• News
  • MLDSPOT x JJF 2020: Mulai Dari Ajojing Sampai TikTok-an

MLDSPOT x JJF 2020: Mulai Dari Ajojing Sampai TikTok-an

Wed, 05 February 2020
Jeff Barnat sedang perform di panggung JJF 2019 dengan disaksikan banyak orang

Tiga hari menikmati lantunan jazz dari musisi lokal dan internasional, ditambah dengan berbagai aktivitas menarik di dalamnya. Yap, apalagi kalau bukan Jakarta International BNI Java Jazz Festival (JJF)! Di tahun ke-16, pagelaran jazz terbesar di Indonesia satu ini mengangkat tema "Redeem Yourself Through Music" yang memberikan lo ‘meditasi’ melalui musik. Nah, MLDSPOT masih menjadi salah satu bagian kesuksesan acara ini. Tidak main-main, di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 ini, MLDSPOT akan menyajikan berbagai aktivitas menarik, yang nggak boleh banget lo lewatkan, Urbaners! Mulai dari dua stage musik dengan kolaborasi ciamik, art instalasi, sampai 'ngamen' bareng! Penasaran apa saja? Check this out!

 

‘Senoparty’ Vibe di Hall A3

Seperti biasa, MLDSPOT selalu memberikan yang terbaik untuk para pengunjung Jakarta International BNI Java Jazz Festival. Masih terletak di Hall A3, MLDSPOT Stage menghadirkan kolaborasi keren dari musisi antar generasi. Seperti MLDJAZZPROJECT Season 4 yang akan manggung dengan Potret Band, Humania, Fariz RM dan Indro Hardjodikoro sebagai music director atau MLDJAZZPROJECT All-Star (Season 1-3) juga akan manggung pada hari ke-3 berkolaborasi dengan Devinta, Moneva, Arta dan Ronald Steven sebagai music director. Reuni para personel MLDJAZZPROJECT ini mengangkat ‘Senoparty’. Kebayang dong serunya lagu-lagu yang akan dibawakan?

Gate MLDSPOT Stage di Hall A3 JJF 2019

 

Food Court Mini Konser

Belum cukup dengan MLDSPOT Stage, di area food court juga ada Stage Bus Jazz Tour yang merupakan mobil-panggung yang siap menemani lo saat menyantap makanan dari siang sampai malam hari. Sejumlah musisi tanah air akan membuat lo betah berlama-lama di area ini, sebut saja Bass G, Saxx & The City, Barry Likumahua, Tashoora, Tuan Tiga Belas, Maliq & D'Essentials, Reality Club, dan masih banyak lagi!

 

Menikmati Berbagai Kearifan Lokal Di Tenda Harmoni

Menunggu musisi favorit lo manggung? Langsung aja ke instalasi dari MLDSPOT yang seru banget untuk lo eksplorasi. Dalam judul "Tenda Harmoni", art instalasi yang menyerupai kios pecel lele pinggir jalan ini memiliki berbagai macam aktivitas menarik. Mulai dari Silent Koplo, Ngamen Gratis, Gang buntu yang seru banget untuk menjadi Tiktok spot, dan juga custom T-shirt & gantungan kunci.

Kiara dari MLDJAZZPROJECT Season 1 sedang bernyanyi Bersama Adrian Khalif

 

Tebak Lagu Di Ngamenin Musisi

Kalau tahun lalu ada taste the music, sekarang lo bisa menebak lagu dengan cara memainkan chord yang sudah ditentukan, dengan suara-suara khas 'ngamen'. Nantinya kalau tebakan lo tepat, lo berhak mendapatkan merchandise eksklusif dari MLDSPOT. Ssstt.. nggak perlu antre, karena akan ada 3 booth Ngamenin Musisi yang tersebar dibeberapa titik.

 

Bagi-bagi Voucher Jutaan Rupiah

Selain berbagai aktivitas di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020, lo juga harus pantengin Instagram @MLDSPOT, karena akan ada digital activity yang berkaitan dengan festival satu ini. MLDSPOT sudah menyiapkan voucher senilai jutaan rupiah yang siap lo bawa pulang. Kapan lagi, nonton acara musik, dapat hadiah jutaan rupiah!

