• News
  • Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" Menjadi Titik Balik Kesuksesan Para Musisi Indie

Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" Menjadi Titik Balik Kesuksesan Para Musisi Indie

Fri, 19 May 2017

Akhir dari perjalanan sekaligus titik terakhir Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" di Jakarta berlangsung sangat meriah. Tidak hanya konsep yang berbeda dan kapasitas penonton yang lebih banyak, tetapi apresiasi yang sangat positif membuat Teater Salihara malam itu penuh dengan kehangatan antara para musisi dan juga penonton.

Acara ini juga dihadirkan banyak musisi-musisi Indonesia seperti Danilla, Barry Likumahuwa, Adinda Salahita, Marco Stefanno dan masih banyak lagi. Mereka memang sengaja datang untuk menonoton Kunto Aji, Eva Celia dan Jordy Waelauruw secara live. Seperti apa sih pendapat mereka tentang acara ini?

 

Danilla yang Penasaran penyatuan 3 karakter musik berbeda

Penyanyi muda satu ini mengaku datang untuk melihat Kunto Aji, Eva Celia, dan Jordy Waelauruw. Danilla sangat penasaran bagaimana 3 karakter musik yang berbeda dijait menjadi satu. Dan benar saja, setelah menonton sampai selesai Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" ia merasa  acara ini keren banget, apalagi saat ada sharing session yang membua adanya interaksi dua arah tidak seperti acara lain.

Menurut Danilla hal seperti ini sangat bagus untuk menghilangkan gap antara musisi dan penonton, karena sebetulnya, kita sama-sama penikmat musik, tidak ada perbedaan sama sekali. Danilla juga sangat berharap event-event seperti ini diadakan lagi, entah dengan konsep yang berbeda atau dijadikan sebuah acara rutin, agar karya-karya musisi lokal lebih berkembang.

 

Barry Likumahuwa yang mengaggap kolaborasi adalah hal penting untuk perkembangan musik indie

 Setelah mendengar cerita-cerita di 5 titik sebelumnya, Barry Likumahuwa merasa penasaran dan sangat ingin melihat Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" secara langsung. Apalagi ia adalah produser dari album perdana Jordy Waelauruw yang berjudul "Stand Still". Menurut Barry Likumahuwa acara ini asik banget, konsep kolaborasi memang sesuatu yang harus dipertahankan, apalagi untuk para musisi indie, yang memang harus bergerak bersama dan mendukung satu sama lain. Kolaborasi juga dapat menjadi sebuah energi oleh para musisi karena input setiap personelnya.

Barry Likumahuwa juga berharap, acara seperti ini terus ada, karena bukan sesuatu yang sering untuk musisi indie berkesempatan mengadakan tur. Semoga dengan adanya Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang” ini, dapat memberikan kesempatan atau edukasi bahwa musisi indie pun punya hak untuk tur dan sukses. Sekaligus setelah acara ini banyak musisi indie lainnya berkarya melakukan hal yang sama dengan membawa konsepnya masing-masing.

 

Azizah Hanum yang selalu takjub dengan stage-act Kunto Aji

News Anchor salah satu TV swasta ini spesial datang untuk menonton Kunto Aji, karena menurutnya, musisi satu ini selalu punya something special in every performance. Meskipun song-list sama, tetapi ia selalu membawakannya dengan cara yang berbeda, seperti malam tersebut Kunto aji memberikan sentuhan teatrical yang jauh dari pop, tapi wow banget!

Menurut Azizah Hanum, acara ini juga harus diadakan rutin dengan jangkauan wilayah yang lebih luas tidak cuma daerah Jawa. Karena pasti orang-orang yang concern didunia musik dan support hal tersebut tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Untuk MLDSPOT juga agar terus semangat mendukung musik lokal sekeren ini agar bisa lebih come out secara global.

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.