• News
  • Dari Nostalgia Sampai Curahan Hati Dirasakan Saat SBJT 2019 Malang

Dari Nostalgia Sampai Curahan Hati Dirasakan Saat SBJT 2019 Malang

Thu, 01 August 2019
Dari Nostalgia Sampai Curahan Hati Dirasakan Saat SBJT 2019 Malang

Dibawah pohon beringin yang rindang, bersayup angin yang sejuk menerpa raga, Stage Bus Jazz Tour (SBJT) 2019 hadir di Malang pada 28 Juli 2019 lalu. Tepatnya di depan Stasiun Kota Baru, pagelaran rakyat ini berhasil mencuri perhatian masyarakat sekitar. Nggak cuma itu saja, bahkan banyak pengunjung yang rela jauh-jauh datang dari luar kota hanya untuk menyaksikkan musisi favoritnya.

Dari Nostalgia Sampai Curahan Hati Dirasakan Saat SBJT 2019 Malang

 
Dua band lokal bernama Ngalam Jazz Project, Move On Project, MLDJAZZPROJECT Season 4, Pamungkas dan The Groove berhasil mengubah Malang yang dingin menjadi penuh kehangatan. Line up antar generasi ini membuat para pengunjung yang datang sangat beragam.

 

Malang Memiliki Musisi-musisi Jazz Ciamik

Malang Memiliki Musisi-musisi Jazz Ciamik

 
Sekitar pukul 16.30 Stage Bus Jazz Tour 2019 telah dibuka dengan penampilan para musisi lokal Malang. Bernama Ngalam Jazz Project, 8 orang anak muda ini menyanyikan beberapa lagu jazz yang easy listening, seperti "Lemonade" - Jeremy Passion, "Just Friends" - Musiq Soulchild, bahkan "Takkan Ada Cinta Yang Lain" - Dewa 19 dengan jazz version. Terlihat bean bag beralaskan rumput sintetik sudah cukup terisi pengunjung. Setelah itu Move On Project pun hadir dengan lagu-lagu yang lebih up beat. Menyanyikan beberapa lagu karya sendiri, membuat mereka terlihat lebih percaya diri. Meskipun sempat terpotong break Maghrib, penampilan mereka pun konsisten dari awal sampai akhir. Bahkan dengan keterlambatan durasi pengunjung semakin malam semakin ramai memberikan semangat tersendiri untuk para musisi-musisi ini.

 

MLDJAZZPROJECT Season 4 Yang Membuat Lagu Lama Rasa Baru

MLDJAZZPROJECT Season 4 Yang Membuat Lagu Lama Rasa Baru

 
Setelah puas menyaksikkan band lokal, kini giliran MLDJAZZPROJECT Season 4 yang menghibur arek Malang. Paras personel MLDJAZZPROJECT Season 4 yang bening membuat pengunjung pun tampak antusias akan kehadiran mereka. Apalagi saat Yosua dan Timothy bermain, riuh sorakan para wanita membuat kedua musisi ini tersipu malu.

Para pemenang MLDare2PERFORM Season 4 ini membawakan tembang nostalgia dengan versi mereka. Mulai dari "Ekspresi" - Titi DJ, "Pertama" - Reza Artamevia sampai lagu-lagu Koes Plus yakni "Manis & Sayang" dan "Semua Bisa Bilang". Lagu-lagu tersebut diaransemen ulang dengan sentuhan yang lebih modern dan fresh. Membuat para pengunjung tidak berhenti untuk bernyanyi bersama.

MLDJAZZPROJECT Season 4 Yang Membuat Lagu Lama Rasa Baru

 
Dan yang lebih meriah lagi saat solo battle Anggi Harahap dan Noah, mereka saut-sautan seakan tidak mau kalah dengan instrumennya masing-masing. Mata pengunjung pun fokus berpindah dari kanan ke kiri karena kebetulan mereka berdiri bersebrangan. Setelah battle selesai, pengunjung pun langsung berteriak karena terhipnotis dengan lantunan instrumen mereka yang keren banget. Sebuah perkenalan yang sempurna dari MLDJAZZPROJECT Season 4 dengan masyarakat kota Malang.

 

Pamungkas Membuat Para Pengunjung Melankolis

Pamungkas Membuat Para Pengunjung Melankolis

 
Seakan hati pengunjung dirontokkan dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh Pamungkas. Pria yang selalu bergaya necis pada setiap penampilannya memang sedang digandrungi oleh para anak muda. Lirik yang lirih seakan mewakilkan perasaan para milenials.

Saat baru masuk ke atas panggunng saja, pengunjung yang sangat padat langsung histeris akan kedatangannya. Membawa segelas kopi, dengan santainya ia menyiapkan mic yang akan digunakan. Lagu "Kenangan Manis" yang pertama dibawakan, sudah dinyanyikan terlebih dahulu oleh para penonton sebelum Pamungkas memulainya. Dilanjutkan dengan lagu "Modern Love", dan "Sorry", "Flying Solo", "I Love You But I'm Letting Go", "Bottle Me Your Tears", "To The Bone", dan terakhir "One & Only", seakan alun-alun Kota Malang bergema oleh suara seluruh penonton yang bernyanyi.

Pamungkas Membuat Para Pengunjung Melankolis

Pria yang bermusik tidak terpatok pada satu genre ini juga menghipnotis para pengunjung dengan stage act-nya. Dari bermain berbagai alat musik sampai saat ia naik keatas kursi kecil dan bernyanyi sangat serius seakan ingin lebih dekat dengan langit.

 

Kembali Bernostalgia Ke Era 1990-an Bersama The Groove

Kembali Bernostalgia Ke Era 1990-an Bersama The Groove

 
Sudah cukup dengan lagu-lagu Pamungkas yang cukup membuat olahraga batin, mood pengunjung pun dinaikkan kembali dengan kemeriahan penampilan dari band legendaris The Groove. Grup yang kompak menggunakan kostum warna merah yang senada memang selalu berhasil membuat seluruh pengunjung menggoyangkan kaki atau mengaggukkan kepala. Tidak hanya membawakan lagu-lagu mereka, The Groove juga mengajak pengunjung untuk kembali ke era 1990-an dengan menyanyikan lagu "Still A Friend Of Mine" dari Incognito, sampai lagu "September” dari Earth, Wind & Fire. Rieka Roslan mengaku bahwa lagu-lagu tersebut lah yang membawa The Groove hingga menjadi sekarang.

 

 

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.