• Profile
  • Chris Lie, Founder Caravan Studio dan Illustrator Berjiwa Seni

Chris Lie, Founder Caravan Studio dan Illustrator Berjiwa Seni

Wed, 15 May 2019
Chris Lie, Founder Caravan Studio dan Illustrator Berjiwa Seni

Nama Chris Lie mungkin nggak begitu familiar bagi penggemar komik dalam negeri. Namun di luar negeri, Chris cukup tenar sebagai salah satu ilustrator dan yang mendesain komik GI Joe, Spider-Man, Iron Man dan Transformers!

Sukses berkarir di dunia internasional, lulusan Master of Fine Arts (MFA) Savannah College of Art and Design, Amerika Serikat ini kembali ke tanah air dan mendirikan Caravan Studio. Bersama dengan ilustrator dan komikus lain, di sana dia mengerjakan berbagai proyek mulai dari pembuatan komik, desain mainan, ilustrasi video game dan konsep art untuk film.

 

Hobi Menggambar Sejak Kecil

Hobi Menggambar Sejak Kecil

Jiwa seni dan kemampuan menggambar Chris Lie sebenarnya sudah terasah dari kecil. Sejak SD, Chris sudah mulai menyukai komik dan saat duduk di bangku SMP, dia telah membuat komik sendiri. Saat itu bagi Chris, menggambar karakter komik hanya sekadar hobi.

Setelah menempuh pendidikan kuliah di jurusan arsitektur ITB pada tahun 1997, barulah Chris mulai menyeriusi hobinya tersebut untuk karir profesional. Bersama dengan teman-teman kuliahnya, Chris sempat mendirikan sebuah studio komik mandiri di Bandung. Di studio tersebut mereka membuat, mencetak dan menjual komiknya sendiri. Namun karena kurang menghasilkan, Chris akhirnya keluar dan sempat bekerja sebagai seorang arsitek.

Pada tahun 2003 dia mendapat beasiswa bergengsi kerjasama pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia yaitu Fulbright. Chris kemudian melanjutkan pendidikan Master Degree jurusan Sequential Art di Savannah College of Art and Design, Savannah, Amerika Serikat.

 

Garap Proyek Internasional saat Magang

Garap Proyek Internasional saat Magang

Selama kuliah di Amerika Serikat, pihak kampus mewajibkan Chris untuk magang sebagai salah satu persyaratan akademik jelang kelulusan. Awalnya, dia berniat magang di perusahaan komik kenamaan dunia seperti Marvel dan DC. Namun menurut Chris, kedua studio komik tersebut ternyata nggak memiliki ilustrator inhouse.

Merasa tak berkesempatan mengasah kemampuan menggambar di dua studio tersebut, dia akhirnya magang di Devil's Due Publishing, sebuah penerbitan komik independen di Chicago, Amerika Serikat.

“Jadi saya lebih kepingin magang yang ke arah skill  gambar, kemudian saya cari-cari akhirnya ada satu studio penerbitan di Chicago ini yang memang ada tiga artis komik inhouse dan magangnya bukan sebagai editor tapi sebagai ilustrator komik,” kata Chris Lie.

Awal magang, Chris nggak  langsung ditawari membuat gambar karena dianggap belum cukup mumpuni. Seperti anak magang pada umumnya, dia kebagian tugas sebagai tukang scan dokumen, fotokopi, dan mengirim barang. Namun, di sela-sela waktu dia tetap aktif menggambar. Singkat cerita, projek manajer perusahan tersebut melihat bakat Chris Lie dan menawarinya untuk mendesain karakter mainan GI Joe Sigma 6.

“Dia (projek manager) bilang coba lo desain ini mainan GI Joe, yang lain juga desain. Jadi ternyata bukan aku sendiri yang ditawari. Waktu itu aku disuruh bikin desain 3 karakter. Kemudian akhirnya karya aku terpilih dan setelah itu projek manajer bilang bahwa aku mulai dibayar karena sudah garap proyek, kalau hanya magang kan nggak dibayar,” tutur Chris.

Garap Proyek Internasional saat Magang

Kesuksesan desain mainan GI Joe menjadi pintu masuk kesuksesan karir Chris. Selanjutnya, ia diminta untuk mendesain mainan Amazing Spider-Man, Iron Man 3 dan Marvel Toys Line.

Dari situ, Chris kemudian terlibat dalam pembuatan komik Transformers, Spider-Man, Return to Labyrinth dan Josie and the Pussycats comic series. Bukan hanya komik, dia juga menggarap desain video game untuk Marvel Ultimate Alliance 2, Forgotten Realms Visual Bible dan Street Fighter 4. 

Selain itu, Chris Lie juga membuat ilustrasi card game untuk Star Wars Galaxy, DC Universe Online, Magic the Gathering Tactics, Lord of the  Rings, Warhammer, Legend of the Five Rings, dan Legend of Norrath.

 

Pulang ke Indonesia dan Mendirikan Caravan Studio

Pulang ke Indonesia dan Mendirikan Caravan Studio

Sukses berkarir di Internasional tak membuat Chris Lie lupa akan kampung halamannya. Chris yang dari awal bercita-cita memproduksi komik lokal karyanya sendiri akhirnya kembali ke Indonesia dan mendirikan Caravan Studio di awal tahun 2008.

Saat awal berdiri, personilnya hanya empat orang dan sebagian besar proyek yang dikerjakan adalah kelanjutan proyek-proyek internasional yang telah dipegang oleh Chris sebelumnya. Pada tahun 2013, Caravan Studio akhirnya menerbitkan secara berkala serial komik lokal reON. Komik fiksi tersebut masuk kategori best seller untuk komik lokal di Indonesia, lho Urbaners!

Semakin berkembang, sampai saat ini personil Caravan Studio sudah mencapai 35 orang. Mereka mulai melebarkan sayap dengan menggarap konsep art untuk film. Untuk kategori tersebut, serial film Halfworlds karya Joko Anwar yang tayang di HBO jadi proyek lokal pertama.

“Kita yang bikin opening animation, logo dan karakter desainnya,” ujar Chris. Dari situ, Caravan Studio semakin eksis dan terlibat dalam proyek film Wiro Sableng dan Gundala Putra Petir. Desain karakter, senjata dan kostum dari kedua film tersebut adalah hasil karya para ilustrator di Caravan Studio, lho. Untuk kedepannya, Chris Lie pun bercita-cita agar studio miliknya bisa menembus industri film Hollywood.

Ternyata perjalanan Chris Lie untuk sampai ke pencapaiannya sekarang penuh lika liku, ya Urbaners. Kalau lo juga punya mimpi yang sama dengannya tapi ternyata banyak halangan, nggak perlu khawatir. Tetaplah berusaha sepertinya. Hard work won’t betray you!

 

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice