• News
  • Memiliki Album Musik Sendiri Lewat MLDARE2PERFORM Season 3!

Memiliki Album Musik Sendiri Lewat MLDARE2PERFORM Season 3!

Fri, 31 March 2017

Memiliki album sendiri pasti menjadi impian semua musisi, apalagi dengan memperdengarkan karya-karya sendiri Nah, hal tersebut bukanlah angan-angan kalau lo mengikuti MLDARE2PERFORM Season 3! Karena selain mendapat pengalaman manggung di event-event besar, lo juga akan dibuatkan album kompilasi yang berisi hasil karya masing-masin personil. Seperti pemenang MLDARE2PERFORM sebelumnya.

Pemenang MLDARE2PERFORM Season 2 yang tergabung dalam MLDJAZZPROJECT Season 2 sudah punya album perdana mereka, lho! Tidak hanya album fisik saja, tapi juga tersedia di platform music digital, seperti Joox, Deezer, Spotify, Apple Music.

MLDJAZZPROJECT Season 1 juga memberikan kontribusinya terhadap industri musik Indonesia dengan album perdana pada awal 2017 lalu. Song-list merupakan hasil karya setiap personil, yang mengandung arti berbeda. Lewat album ini membuktikan bahwa MLDJAZZPROJECT Season 1 terus bergerak dalam meraih kesuksesan dalam bermusik.

13 Maret 2017, di sela-sela promo tour nya MLDJAZZPROJECT Season 1 mengadakan launching album perdana mereka di Paviliun 28, Jakarta. Seperti apa sih keseruan acara ini?

 

Nostalgia momen selama perjalanan MLDJAZZPROJECT Season 1

Sekitar pukul 21.00 WIB, acara launching album mereka dimulai, untuk pembukaan, MLDJAZZPROJECT Season 1 langsung membawakan sebuah lagu yang memorable banget, yakni “Bad Romance” dari Lady Gaga. Karena lagu ini adalah debut pertama yang mereka as a band saat terpilih menjadi pemenang MLDARE2PERFORM Season 1. Tidak hanya flashback, lagu tersebut juga bercerita singkat tentang perjalanan mereka yang dari tidak kenal, menjadi solid seperti sekarang. Mulai dari momen-momen menyenangkan yang dilalui bersama saat manggung, sampai ‘jokes internal’ yang sangat menunjukkan kesatuan mereka.

 

Memperkenalkan Lagu Mereka

Album perdana MLDJAZZPROJECT Season 1 ini sangatlah spesial, karena setiap lagunya merupakan hasil karya setiap personilnya. Saat launching kemarin, mereka membawakan ke-6 lagu mereka yang memiliki arti dan mood berbeda-beda. Pertama mereka membawakan lagu hasil karya Karel William yang berjudul "A Look In The Eyes", lagu instrumental ini terinspirasi dari kebiasaan Karel yang sangat suka memperhatikan seseorang dari matanya. Kalau lo dengar lagu ini, terdapat bagian-bagian yang berubah ini menggambarkan kepribadian seseorang yang bisa dilihat melalui mata.

Kedua, sebuah lagu instrumental hasil karya Mikail Alrabbdia yang berjudul "Don't Say Goodbye". Kali ini, para tamu yang datang dibuat sedikit melankolis dengan irama yang menyentuh dari lagu tersebut. Saat ditanyakan cerita dibalik lagu ini, Mikail yang selalu cool hanya menjelaskan arti lagu yang cukup sedih ini terinspirasi dari kisah teman-teman dan lingkungan sekitarnya yang memiliki masalah percintaan.

Lagu ketiga merupakan hasil karya Rizal berjudul "Valeria", masih sedikit melankolis, lagu yang mengandung arti kekuatan dalam bahasa Latin ini bercerita tentang sesosok wanita yang kuat dan tegar. Hubungan jarak jauh Rizal dan kekasih membuatnya terinspirasi untuk pembuatan lagu ini. 

Hampir sama seperti Rizal, lagu Agil Nur Pambudi yang berjudul "At The Phone" juga terinspirasi dari hubungan asmara yang dirasakan Agil dan kekasih. Saat Agil pergi keluar kota untuk mengambil bass barunya, ia sedang berkomunikasi lewat telepon dalam situasi hujan dengan kekasihnya, lalu munculah ide dari lagu ini. Dan lucunya lagi, jika judul "At The Phone" dibaca secara terbalik, bisa membentuk nama pacar bassist yang selalu pecicilan ini.

Sekarang giliran Kiara memperkenalkan lagunya yang berjudul "Be The Sun" yang memiliki optimistic vibe dari segi nada dan liriknya. Lagu ini juga hasil campur tangan dari teman-teman terdekat Kiara dan juga dibantu oleh Agung Munte sebagai Music Director-nya. Lagu ini sebenarnya bercerita tentang dirinya sendiri yang memiliki sifat pemalu dan suka memendam sesuatu. Melalui lagu ini, Kiara berpesan untuk semua orang bahwa kita harus maju terus untuk menggapai mimpi, meski banyak rintangan, keep going and just be the sun!

Terakhir lagu spesial dari Michael Setiawan yang berjudul "Timelapse" merupakan sebuah lagu yang berasal dari interpretasi masa-masa kuliah Michael sendiri dan dikemas dalam satu komposisi. Makanya terdapat dinamika yang berbeda-beda dalam lagu tersebut, ada suasana menegangkan, tetapi ada suasana santainya juga, seperti kehidupan masa-masa diperkuliahan.

 

Ucapan terima kasih para personil

Pada momen spesial kali ini, para personil MLDJAZZPROJECT Season 1 juga mempersiapkan kejutan kecil bagi pihak-pihak yang membantu mereka selama satu tahun perjalanan. Mulai dari manggung di setiap kota, tim yang mempersiapkan alat, jadwal, sampai tim yang mempublikasi setiap momen mereka. MLDJAZZPROJECT Season 1 mengutarakan rasa terima kasihnya dengan memberikan sebuah piagam penghargaan  atas support-nya selama ini. Penghargaan ini merupakan inisiatif dari MLDJAZZPROJECT Season 1 sendiri, karena menurut mereka, untuk mencapai seperti sekarang, para tim juga memiliki andil yang cukup besar.

 

Support penuh dari orang-orang terdekat

Saat acara launching album mereka ini, sangat terasa support dari lingkungan mereka. Paviliun 28 sampai sesak karena tamu-tamu yang hadir begitu banyak. Mulai dari tim, media, para juri MLDARE2PERFORM sampai teman-teman mereka dari berbagai kalangan. Meskipun konsep acara ini sederhana, tetapi sangat terasa kemeriahaan dan kekeluargaanya, karena para tamu yang datang begitu mengapresiasi karya mereka dan membuat acara ini lebih menyenangkan.

Bukan tidak mungkin kalau lo akan menjadi seperti mereka, pendaftaran MLDARE2PERFORM Season 3 sudah dibuka, Urbaners, submit video terbaik lo ke website https://www.mldspot.com/MLDare2Perform/ dan untuk informasi lebih lanjut lo bisa menghubungi hotline: +62813 8333 1138. Be the next MLDJAZZPROJECT!

Haris Pranowo: Komposer dan Musisi Multi Talenta

Wednesday, January 8, 2020 - 11:36
Haris Pranowo unjuk kemampuan menemani penampilan Afgan di Hobbyground

Nggak ada musik hebat tanpa dukungan musisi keren di belakangnya. Kalau selama ini lo melihat nama-nama beken Indonesia, seperti Raisa, Afgan, dan Rossa, ternyata mereka didukung oleh musisi panggung yang nggak kalah talented, Urbaners! Salah satunya adalah Haris Pranowo, komposer multitalenta yang berpengalaman bekerja bersama artis-artis papan atas, mulai dari Raisa, Afgan, Tulus, hingga artis senior seperti Rossa dan Yovie Widianto.

Berbagai gigs musik telah dilalui keyboardist yang belajar musik sejak kecil ini. Mau tahu perjalanan Haris di dunia musik? Yuk, simak kisahnya!

 

Suka Musik Karena Les Piano

Haris dalam sesi latihan untuk konser Raisa bertajuk “Fermata”

Haris kecil yang belum banyak mengerti tentang musik, memiliki kesempatan untuk mengikuti les piano di Yayasan Pendidikan Musik atau yang lebih dikenal dengan nama YPM. Komunitas inilah yang menjadi awal ketertarikan seorang Haris Pranowo pada musik dan mulai tertarik untuk mendalami berbagai alat musik. “Dari situ akhirnya sering ikut kegiatan musik di sekolah, lomba-lomba band, dan lomba musik lainnya,” terang Haris.

