• News
  • Perjalanan Seru Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" dari Kota ke Kota

Perjalanan Seru Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" dari Kota ke Kota

Fri, 12 May 2017

Meskipun sudah setengah perjalanan, Kunto Aji, Eva Celia, Jordy Waelauruw dan juga para crew tidak mengenal lelah. Mereka tampak masih semangat dan ceria. Tidak hanya saat performance, perjalanan darat dari satu kota ke kota lain pun dipenuhi dengan tawa dan candaan diantara mereka. Membuat ratusan kilometer tidak terasa. MLDSPOT berkesempatan untuk mengikuti perjalanan menyenangkan mereka dari Yogyakarta ke Semarang beberapa saat lalu. Seperti apa sih keseruan mereka, Urbaners?

 

But first, let us take a selifie!

Perjalanan mereka dimulai setelah sarapan di hotel YATS Colony, tapi sebelum itu mereka tidak lupa mengabadikan momen dengan selfie bersama. Salah satu crew membawa tongsis yang panjangnya sekitar 3 meter, hal ini mengundang tawa para personil dan juga para crew. Karena penasaran mereka mencoba tongkat panjang tersebut, dan berfoto di depan bus. Dari ekspresi wajahnya, tidak terlihat lelah ataupun capek, semua masih sangat bersemangat.

 

Performance Recap

Saat baru memasuki bus, Kunto Aji, Eva Celia dan Jordy Waelauruw yang duduk berdekatan langsung membicarakan tentang penampilannya di Langgeng Art Foundation kemarin. Mereka mengevaluasi apa yang kurang lebih dalam agar bisa improve di penampilan selanjutnya. Komunikasi seperti ini lah yang membuat setiap penampilan mereka berbeda meskipun dengan konsep yang sama. Mereka tidak pernah lelah untuk memikirkan bagaimana cara memuaskan penggemarnya.

 

Mencicipi kuliner tepi jalan

Ditengah-tengah perjalanan, bus mereka berhenti sejenak di SPBU, disekitarnya terdapat kuliner lokal dengan menggunakan sepeda, tanpa berpikir panjang para musisi mencoba bakso yang menggiurkan tersebut. Kunto Aji & Jordy Waelauruw tidak malu-malu untuk mencoba makanan tersebut di pinggir jalan. Bahkan Kunto Aji menggunakan plastik untuk memakan bakso tersebut seperti anak kecil. Humble sekali ya mereka, Urbaners!

 

Bermain sebentar di tengah sawah

Sebelum memasuki tol arah Semarang, mereka melipir sebentar ke Rawa Bening, lokasi wisata satu ini dikelilingi sawah dengan gunung sebagai latarnya. Ini merupakan pengalaman langka bagi mereka, karena terbiasa tinggal di kota besar yang hanya bisa melihat gedung-gedung tinggi. Nggak heran deh, mereka tampak sangat senang dan excited, bahkan mereka berjalan ke tengah sawah hanya untuk berfoto.

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Fri, 10 July 2020
Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Kalau biasanya orang-orang memulai sesuatu dari passion, hal berbeda justru terjadi pada Muhammad Aga, barista profesional yang kini melebarkan sayap ke segala lini perkopian, hingga usaha roasting. Kesempatan dan koneksi menjadi dua faktor utama yang membuat pemilik coffee shop S.M.I.T.H ini bertemu dengan passion-nya yaitu kopi. Dari yang cuma sekadar mencari tambahan saku sampai akhirnya menjadi “teman hidup”.

Rabu (8/7) lalu, Muhammad Aga berbagi cerita mengenai perjalanan hidupnya di acara InstaClass @MLDSPOT #MumpungLagiDiRumah. Dipandu Reza Alkadri, obrolan kemarin terasa cair dan insightful. Buat lo yang nggak sempat nonton live, berikut rangkumannya!

 

Perjalanan Panjang Menuju Kopi

“Gue dulu bukan peminum kopi,” kata Aga membuka cerita. Keisengannya melamar menjadi pegawai di coffee shop nggak lain untuk menambah uang saku. Siapa duga, setelah diterima, pria yang dulu berprofesi sebagai musisi ini ditempatkan sebagai barista.

Rasa ingin tahu dan kesempatan yang terbuka lebar akan perkopian membuat Aga menekuni profesi barista. “Salah satu ketertarikan gue karena sempat iseng ikut kompetisi di sebuah cafe dan menang. Eh, kayaknya gampang nih!” celetuk Aga.

Kala itu, kompetisi pertama yang diikuti adalah latte art. Kemudian di kesempatan berbeda, pria di balik @telusurasa  ini mengikuti kompetisi lokal dan lagi-lagi, menang. “Gue agak jumawa sih dan menggampangkan. Di situ letak kesalahan gue sekaligus pembelajaran,” kenang Aga.

Akhirnya Aga mengambil langkah besar untuk benar-benar mempelajari seluk-beluk kopi dengan mengikuti pelatihan baik dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut menurutnya memberikan dampak yang besar buat perjalanannya di dunia perkopian. “Gue banyak dapat ilmu tentang kopi dan ketemu orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Di sini gue menjadi semakin paham, link itu penting, passion dan kesenangan saja nggak cukup. Butuh banyak faktor supaya kita bisa berhasil di sebuah industri,” kata Aga mantap.

 

Dari Coffee Shop ke Storyteller

Aga adalah sosok di balik S.M.I.T.H, kedai kopi kekinian yang mengusung konsep fair trade. Semakin mendalami kopi, eksplorasi Aga pun kian ‘menggila’. Misinya, nggak hanya mencoba jenis-jenis biji kopi di Indonesia yang menurutnya kaya banget, melainkan kolaborasi segala lini melalui pelbagai medium.

Bagaimana cara Aga mewujudkan mimpinya? Petualangan dimulai ketika ia mulai traveling keliling Indonesia. Ia bertemu dengan para petani kopi dan melakukan kolaborasi bareng. Ada juga petani yang langsung menghubunginya untuk mengirimkan sampel. “Gue selalu terbuka untuk segala kemungkinan, mari kita sama-sama membesarkan industri kopi Indonesia,” ungkapnya bersemangat.

Pertemuan Aga dengan para pelaku industri kopi memicunya untuk menceritakan pengalaman pengolahan kopi pada penikmatnya. “Makin ke sini gue ngerasa kalau segelas kopi nggak hanya sekedar minuman, ada cerita dibalik pembuatan kopi tersebut. Ini menarik sekaligus mengedukasi dan memberikan inspirasi buat semua yang beririsan dengan kopi,” tambahnya.

Untuk itulah Aga membangun @telusurasa guna merekam perjalanannya menemukan biji kopi terbaik di Indonesia. Aga mengabadikan kisah perjalanannya dalam bentuk story telling visual supaya lebih enak dimaknai oleh masyarakat Indonesia. “Gue rasa masyarakat kita itu adalah penikmat visual. Kenapa gue bilang begitu, karena kopi di Indonesia jadi meledak semenjak ada film, ‘kan? Menurut gue, harus semakin banyak media visual yang menceritakan perjalanan kopi Indonesia,” kata Aga lagi.

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Membaca Peluang Bisnis Kopi di Indonesia

Berangkat dari passion-nya dan melihat sebuah peluang, sampai saat ini Aga yang sempat main di film “Filosofi Kopi 2” ini terus melihat ragam peluang dan membaca kemungkinan-kemungkinan yang ada.

@harapandjaya adalah salah satu ekspansi dari passion Aga akan industri kopi. “Gue melihat tren es kopi susu, makanya bikin Harapan Djaya. Soalnya kalau digabung dengan S.M.I.T.H feel-nya nggak dapet,” jelas Aga.

Nggak hanya ruang untuk menikmati es kopi susu kekinian, Harapan Djaya ternyata juga menyediakan ruang sangrai kopi buat para pelaku industri kecil kopi. “Di sini gue melihat juga ada tren di Korea, di mana banyak pekerja kantorannya berjualan kopi di e-Commerce dan juga banyak tersedia co-roasting space. Gue mikir aja sih, gimana kalau ini dibuat di Indonesia?”

Prediksi Aga, benar adanya. Saat ini banyak anak-anak muda dan pelaku UKM kopi yang menggunakan roasting space yang dibangun Aga untuk menggoreng biji kopinya. Tidak Bahkan, Aga melihat industri kopi di Indonesia masih sangat menggeliat dan kita butuh wadah-wadah untuk melebarkan industri ini agar bisa maju bareng-bareng.

Berlangsung selama satu jam, obrolan bersama Muhammad Aga diakhiri dengan pengumuman pemenang kuis. Kali ini, pemenang yang beruntung adalah @sikarebet78, yang berhak mendapatkan voucher belaja Blibli.com senilai Rp2 juta.

Seru banget, ‘kan? Nggak cuma dapet insight menarik dari para profesional di bidangnya, lo juga bisa nambah ilmu #MumpungLagiDiRumah. Makanya, pantengin terus MLDSPOT setiap hari Rabu di sepanjang bulan Juli ini, Bro! Akan ada acara-acara menarik dan kuis berhadiah jutaan rupiah.

See you on the next InstaClass MLDSPOT!