• News
  • Musik Adalah Hobi, Profesi dan Potensi

Musik Adalah Hobi, Profesi dan Potensi

Mon, 13 January 2020
Wendi Putranto sedang mengobrol bersama David Jodn Schaap

Bukan hanya sekedar musisi, dunia musik lebih luas dari itu. Dibalik kesuksesan setiap musisi ada banyak orang yang mendukung, salah satunya adalah jurnalis musik dan ruang untuk musisi itu sendiri. Nah, pada MLDSPOT TV Season 5 Episode 9 dengan tema besar "Life Around The Stage" membahas tentang irisan dari keberhasilan musik di Indonesia. Sebut saja Wendi Putranto yang membawa para musisi Indonesia ke permukaan atau Kolase.com yang berjasa untuk keperhasilan campaign musisi Indonesia.

 

Wendi Putranto: Mendedikasikan Dirinya untuk Musik

Wendi Putranto menggunakan kaos Seringai berdiri di depan rak cd musik

Apakah lo salah satu Modern Darling pada masa The Upstairs berjaya? Mungkin lo harus berterima kasih pada Wendi Putranto. Karena saat itu ia lah yang menghantarkan The Upstairs untuk menjadi bagian dari major label dan meraih penghargaan Best New Alternative Band dari AMI Awards. Karir salah satu dosen musik di SAE ini dimulai saat ia menerbitkan majalah underground untuk anak metal, lalu menjadi jurnalis musik di Rolling Stone Indonesia. Banyak banget pengalaman dirasakan khususnya didunia musik. Bayangkan saja, ia pernah menjadi jurnalis satu-satunya yang mewawancarai vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson dan diajak berkeliling backstage saat konsernya di Singapura. Meskipun sempat hengkang lalu berkecimpung ke ranah politik, namun jiwa musik yang tinggi membuatnya kembali menekuni dunia tersebut. Bahkan sekarang ia telah memiliki manajemen musik sendiri dan salah satu band yang bergabung adalah Seringai. Chief Operating Officer (COO) dari Hammersonic Festival ini juga melihat titik terang pada dunia musik Indonesia beberapa tahun mendatang.

 

Kolase.com: Solusi Untuk Musisi Dan Penggemar Musik

Founder Kolase.com duduk di depan banner bertuliskan Kolase.com

Berangkat dari betapa sulitnya bertahan sebagai musisi di Indonesia, Kolase.com memberikan solusi bagi para musisi untuk berkarya dan juga penikmat musik untuk menikmati music berkualitas. Kolase merupakan Platform crowdfunding lokal pertama yang berfokus pada proyek musik dan seni kreatif. Cita-citanya cuma satu, yakni untuk membantu para musisi mewujudkan ide kreatif mereka dan terus menghasilkan karya baru tanpa harus pusing memikirkan halangan modal. Kolase.com sendiri juga memiliki beberapa kategori campaign diantaranya Album, Acara Live, Konser, Amal, Video Musik, Buku, Brand Extension, dan Tur. Terbukti solusi yang dibuat Kolase.com sangatlah efektif, sederet musisi Indonesia yang sudah bekerja sama antara lain Teddy Adhitya, Agrikulture, United by Haircuts, Bam Mastro, Tulus, Fourtwnty, dan Dekat. Bayangkan kalau lo sebagai musisi dapat membuat campaign atau showcase sendiri dan penggemar lo ikut berkontribusi dalam mewujudkannya. Dan untuk para penggemar, tidak hanya sekedar "menyumbang" tapi juga mendapatkan merchandise, tiket konser, rilisan fisik berupa CD/DVD. Tidak hanya segi material, tetapi akan ada kepuasan tersendiri dari kedua belah pihak. Kira-kira band apa ya yang ingin lo realisasikan project-nya?

 

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.