Saat itu, YPM terkenal dengan permainan musik klasik. Setelah beberapa waktu, ia penasaran ingin mencari lebih banyak pengalaman di genre musik yang lain. Oleh karena itu, Haris kemudian masuk ke Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

 

Awal Karir Di Dunia Musik

Haris (paling kanan) melakukan sesi rekaman dengan Andien dan Yovie Widianto

Haris Pranowo memulai karirnya di dunia musik dengan cara mengikuti berbagai audisi dan lomba musik. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah ketika diajak oleh Sherina Munaf untuk mengikuti audisi penyanyi cilik. Lucunya lagi, pada saat mengikuti audisi tersebut, Haris bukan lagi penyanyi cilik, melainkan anak SMA, Urbaners!

“Itu pertama kali ikutan audisi buat band. Pucet. Jago-jago banget orang-orang di situ mainnya, asli, nggak bohong. Nah, pas giliran disuruh main lagu bebas, gue bingung sendiri main apaan. Alhasil main piano lagunya Sherina waktu kecil “Andai Aku Telah Dewasa”. Eh, kepilih! Berkesan banget waktu itu, karena itu ternyata jadi awal gue mulai karir di musik,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membuka jalan Haris untuk belajar musik lebih banyak lagi, serta membuka pergaulan yang lebih besar di dunia musik.

 

Dari Audisi hingga Jadi Komposer Multitalenta

Haris mengakui, setelah terjun ke dunia musik, lingkup pergaulannya semakin besar. Itu merupakan anugerah yang menjadi jalan pembuka karir, hingga akhirnya ia bisa menjadi komposer artis, komposer iklan, sekaligus komposer film. Baginya, selain kemampuan, networking tentunya merupakan hal yang penting untuk membangun karir di dunia musik.

“Intinya selain ketekunan kita sendiri, networking menurut gue penting banget sih. Itu salah satu yg membuka jalan hingga saat ini. Dari session satu artis ke artis lainnya, manggung, sampai akhirnya nanti bisa workshop-workshop bikin lagu, membuahkan karya, dan lain-lainnya,” ungkap ayah beranak satu ini.

Meski jam terbangnya sudah sama tinggi dengan jam terbang para penyanyi papan atas, namun Haris tetap menganggap serius setiap penampilannya dengan melakukan persiapan yang matang. Menurut Haris, latihan yang matang adalah kunci utama dari setiap penampilan yang sukses. Selain itu, doa juga merupakan ritual penting yang harus dilakukan sebelum tampil.

Haris berfoto di belakang panggung sebelum penampilan Raisa di Jazz Goes to Campus 2019

Haris mengaku sangat menikmati penampilannya ketika berbagi panggung bersama penyanyi-penyanyi ternama. Tantangan justru datang ketika hubungan dengan penyanyi yang bersangkutan sudah cukup dekat layaknya teman. Di sinilah profesionalitas dibutuhkan, agar pada saat latihan tetap disiplin dan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal di panggung.

Selain menjadi komposer artis-artis ternama, karya-karya Haris Pranowo juga bisa kita temukan mengisi musik jingle dan musik iklan produk, seperti Indomilk, Indomie, Zwitsal, XL Axiata, dan masih banyak lagi. Haris juga mengisi musik untuk film dan acara TV. Multitalenta banget kan, Urbaners?

Hobinya di bidang musik membuat Haris nggak pernah bosan dengan pekerjaan sebagai komposer dan arranger. “Bahkan, dukanya ketutup sama yg suka-suka, karena memang yang penting kita enjoy dalam menjalaninya,” ungkap Haris.

Buat Haris, musik adalah sesuatu yang selalu membuatnya happy dan enjoy

Nah, bagi Urbaners yang juga ingin berkarir di bidang musik, satu hal menurut Haris Pranowo yang perlu lo siapkan adalah mental untuk menghadapi naik turunnya dunia musik. Nggak hanya skill, networking dan attitude adalah dua hal penting yang akan menentukan nasib lo di dunia musik, Urbaners!

“Datang tepat waktu, rajin ngulik sepenuh hati, menghargai sesama musisi dan tim produksi, dan yang paling penting, terus berkarya!”

Jadi, sudah siap jadi musisi sekeren Haris Pranowo, Urbaners? Lo bisa pantengin langsung keseruan performa Haris lewat akun Instagram-nya, @harispranowo!