 

Pemuda Sinarmas: 15 Menit Pertama Masa Krusial untuk Silent Koplo

Thu, 05 March 2020
Pemuda Sinarmas sedang berada dibelakang DJ booth MLDSPOT Art & Sound Experience

Selama tiga hari pagelaran Jakarta International Java Jazz Festival 2020, ada satu tempat yang menyajikan penampilan paling berbeda. Lokasi yang terletak di sisi luar ini bernama MLDSPOT Art and Sound Experience. Sebuah tempat yang menawarkan pengalaman baru menikmati musik dengan “diam-diam” di saat panggung satu dan yang lainnya bersaut-sautan dengan dentuman musik bervolume keras.

Player yang menyajikan musik Silent Koplo ini adalah Pemuda Sinarmas. Ia mengaku baru pertama kali melakukan penampilan dengan cara Silent Koplo. Untungnya Ajis, begitu ia akrab disapa, mendapatkan tempat bermain yang mendukung dan membangun mood pengunjung jadi lebih nyaman menikmat musik Silent Koplo.

Namun environment lokasi Art and Sound ini akan menjadi sia-sia bila Ajis gagal menyajikan playlist yang kurang asik. “Vibenya pas di booth ini orang datang dan pergi, gua harus ngatur playlist, datang pertama vibenya harus koplo santai dulu,kata Ajis saat ditemui usai penampilannya di hari ketiga.

Bagi Ajis tantangan main untuk Silent Koplo adalah harus menyiasati playlist dengan tepat agar orang tetap stay dengan headset-nya. “Kuncinya gua buat nyaman diri gua sendiri dengan playlist, ngebangun mood pelan-pelan. Sejam sih cukup. Yang krusial itu 15 menit pertama, ketika mainin 2-3 lagu, dan lagu pertama itu paling krusial. Untungnya gua ga main sm DJ lain, jadi ga perlu perhatiin dia bawain lagu apa, ini bisa ngebangun mood gua sendiri. Gimmick awal gua tetap sajikan musik yang punya kultur jazz, ini tantangan baru buat gua dan bisa berhasil 90%,ujar Ajis.

Pengunjung Java Jazz Festival 2020 menggunakan headphone di booth MLDSPOT Art & Sound Experience

Selain itu, hal yang terpenting adalah ia harus merespon flow audience yang datang, “karena di Java Jazz Festival gua harus buat mereka nyaman dengan musik-musik yang punya kultur Jazz juga, untungnya gua punya databased kaset Beatles yang dangdut, dari tahun sekitar 80-an. Kalau langsung bpm (tempo musik ) tinggi mereka pasti langsung kabur, beat santai yang punya alunan saksofon dan dentuman kendang itu bisa bikin pengunjung stay, setelah itu baru gua naikin bpm dengan playlist yang funky sesuai booth ini,” kata Ajis yang pernah datang ke acara Silent Disco.

 

BUKAN DJ IDEALIS

Belakangan koplo memang menjadi musik yang paling diminati untuk pengalaman seru-seruan bersama teman bernyanyi dan berjoget bersama. Namun Ajis punya pandangan lain.

“Koplo ini hanya tren aja, gua dulu mainin disko ketika itu gua masukin funky kota dan koplo, lalu saat ini boom koplo. Tantangannya bagaimana kita terus memutarkan roda tren itu. Gua menyadari bahwa bermain musik di elektronik sebisa mungkin bisa disesuaikan dengan tren,”

Sebelum bermain koplo dan disko, dahulu Ajis memulai karier Pemuda Sinarmas dengan memainkan lagu-lagu reggae sampai akhirnya ia kesulitan mencari kasetnya.

Ga selamanya kuping orang kuat dengan musik koplo, bakal jengah pasti.

Gua menyadari bukan DJ yang idealis, gua masukin beragam genre malah di performance gua, tujuannya untuk kasih tau kalau musik Indonesia itu tuh banyak banget. Gua nggak mau terpaku dengan satu genre dan satu identitas kalau Ajis itu DJ anu. Kadang gua mainin etnik juga, lagu Sunda, Banyuwangi, sampai Sumatera. Biar ga stuck dan bisa berkembang,” ujar Ajis.

4 orang pemuda menggunakan headphone di MLDSPOT Art & Sound Experience

Dalam kesempatan yang sama, Ajis meramalkan nantinya orang-orang pasca kelelahan telinganya dengan musik koplo akan balik ke genre house dan RNB, “RNB ga bakal mati. Disko selalu ada dan stabil. Kalau kople belum tentu, waktu gua main di Surabaya gua dilarang mainin koplo. Karena koplo itu udah kulturnya di sana dan mungkin mereka bosen. Tapi sekarang sedang jadi tren di ibu kota,” tutup Ajis.