• News
  • Konsep Compact Living: Memaksimalkan Ruang Mini Penuh Fungsi

Konsep Compact Living: Memaksimalkan Ruang Mini Penuh Fungsi

Fri, 27 December 2019
Tampak depan Rumah 3500mm

Kini bukan lagi soal kemewahan atau kemegahan suatu bangunan. Tetapi lebih ke bagaimana memaksimalkan fungsi ruang yang ada namun tetap nyaman. Hal ini lah yang dibahas pada MLDSPOT TV Season 5 Episode 6. Dengan tema besar "Compact Living", membuat mata lo terbuka lebih luas. Konsep Compact Living sendiri sangat berbeda dengan minimalis. Compact Living sendiri lebih menekankan pada sesuatu yang nggak berlebihan dan bisa dimaksimalkan. Nah, sudah ada beberapa yang menerapkan konsep ini salah satunya seorang arsitektur Abimantra dengan rumah 3500mm miliknya, lalu penginapan White Cliff House di Bandung, dan juga produk home & living dari Mohoi.

 

Abimantra Pradhana: Membangun Rumah Tanpa Lahan Luas

Abimantra sedang duduk di ruang tengah Rumah 3500mm

Membangun rumah membutuhkan lahan yang cukup luas. Kalimat ini ditampis oleh Abimantra Pradhana, seorang arsitektur muda yang berhasil membangun rumah hanya seluas 3500mm. Dengan menggunakan konsep Compact Living, rumah mini-nya memiliki fungsi yang maksimal. Abi memang ingin memberikan solusi khususnya para penghuni kota besar akan keterbatasannya ruang. Konsep Rumah 3500mm antara lain dapat dilihat melalui penggunaan furnitur dengan sistem plug-in yang fleksibel dan multifungsi. Selain itu, Abi memasang skylight yang menerus dari atap bangunan hingga ke lantai dasar untuk membantu memaksimalkan cahaya alami masuk ke dalam bangunan yang memanjang ke belakang. Nggak heran jika ide bangunan dosen arsitektur ini mendapatkan banyak penghargaan nasional maupun internasional.

 

White Cliff House: Penginapan Terasering yang Memiliki Banyak Ruang

Bagian depan White Cliff House

Tidak hanya Rumah 3500mm milik Abimantra, ternyata salah satu penginapan di Bandung juga sudah menerapkan konsep Compact Living. White Cliff House adalah tempat tinggal sekaligus penginapan dengan fasilitas Bed & Breakfast. Hanya bermodalkan lahan selebar 6,5 meter yang kemudian dikembangkan menjadi area seluas 212 meter persegi, konsep bangunan ini menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Karena permukaanya yang tidak rata, sehingga White Cliff House menggunakan mekanisme terasering agar semua ruang terpakai. Tidak hanya fungsi ruang, penginapan berbasis AirBnB ini juga memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi karena cuaca & lingkungan. Warna putih yang dipilih memberi kesan clean dan segar. Dan kalau lo menginap di sini ada banyak banget spot Instagrammable yang bisa lo eksplor loh!

 

Mohoi: Produk Home & Living Dengan Material Bambu

Kelly Tandiono mencoba produk lampu dari Mohoi

Tidak hanya bangunan, beberapa produk buatan Indonesia juga sudah menerapkan konsep Compact Living, Urbaners. Salah satunya adalah Morotai Home Indonesia (Mohoi), produk Home & Living yang menggunakan material bambu pada semua produknya. Bambu dipilih karena punya ketahanan yang kuat dan baik serta cocok untuk dijadikan produk rumahan dengan fungsinya yang beragam sebagai pengganti kayu. Plus, kalau biasanya kayu butuh minimal 10 tahun untuk tumbuh, bambu hanya butuh waktu sekitar 3-5 tahun. Material bambu juga ternyata bisa memproduksi antioksidan dan menyerap bakteri. Hingga kini Mohoi telah merilis puluhan artikel produk yang rutin dirilis mulai dari lampu gantung, tatakan gelas, rak, hingga talenan, Brand ini juga kerap berkolaborasi dengan seniman lokal Indonesia. Nggak heran ya kalau brand ini mendapatkan menghargaan INACraft Emerging Award dan World Craft Council Award.

Maki-San Indonesia, Sensasi DIY Sushi dan Salad Sesuai Selera

Tuesday, January 21, 2020 - 14:30
Maki-San

Buat lo penggemar sushi sejati yang menyukai sushi dengan sensasi fusion, Maki-San Jakarta adalah pilihan tepat buat lo. Bila selama ini hanya bisa memilih sushi dari buku menu, di gerai sushi yang berlokasi di Plaza Indonesia ini, lo bisa meracik komposisi sushi lo sendiri, Urbaners!

Ada kira-kira 100 pilihan topping yang bisa lo pilih untuk menjadi isian sushi. Bahkan, lo bisa menentukan mau pakai nasi biasa atau nasi merah. Kalau lo nggak suka isian belut, tinggal memilih salmon, atau malah memperbanyak sayur seperti tomat dan mentimun. Seru? Banget! Nggak cuma sushi, Maki-san juga menawarkan DIY salad sesuai selera lo. Simak ulasan selengkapnya di sini, yuk!

