Lagu Baru Gerard Way Mantan Vokalis MCR, Getting Down the Germs - MLDSPOT
  • Music News
  • Lagu Baru Gerard Way Mantan Vokalis MCR, Getting Down the Germs

Lagu Baru Gerard Way Mantan Vokalis MCR, Getting Down the Germs

Thu, 22 November 2018

Band My Chemical Romance (MCR) bubar pada tahun 2013 lalu. Walaupun sampai sekarang MCR masih cukup sering meng-cover lagu-lagu lama mereka, tetapi hampir semua personilnya punya kesibukan masing-masing. Salah satunya adalah sang vokalis Gerard Way yang di tahun 2018 ini sudah mengeluarkan 2 lagu. Lagu pertama dikeluarkan pada bulan Oktober dengan judul Baby You’re a Haunted House, dan lagu terbarunya berjudul Getting Down the Gems sudah rilis per tanggal 15 November kemarin.

Dibantu oleh mantan gitaris MCR, Roy Toro

Setelah 2 bulan nggak mengeluarkan album atau single solonya, Gerard Way membuka dengan lagu punk rock yang sangat catchy berjudul Baby You’re a Haunted House. Lagu tersebut sukses menembus nomor 34 US Hot Rock Songs Billboard. Satu bulan berselang, Gerard Way mengeluarkan single kedua berjudul Getting Down The Germs. Jika pada lagu pertama Gerard dibantu oleh saudaranya Mikey Way untuk mengisi gitar, sekarang Gerard dibantu Roy Toro, mantan gitaris MCR.

Jika lo baru mendengar lagu Getting Down the Germs, lo akan mendengarkan instrumen musik yang cukup unik, yaitu flute. Dilansir dari billboard.com, Gerard mengatakan bahwa dia terinspirasi dengan lagu-lagu rock tahun 1960-an dan 1970-an yang menggunakan flute sebagai tambahan inspirasi.

“Itu terdengar sangat sempurna, lagunya pun menginspirasi cacing tanah yang bergoyang-goyang,” ujar Gerard Way.

Akan mengeluarkan single setiap bulan

Belum ada kepastian apakah Gerard Way akan mengeluarkan album atau hanya single saja. Dari interview terakhir, Gerard mengatakan bahwa dirinya akan mengeluarkan lagu setiap bulannya.

“Ini sangat berbeda dengan membuat lagu di MCR, semua lagu yang saya ciptakan mempunyai pengalaman yang berbeda,” ujar Gerard Way.

Sebelum mengeluarkan dua single, Gerard Way sudah mengeluarkan album berjudul Hesitant Alien tahun 2014, hanya berselang 1 tahun setelah band-nya bubar. Album tersebut sukses mengantarkan Gerard Way ke berbagai konser dan festival di seluruh dunia.

 

Source: billboard.com

Penuh Dengan Kolaborasi: Laze Rilis Album Kedua 'Puncak Janggal'

Tue, 24 November 2020
album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Setelah sukses dengan album pertamanya yang berjudul Waktu Bicara, Laze nggak gampang puas dengan hal itu semua karena ia punya tujuan tersendiri. Laze ingin memajukan hip-hop berbahasa Indonesia dengan rilisnya album keduanya: ‘Puncak Janggal”.

Kurang lebih baru sekitar satu minggu yang lalu – tepatnya di tanggal 13 November 2020, Laze merilis album keduanya yang berisikan 14 lagu. Album ini jadi salah satu effort dari Laze untuk membuat hip-hop lebih ramah dari pendekatan musiknya lebih ke pop, visual yang keren sampai para kolaborator yang luar biasa.

Well, seperti diketahui bersama bro, kalau genre hip-hop di Indonesia sendiri mungkin masih tertutupi dengan bayang-bayang genre musik lainnya. Mungkin kebanyakan masih suka dengan pop, jazz atau bahkan dangdut. Ya tidak apa-apa sih, karena selera musik tiap individu pasti berbeda.

Namun, Laze di album keduanya ini membawa banyak kejutan, lho. Musik hip-hop yang ia bawakan jadi warna tersendiri di industri musik tanah air. Ditambah dari nama atau judul albumnya sendiri, menyiratkan banyak cerita yang mau ia sampaikan.

Nah buat lo yang jadi makin penasaran sama album kedua dari Laze, tenang bro – lo sudah berada di halaman artikel yang tepat karena di bawah ini terdapat bahasannya juga. Biar lo tahu dengan lengkap, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Laze Mau Cerita Apa Sih di Album Kedua Ini?

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: jpnn.com

Album kedua Laze yaitu Puncak Janggal, dari namanya saja seperti merepresentasikan banyak cerita yang mau disampaikan, menurut lo sendiri nih bro – kenapa Laze memberikan nama pada album keduanya ini dengan nama Puncak Janggal, ya?

Dilansir dari USSFEED – Laze di dalam pers rilisnya, mengatakan kalau album ini tentang manusia, dalam hal ini, dirinya yang mendambakan sebuah puncak di kehidupannya. Laze penasaran dengan ada apa di atas puncak tersebut. Laze bercerita kalau dari ia kecil – ia sudah mendambakan untuk jadi musisi, namun ternyata harapannya itu tidak begitu sesuai dengan kenyataannya.

Album kedua Laze – Puncak Janggal – juga bercerita soal proses bagaimana usaha seseorang memanjat sebuah puncak dengan segala perasaannya yang tidak begitu nyaman. Ketika sudah berada di puncak, seseorang itu merasakan banyak kejanggalan.

Masih dilansir dari situs yang sama – Puncak Janggal sendiri juga jadi renungan tentang bagaimana seseorang bisa mencapai kesuksesan dan menikmati ketenarannya yang fana. Puncak Janggal juga bercerita kalau seseorang tidak perlu mengorbankan prinsip sampai integritas untuk bisa mencapai sebuah puncak tinggi.

Berdasarkan berbagai cerita yang ada di atas – Puncak Janggal jadi album yang dipenuhi dengan musik hip-hop yang identik dengan sisi kehidupan yang glamor, eksklusif, namun kelam dan gelap.

 

Puncak Janggal Jadi Album Penuh Kolaborasi

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: republika.co.id

Album kedua dari Laze yaitu Puncak Janggal ini – seperti yang disebutkan sebelumnya, jadi albumnya yang penuh dengan kolaborasi. Sebut saja seperti Randy MP, Laze mengajaknya berkolaborasi karena mengetahui kemampuannya memainkan alat musik.

Lalu ada beberapa nama lagi untuk Puncak Janggal ini. Sebut saja seperti Riza Rinanto yang berkolaborasi di lagu Dari Layar dan Dari Jendela, kemudian ada Monty Hasan di lagu Turun dari Langit, terus ada Marcellino Aditya untuk lagu Bintang Lima.

Dari segi musiknya sendiri juga – Puncak Janggal merupakan hasil kolaborasi beberapa musisi mumpuni. Sebut saja seperti Kay Oscar, Petra Sihombing, Kara Chenoa, Ben Sihombing, Hindia sampai Mono yang ikut andil dalam Puncak Janggal.

Hasilnya? Coba lo dengar sendiri nih!

Wah bagaimana nih bro? Pahamkan bagaimana album kedua dari Laze ini jadi warna tersendiri di industri musik tanah air?

 

Feature Image – whiteboardjournal.com