Home Profile Jazz Berbisik Monita Tahalea

Jazz Berbisik Monita Tahalea

Thursday, May 18, 2017 - 10:43
Bagikan
Facebook Twitter Email

Urbaners yang suka dengan musik genre jazz, tentu sudah tidak asing dengan penyanyi berparas cantik, Monita Tahalea. Suaranya yang membisik lembut mengingatkan pada gaya-gaya penyanyi seperti Norah Jones dan Diana Krall.

Nama Monita pertama kali dikenal lewat ajang Indonesian Idol tahun 2005. Meski tak jadi juara, Monita mampu menghipnotis penonton dengan lagu berjudul Kekasih Sejati karya Yovie Widianto.

Karier Monita mulai terbuka pada tahun 2009 ketika sejumlah ”alumni” Indonesian Idol dikumpulkan Indra Lesmana dalam album Kembali Satu. Berada di lingkungan pergaulan Indra Lesmana, Monita mulai mengenal jazz lebih mendalam.

Kebetulan dalam Kembali Satu tersebut, ia mendapat lagu yang jazzy yaitu ”Di Batas Mimpi” karya Indra Lesmana/Eki Puradiredja. Sejak itu penyanyi cantik berdarah Ambon, Austria dan Manado, itu banyak bergaul di lingkungan seniman jazz.

Ia kemudian tampil pada perhelatan musik Serambi Jazz di GoetheHaus, Jakarta, bersama musisi kawakan Oele Patiselanno, Jeffrey Tahalele dan Cendi Luntungan. Ia dengan mulus membawakan ”God Bless the Child”.

Monita mengaku melekatnya jazz pada dirinya tak bisa dilepaskan dari pengaruh Indra Lesmana. Meski jazz melekat pada dirinya, pemilik nama lengkap Monita Angelica Maharani Tahalea ini mengaku juga senang mempelajari jenis musik lainnya.

"Musik jazz bisa melekat ke aku karena yang produser-in album pertama itu Mas Indra Lesmana. Dan aku banyak kerja sama dengan beliau, kenal sama orang-orang yang main musik jazz, jadi aku kental ke arah situ (jazz)," ujar Monita.

Daya tarik suara Monita bukan pada vokal yang berkarakter dalam arti unik sehingga tak ada penyanyi yang bisa menyamai. Vokalnya malah bisa dibilang sangat polos seperti anak ABG. Gaya bernyanyinya pun tidak dipenuhi lekukan-lekukan yang kadang malah membuat kuping yang mendengarkan jadi bosan.

Monita selalu bisa membuat sebuah lagu terdengar manis dan catchy hanya dengan bermodal suara 'polos'-nya. Tanpa improvisasi berlebihan, ia mampu memanjakan telinga dan hati penikmat musik seperti layaknya sedang mendongeng.

Monita memilih membisik sejuk. Ada yang mengatakan jenis suaranya itu sebagai suara kamar, bukan suara stadion. Suaranya seperti tidak mampu meraih nada tinggi. Saat ia harus menjangkaunya, maka ia bisa sampai dengan tidak memaksa. Mesra pula terdengarnya.

Seperti ketika bernyanyi ”Over The Rainbow” di album Dream, Hope & Faith produksi Inline Music 2009 di bawah arahan Indra Lesmana. Diiringi gitar seniman jazz sekelas Oele Patiselanno, Monita menunjukkan karakter suara enaknya. Setuju kan Urbaners?

 

 

Source: Okezone.com