Sesuaikan Cita Rasa dengan Lidah Orang Indonesia

maki san

Walaupun baru dibuka akhir tahun 2019, gerai Maki-san selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi yang strategis di pusat kota dan konsep unik DIY-nya membuat Maki-san cepat mendapat tempat di hati para penggemar sushi di Jakarta. Apalagi, nama Maki-san sendiri sudah meroket di negara asalnya, Singapura.

“Maki-San hadir dengan pilihan komposisi dan topping yang menyesuaikan lidah orang Indonesia. Karena itu, rasa Maki-San di Jakarta pasti berbeda dibanding dengan di Singapura,” jelas Dwi, salah satu staf di Maki-San Jakarta. Nggak heran, lo bahkan bisa menemukan topping daging rendang sampai saus gado-gado dan sambal hijau dalam pilihan menunya, Urbaners.

Bukan cuma dari segi topping, sisi fusion sushi Maki-San juga ditampilkan lewat pengolahannya yang unik. Lo bisa menikmati sushi dengan cara konvensional alias dimakan langsung, atau lo juga bisa meminta sushi goreng! Sushi yang digoreng ternyata memberikan cita rasa spesial yang lebih crunchy. Minyak penggorengan juga nggak akan membuat sushi jadi melempem, karena teknik penirisan mereka membuat sushi lo tetap terasa enak tanpa berminyak.

Tentang Konsep DIY

Ketika mendengar konsep DIY sushi di Maki-san, mungkin lo berpikir kalau pengunjung bisa memilih dan membuat sushi sendiri. Nggak hanya lo kok yang berpikir begitu! Tapi, pada faktanya, peran pembeli lebih kepada si pemberi konsep, sedangkan yang mengeksekusi tetap koki profesional di Maki-San, Urbaners.

Begitu masuk di gerai Maki-San, lo bakal dipandu ke mesin otomatis untuk memilih jenis sushi yang mau dipesan. Mulai dari ukuran, jenis nasi, isi sushi, taburan di atas sushi, dan saus yang digunakan. Walaupun konsepnya DIY, tetap ada rekomendasi untuk memadukan bahan-bahan topping.

“Kalau topping-nya terlalu banyak juga akan susah menggulungnya,” jelas Dwi. Selain soal estetika, kombinasi bahan juga berpengaruh terhadap rasa. “Kalau memilih terlalu banyak protein juga nggak enak. Sushi akan lebih cocok dinikmati kalau kombinasi bahan-bahannya pas. Sayurnya ada, proteinnya ada,” tambah Dwi lagi.

Untuk minumannya sendiri, tersedia berbagai varian, namun biasanya teman sushi terbaik tentu adalah ocha yang dinikmati sesuai selera—mau panas atau dingin. Ocha di Maki-San bisa diisi

ulang sepuas hati. Rasa segar dan sentuhan pahit ocha menyeimbangkan sajian sushi yang lo nikmati. Sebagai penambah kenikmatan, lo akan disajikan saus pendamping dan wasabi. Kemudian, ada acar jahe untuk menggugah nafsu makan sekaligus menetralisir makanan yang sudah lo makan.

Digemari Anak Muda

Kreasi salad dan sushi yang Instagrammable di gerai Maki-san

Berdiri sejak tahun 2012, sejauh ini Maki-San sudah membuka total 20 gerai di Singapura. Jakarta dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi karena dinilai memiliki kedekatan dari segi lifestyle dan lokasi dengan negara bermaskot singa tersebut. Di Singapura, Maki-San cukup digemari anak muda lokal dan ternyata sering menjadi buruan wisatawan generasi Z Indonesia.

Sejauh ini, Maki-San di Indonesia menjadi salah satu alternatif tempat makan dan hangout yang cukup instagrammable. Warna-warna pastel mendominasi gerai sushi Maki-San di level basement Plaza Indonesia. Walaupun areanya nggak terlalu luas, konsep open space memberikan ruang terbuka yang nyaman buat pengunjung untuk berlama-lama di Maki-San.

Atmosfer Maki-San yang nyaman, dengan poster sushi besar di beberapa sudutnya bakalan cocok untuk mengisi feed Instagram. Itu baru soal tempat, belum lagi sajian sushinya yang menarik, gempal, digulung penuh, dan disimpan di dalam kotak dengan motif menyerupai batik. Tentunya bakal menjadi sasaran empuk anak muda untuk difoto!

Sebagai pelopor gerai sushi DIY di Indonesia, Maki-San nggak hanya memberikan pengalaman menikmati makanan khas Jepang ini dengan sentuhan yang lebih personal, tetapi juga konsep fusion yang membuatnya mudah diterima oleh semua orang. Di waktu dekat, Maki-San Indonesia rencananya akan membuka gerai baru di Jakarta dengan konsep fast order dan akan bekerja sama dengan aplikasi pengantaran makanan online. Masih penasaran dengan Maki-San? Langsung aja follow akun Instagram mereka di @makisanid!