7 Highlight Karya Seni Kebanggaan di ARTJOG 2019 - MLDSPOT
  • News
  • 7 Highlight Karya Seni Kebanggaan di ARTJOG 2019

7 Highlight Karya Seni Kebanggaan di ARTJOG 2019

Fri, 12 July 2019
7 Highlight Karya Seni Kebanggaan di ARTJOG 2019

Perhelatan seni ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum hingga tanggal 25 Agustus 2019. Seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, festival seni kontemporer yang diikuti 40 seniman dari dalam dan luar negeri ini selalu menarik perhatian pengunjung. Pajangan karyanya nggak pernah monoton, selalu menampilkan warna, cerita, dan makna baru.

Perhelatan ARTJOG ke-12 mengusung tajuk kuratorial common spaces melalui karya-karya yang bercerita tentang ruang bersama di dalam kehidupan sehari-hari. Selain pameran, ARTJOG 2019 juga mengadakan beberapa program edukasi, seperti Meet the Artist dan Curatorial Tour. Ada juga program baru yang menyajikan wicara seniman (artist talk) secara performatif.

Penasaran ada karya seni apa saja yang bisa lo lihat? Cek aja langsung 7 highlight karya seni di ARTJOG yang nggak boleh dilewatkan!

 

1 . Whirlwind of Time Karya Andrita Yuniza Orbandi

Whirlwind of Time Karya Andrita Yuniza Orbandi

Pada gelaran ARTJOG 2019, Andrita menampilkan karya instalasi yang terbuat dari ratusan dahan dan batang ranting yang ditebang dan terbuang. Sebelum menjadi limbah, dahan dan ranting ini adalah bagian dari ekosistem alam yang mendukung kehidupan organisme lain, terutama binatang dan manusia.

Terinspirasi dari buku yang ditulis oleh Haruki Murakami, Andrita kemudian membangun struktur karya utamanya dengan mengadopsi bentuk pusaran angin puyuh. Di tengah-tengah pusaran tersebut, terdapat sebuah tunas kecil yang masih hijau. Instalasi badai ini menggambarkan bahwa tekanan dalam kehidupan manusia sesungguhnya sering disebabkan oleh tindakan dan pikiran mereka sendiri.

 

2. Daun Khatulistiwa Karya Teguh Ostenrik

Daun Khatulistiwa Karya Teguh Ostenrik

Instalasi Daun Khatulistiwa merupakan salah satu yang paling sering diabadikan pengunjung ARTJOG 2019. Sebagai seniman, sebagian besar karya Teguh Ostenrik berangkat dari kepeduliannya pada lingkungan hidup. Kegemarannya menyelam mendorongnya membuat karya seni instalasi di dalam air.

Daun Khatulistiwa yang tampil dalam pameran kali ini rencananya akan diceburkan ke wilayah pantai Ternate. Serupa kubah, patung ini terbangun atas modul kerangka besi yang bentuk dasarnya dikembangkan dari anatomi daun jati. Bagi Teguh, proyek ini hanyalah upaya kecil untuk merintis kesenian yang berkontribusi langsung pada pelestarian alam.

 

3. Artificial Green by Nature Green Karya Bagus Pandega dan Kei Imazu

Artificial Green by Nature Green Karya Bagus Pandega dan Kei Imazu

Karya seni buatan Bagus dan Kei mencoba menghadirkan fenomena perubahan iklim global. Dalam riset yang mereka lakukan, salah satu penyebab perubahan iklim adalah karena adanya penebangan pohon secara massal yang terjadi di Indonesia.

Instalasi Bagus dan Kei dilengkapi dengan perangkat mesin lukis. Gerakan dan kinerjanya dipicu oleh kondisi tumbuhan kelapa sawit yang dihadirkan di ruang pamer. Perangkat elektronis modular membaca arus listrik organik yang bekerja dalam tumbuhan tersebut dan memprosesnya menjadi sebuah sinyal yang mengatur mesin lukis. Instalasi yang sungguh unik dan canggih di saat yang sama!

 

4. NonsTop Karya Robert dan Olga

NonsTop Karya Robert dan Olga

Instalasi yang terdiri dari pakaian dan boneka ini merupakan bentuk relasi kuasa yang kerap dijumpai di lingkungan sosial. Sebuah pepatah kuno mengatakan bahwa hidup ada kalanya di atas, ada juga kalanya di bawah. Kondisi inilah yang digambarkan melalui tumpukan dan lapisan pakaian, kain perca, yang saling membalut satu sama lain. Robert dan Olga menegaskan bahwa hanya ada satu yang tetap berada di posisi paling atas, yaitu Ketuhanan.

 

5. You Never Know Karya Elisabeth Schimana dan Hillevi Munthe

You Never Know Karya Elisabeth Schimana dan Hillevi Munthe

Karya ini bertolak dari gagasan gerakan yang terjadi di ruang privat dan intim. Bagaimana sebuah ruang intim dapat bergerak secara konstan dalam ruang bersama. Karya “You Never Know” menghadirkan sensasi ruang privat dan keintiman melalui pengalaman sensorik dengan menampilkan elemen audio visual.

 

6. Tumpuk Lapis Tampak Isi Karya Fika Ria Santika

Tumpuk Lapis Tampak Isi Karya Fika Ria Santika

Bagi Fika, karyanya yang berjudul “Tumpuk Lapis Tampak Isi” adalah proses mempresentasikan alam sebagai salah satu cara memaknai kedalaman dan keleluasaan maknanya. Karya Fika menggunakan bahan alami dan buatan dengan kontras yang sengaja ditampilkan. Menggunakan plastik, felt dan batu, Fika bermain dengan elemen-elemen rupa seperti garis, warna, cahaya dan bayangan.

 

7. Garam Di laut Asam Di Gunung Bertemu Dalam Belanga Juga Karya Etza Meisyara

Garam Di laut Asam Di Gunung Bertemu Dalam Belanga Juga Karya Etza Meisyara

Secara mendasar karya Etza Maisyara merupakan pencarian bentuk komunikasi dalam alam semesta, beserta segala mitos dan faktanya. Alam semesta selalu memiliki bunyi dan keheningan tersendiri yang memberikan sinyal terjadinya sesuatu. Gemuruh sebelum hujan besar; pekik hewan sebelum terjadinya gunung meletus; desir angin ketika musim kemarau tiba; Semua itu adalah sinyal bagi manusia untuk lebih peka dalam membaca setiap tanda alam. Etza percaya bahwa intersubjektivitas alam dan manusia dapat menghindarkan manusia dari segala bentuk energi negatif.

Dengan banyaknya karya seni yang menggugah, apa lagi yang lo tunggu, Urbaners? Buruan datang ke ARTJOG 2019 dan saksikan langsung karya seni kontemporer dari para seniman berbakat. Perhelatan ini cuma dilangsungkan hingga 25 Agustus lho. Jangan sampai ketinggalan, ya!

 

 

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com