• Profile
  • Mas Que Nada, Jejak Abadi Sergio Mendes

Mas Que Nada, Jejak Abadi Sergio Mendes

Thu, 23 February 2017

Sergio Mendes menjadi musisi asal Brazil yang sukses mengenalkan Bossa Nova di Amerika Serikat. Bersama band “Brazil 66”, Mendes tetap populer hingga kini dengan lagu hitnya berjudul Mas Que Nada (ciptaan Jorge Ben).

Pria kelahiran Niteroi, Brazil, 11 Februari 1941 lalu itu menjadi salah satu musisi Amerika Latin yang sukses di belantika musik dunia. Lagu-lagunya merupakan gabungan antara musik Bossa Nova Brazil, Amerika, dan juga Britania, yang easy listening.

Mendes memulai debutnya dalam rentang 1961-1969. Tahun 1966, Mendes menandatangani kontrak dengan A&M Records, dan kemudian membentuk band bernama Brasil ’66, yang merupakan rombakan dari Brasil ’65. Di nama barunya ini, album bertajuk Sérgio Mendes & Brasil ’66 rilis, dengan single andalan Mas Que Nada.

Secara keseluruh era 60-an merupakan era di mana Sergio Mendes & Brasil ’66 menuai kesuksesan dengan banyak hits yang selalu menarik, baik yang yang dinyanyikan dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Portugis.

Meskipun rekaman single awalnya bersama Brasil '66 (terutama sekali Mas Que Nada) cukup berhasil, Mendes baru benar-benar mencuat namanya ketika ia bermain untuk lagu "The Look of Love" karya Burt Bacharach/Hal David yang dinominasikan untuk Oscar pada siaran televisi penganugerahan Academi Awards pada Maret 1968.

Sepanjang 1968 itu Mendes menikmati posisi 10 dan terpopuler dengan rekaman single berikutnya, "The Fool on the Hill" dan "Scarborough Fair." Meskipun ia terus menikmati sukses dalam kelompok musik kontemporer dewasa bersama Brasil '66 hingga 1971, baru ketika ia membuat rekaman pada 1983 dengan lagunya "Never Gonna Let You Go" ia menikmati sukses terbesar kembali sejak 1968.

Namun, sejak 1968, Mendes dapat dikatakan sebagai bintang Brasil terbesar di dunia. Ia menikmati popularitas luar biasa di seluruh dunia dan mengadakan pertunjukan di berbagai tempat seperti arena stadion dan Gedung Putih untuk Presiden Johnson dan Presiden Nixon.

Karier musik Mendes yang naik turun tak menyurutkan dirinya  membuat album baru. Namanya tetap bersinar pada era 2000-an dengan berkolaborasi bersama musisi muda seperti Black Eyed Peas, Erykah Badu, Stevie Wonder, India Arie, John Legend, dll.

Di Encanto (2008), Sergio melibatkan suara Fergie dan Will.I.Am dari The Black Eyed Peas, dan kembalinya Lani Hall dengan suaranya yang lebih dalam. Di Bom Tempo (2010), lagu-lagunya lebih terasa funky. Dan yang paling terakhir adalah Magic (2014). Di album ini, kembali hadir Will.I.Am yang jadi teman duetnya, selain mayoritas pengisi vokal berasal dari Brazil, John Legend pun ambil bagian mengisi di lagu Don’t Say Goodbye.

 

Source: Carpradio.org

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice