• News
  • Apapun Bisa Menjadi Media Untuk Karya Seni

Apapun Bisa Menjadi Media Untuk Karya Seni

Tue, 28 January 2020
Salah satu projection mapping dari LZY Visual di Romania

“Seni visual juga menjadi experience yang menimbulkan rasa dan mikir di tengah hiruk pikuk kota. Efek seperti ini nggak bisa dipaksain. Kita cuma bisa kasih storytelling dan pesan-pesan tersirat.” Inilah yang diungkapkan oleh salah satu anggota komunitas LZY Visual. Berbicara tentang visual, bukan hanya sekedar di platform digital atau poster, namun lebih dari itu. Berbagai media dan kreativitas, membuat sebuah visual dapat menjadi lebih 'hidup' dan tanpa batasan ukuran. Nah, pada MLDSPOT TV Season 5 Episode 11 ini berhubungan dengan itu semua, Urbaners! Dengan tema "Visual Aesthetic Experience", lo akan diajak ke Surabaya untuk berkenalan dengan seniman-seniman hebat yang mengulik berbagai macam media untuk karyanya.

 

Danis Sie: Karya Seni Bukan Project Thankyou

Danis Sie dan host MLDSPOT TV menggunakan t-shirt berwarna putih

Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga banyak orang. Danis Sie seorang seniman dengan segudang penghargaan ini lebih memilih kembali ke Surabaya daripada melanjutkan karirnya di Singapura. Di tempat asalnya tersebut, Danis Sie tidak hanya berkarya namun memberikan ruang serta fasilitas untuk seniman lainnya untuk berkembang. Bernama Sciencewerk Studio, Sebuah space untuk membantu bisnis-bisnis lokal membangun branding dan bahasa visual mereka. Ia juga ingin  mengedukasi bahwa desain adalah valuable bukan sekedar “project thank you”. Misinya pun tercapai, kini Sciencewerk Studio sudah menjadi salah satu studio desain terkemuka di Indonesia. Karya-karya yang dihasilkan pun banyak di-feature oleh publikasi desain internasional seperti Th Asia Pacific Design Yearbook terbitan Sandu dari Guangzhou, Cina dan PAGE Magazine dari Jerman. Tidak hanya itu saja ada pula project Danis Sie lainnya yakni SpecimenLab yang berhubungan dengan seni dan tanaman. Atau Of Sorts yang merupakan ragam instalasi 'bercerita'. Instalasi ini juga pernah digunakan berbagai event seperti Basha Market, Haluu World, dan Science of Love. Nah, ada yang sudah lo lakukan untuk sekitar lo seperti Danis Sie, Urbaners?

 

LZY Visual: Menikmati Visual Dengan Media yang Dinamis

Salah satu Projection mapping dari LZY Visual

Satu lagi media seni yang seru untuk dikulik! Seperti yang dilakukan oleh komunitas asal Surabaya yakni LZY Visual. Mereka fokus ke pengembangan eksperimental untuk memberikan pengalaman baru dan unik bagi masyarakat melalui visualiasi projection mapping. Meskipun tidak terlalu banyak anggota di komuntas ini, namun LZY Visual sudah dipercaya di berbagai event. Nggak hanya itu saja, LZY Visual juga berhasil meraih juara Juara 3 pada ajang Light Up Festival 2017 di Rumania. Mereka berkompetisi dengan mengusung kampanye berjudul “Sorot Merah Putih di Benua Biru” yang menampilkan proyeksi sepanjang 70 meter. Selain itu, mereka pernah menjadi finalis di 1 Minute Projection Mapping 2018 di Nagasaki, Jepang. Dibalik kesuksesan komunitas ini, mereka masih ingin konsisten menghadirkan video mapping di gedung bersejarah di Surabaya dan menjadikannya sebagai event tahunan yang ditunggu-tunggu. Hebat banget ya, Urbaners!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.