Adoria x Lingua Suguhkan Kolaborasi Lintas Generasi di The 90's Festival 2019 - MLDSPOT
  • News
  • Adoria x Lingua Suguhkan Kolaborasi Lintas Generasi di The 90's Festival 2019

Adoria x Lingua Suguhkan Kolaborasi Lintas Generasi di The 90's Festival 2019

Tue, 03 December 2019
Kolaborasi Adoria x Lingua di MLDSPOT Stage The 90’s Festival 2019

Setiap tahun, generasi 90-an punya ‘Lebaran’-nya sendiri, Urbaners. Sebuah acara yang mengajak mereka bernostalgia lewat sederet penampilan musisi, games seru dan segala sesuatu yang berkaitan dengan era 90-an. Namanya The 90’s Festival. Dan tahun ini ‘Lebaran’ mereka bakal sedikit lebih panjang karena untuk pertama kalinya The 90’s Festival digelar selama 2 hari pada 23-24 Desember 2019 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

Di hari pertama, MLTR, Hanson, Aqua dan sederet musisi lokal lainnya berhasil mengobati rasa rindu para pengunjung yang datang. Tapi, ada satu special performance yang cukup menyita perhatian, yaitu kolaborasi Adoria, musisi jebolan ajang pencarian bakat MLDare2Perform Season 1 bareng Lingua, grup vokal lawas yang tenar di era 90-an. Dua generasi yang berbeda ada di satu panggung!

Buat lo yang belum mengenal Lingua, mereka adalah grup vokal bentukan Yovie Widianto pada tahun 1996 yang beranggotakan Frans Mohede, Amara dan Arie Widiawan. Trio ini bersinar di era 90-an dengan mengeluarkan hits, antara lain "Bila Kuingat", "Jangan Kau Henti", "Tak'kan Habis Cintaku", "Aku" dan "Bintang". Nah, selama vakum para personilnya banyak menghiasi layar kaca Indonesia lewat sinetron dan film layar lebar.

Kolaborasi Adoria x Lingua di MLDSPOT Stage The 90’s Festival 2019

Pasti udah nggak asing kan sama wajahnya, Urbaners? Karena menurut Frans sendiri, ada satu generasi di mana Indonesia itu nggak tau Lingua sama sekali. “Kita 16 tahun vakum. Orang mikirnya Lingua udah nggak ada. Tapi sekarang kita comeback dengan album baru dan main di sini bareng Adoria,” ujar Frans saat diwawancara di belakang panggung.

Amara, satu-satunya vokalis wanita di tubuh Lingua juga ikutan berkomentar tentang sesi latihan mereka bersama Adoria. Wanita berambut ikal dan panjang ini tidak menyangka bahwa Adoria bisa dengan cepat menyesuaikan musik Lingua dalam satu kali latihan. “Kita latihan cuma sekali loh, tapi chemistry-nya langsung ketemu. Adoria asik banget! Musikalitasnya sesuai sama apa yang kita bayangin,” tambah Amara.

Sementara menurut Arie, panggung ini pun jadi challenge buat Adoria, karena musik yang lahir di golden era 90-an itu punya nafas yang khas. Mereka harus bisa beradaptasi dengan telinga pendengar yang datang ke sini karena ingin bernostalgia, dalam kondisi memainkan lagu yang mungkin jarang mereka dengarkan. Dari pantauan MLDSPOT, Adoria berhasil menjawab tantangan itu.

Kolaborasi Adoria x Lingua di MLDSPOT Stage The 90’s Festival 2019

Adoria membuka panggung di saat matahari perlahan mulai turun. Sekitar pukul 17.00 WIB, Kiara Riz, sang vokalis, memperkenalkan Adoria kepada penonton dan membawakan lagu pertama berjudul “Stop”. Nuansa jazz yang kental dengan permainan yang skillful memang sudah menjadi pertunjukan umum yang diberikan Adoria. Tanpa jeda, “No Scrubs”, “I Can Love Your Like”, dan “Back For Good” juga dibawakan dengan sempurna.

“Hari ini Adoria mau mengajak kalian semua bernostalgia, dan kita nggak sendiri. Kalian sudah tau kan kita kedatangan siapa?” teriak Kiara Riz sambil sesekali melihat ke belakang panggung. Ucapan Kiara sontak menghadirkan Lingua ke atas panggung. Para penonton seketika berteriak dan melangkahkan kaki mereka semakin rapat ke depan. Sore itu, MLDSPOT Stage dipenuhi ratusan 90’s people yang sudah menanti kolaborasi mereka.

“Tak’kan Habis Cintaku” dipilih menjadi lagu pembuka. Kemampuan 4 vokalis, ditambah Kiara Riz, membawakan lagu evergreen itu dijawab teriakan para penonton. Bisa dibilang, chemistry yang Amara ceritakan, terlihat jelas di atas panggung. “Lagu ini punya kenangan tersendiri loh. Kalo kalian belum tau, coba tanya kakak kalian atau orang tua kalian,” ujar Frans usai menutup lagu.

Dua lagu yang paling ampuh dari Lingua, yaitu “Bila Kuingat” dan “Jangan Kau Henti” akhirnya dibawakan. Tapi sebelumnya Lingua berterima kasih di hadapan penonton karena berhasil diundang MLDSPOT untuk tampil sore itu dan dihadiri ratusan penonton. “Momen ini penting buat Lingua. Terima kasih buat kalian semua yang udah nungguin penampilan kita hari ini. Kalo masih kangen, dengerin lagu kita di Spotify!” tutup Frans.

 

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com