn Manson di atas panggung memegang mikrofon sambil mengangkat tangannya

Tema-tema lagu yang selama ini dinyanyikan oleh Marilyn Manson memang selalu mengungkap sisi gelap dunia. Satu hal yang membuat album ini unik adalah cara Manson dalam menyampaikan opini dan perasaannya secara lebih “lembut,” yakni dengan fokus pada lirik ketimbang kerasnya instrumen musik yang digunakan.

We Are Chaos secara nyata menjadi cermin yang memperlihatkan segala keburukan dari kemanusiaan, di mana Manson mengatakan bahwa kemanusiaan adalah hal terburuk yang ada di kehidupan. Manson mengibaratkan jiwa manusia sebagai sebuah museum yang dipenuhi oleh ruangan, lemari, brankas, dan laci.

Shards and slivers of ghosts haunted my hands when I wrote most of these lyrics,” ungkap Manson. Nggak seperti penggarapan album-album sebelumnya, Manson memilih untuk menjinakkan sisi gila miliknya dan menunjukkan tampilan yang lebih dewasa untuk album We Are Chaos.

 

Tersedia dalam Beberapa Versi

Marilyn Manson dengan coat hitam dan kacamata berlensa hijau

Marilyn Manson menggaet Shooter Jennings, seorang produser musik pemenang Grammy, untuk bersama-sama menggarap albumnya. Manson mengungkapkan bahwa selama proses rekaman, tidak ada seorang pun yang boleh mendengarkan hasilnya sebelum seluruh lagu selesai diproduksi. Album We Are Chaos merupakan sebuah konsep album berisikan 10 lagu.

Dikabarkan juga kalau Manson menggandeng A$AP Ferg untuk berkolaborasi musik. Album ini akan tersedia dalam Side A dan Side B, masing-masing bisa didapatkan dalam wujud vinyl, CD, dan kaset dengan sistem pre-order. Nggak hanya itu, Manson juga menggunakan lukisan yang ia buat sendiri sebagai cover album We Are Chaos yang bisa lo beli secara eksklusif.

 

 

 

Sources: Rolling Stone, NME, Billboard